Inter vs Roma: Inter Imbang 2-2 lawan Roma, Lautaro Martinez Bangkitkan Nerazzurri dari Ketertinggalan
Inter Milan kembali bangkit dari ketertinggalan dua gol saat menahan imbang Roma 2-2.(AS Roma)

INTER Milan kembali menunjukkan mentalitas pantang menyerah usai bangkit dari ketertinggalan 0-2 dan mengakhiri laga kontra AS Roma dengan skor imbang 2-2. Dua gol balasan dari Lautaro Martinez membatalkan keunggulan Roma yang sempat tercipta melalui dwigol Manu Koné, sekaligus menjaga kedua tim tetap berada di papan atas klasemen Serie A.

Pertandingan ini menjadi duel sengit antara dua tim yang sebelumnya memegang rekor sempurna. Roma tampil dengan skuad penuh, menurunkan rekrutan anyar Leonardo Balerdi dan Nahuel Molina, serta mengandalkan Donyell Malen yang mengemas enam gol dari empat laga Serie A. Di sisi lain, Inter harus tampil tanpa Hakan Calhanoglu, John Stones, dan Djed Spence akibat cedera, namun kembali diperkuat Federico Dimarco. Sebelum laga dimulai, prosesi one minute’s silence digelar dan para pemain Inter mengenakan pita hitam sebagai bentuk penghormatan atas meninggalnya legenda klub, Sandro Mazzola, pada usia 83 tahun.

Inter, yang selalu tertinggal 0-2 dalam tiga laga resmi terakhirnya, kembali kebobolan di awal laga. Berawal dari umpan silang Paulo Dybala yang disundul Nahuel Molina di tiang jauh, Manu Koné menyambut bola liar dengan sepakan first-time dari jarak 10 yard yang melewati celah kaki Manuel Akanji untuk membawa Roma unggul 1-0.

Roma makin gencar menekan melalui aksi Dybala yang melepaskan dua tembakan berbahaya. Inter baru memperoleh peluang bersih pada menit ke-25 saat Yann Bisseck melepaskan diri dari kawalan Matias Soulé, namun eksekusinya berhasil digagalkan Mile Svilar yang sigap maju menutup ruang. Tak lama kemudian, sundulan Alessandro Bastoni membentur tiang dekat usai menerima umpan flick Curtis Jones.

Roma justru berhasil menggandakan keunggulan sebelum jeda. Umpan silang Dybala diteruskan oleh Gianluca Mancini ke arah Koné untuk dilesakkan di tiang jauh. Gol tersebut sempat ditinjau melalui VAR atas dugaan offside, namun hakim garis mengonfirmasi posisi Koné berada di belakang garis bola sehingga gol dinyatakan sah.

Tertinggal dua gol untuk empat laga secara beruntun di semua kompetisi tak membuat mental Inter runtuh. Hanya dalam hitungan detik setelah babak kedua dimulai, Marcus Thuram memotong umpan buruk Mancini di lini tengah dan melakukan penetrasi dari sisi kiri sebelum melepaskan umpan tarik yang disambar Lautaro Martinez dari jarak 12 yard menjadi gol.

Memasuki paruh kedua, Inter tampil dominan. Tembakan Thuram memanfaatkan umpan Carlos Augusto sempat mengancam tiang dekat, sementara kiper Inter, Josep Martinez, menggagalkan peluang emas Donyell Malen dari situasi sepak pojok menggunakan wajahnya.

Gempuran bertubi-tubi Inter akhirnya membuahkan hasil pada babak kedua. Berawal dari situasi sepak pojok, Svilar melakukan penyelamatan gemilang atas sundulan Thuram, sebelum bola muntah yang disundul Lautaro Martinez membentur bagian bawah mistar gawang. Kemelut berlanjut ketika Bisseck membelokkan bola umpan silang kepada Lautaro. Penyerang asal Argentina itu mengontrol bola dengan paha sebelum melepaskan tembakan voli dari jarak tujuh yard untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Inter bahkan nyaris membalikkan keadaan secara penuh lewat skema serangan balik cepat. Petar Sucic mengumpan bola hasil lambungan jauh Barella kepada Thuram. Melihat posisi Svilar yang agak maju dari sarangnya, Thuram melepaskan tembakan spekulatif yang sayangnya melenceng tipis dari gawang yang sudah kosong. Kedudukan 2-2 bertahan hingga laga usai. (Football-Italia/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *