Kabut Asap Karhutla, Pesawat Garuda Jakarta-Jambi Gagal Mendarat
Penampakan Gerbang Masuk Bandara Sultan Thaha Syaefuddin Jambi yang dilatari kabut asap(MI/SOLMI)

KABUT asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Provinsi Jambi. Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 128 rute Jakarta–Jambi dilaporkan gagal mendarat di Bandara Sultan Thaha Syaefuddin (STS), Kota Jambi, pada Sabtu (19/9) siang.

General Manager Bandara STS Jambi, Ardon Marbun, mengonfirmasi bahwa pesawat yang mengangkut 154 penumpang tersebut seharusnya dijadwalkan mendarat pada pukul 14.05 WIB. Namun, buruknya jarak pandang (visibility) memaksa pilot untuk mengambil keputusan return to base (RTB) atau putar balik ke Jakarta.

“Benar, siang tadi pesawat Garuda GA 128 gagal mendarat akibat dampak kabut asap. Saat itu, visibility atau jarak pandang mata normal hanya berada di kisaran 700 meter, sehingga tidak aman untuk aktivitas pendaratan,” ujar Ardon Marbun kepada Media Indonesia, Sabtu (19/9) malam.

Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat operasional bandara sempat terhambat. Namun, Ardon menambahkan bahwa setelah situasi membaik, pesawat tersebut akhirnya berhasil mendarat di Jambi pada pukul 19.00 WIB.

Super Air Jet Dialihkan ke Batam

Selain maskapai Garuda, gangguan serupa juga dialami oleh maskapai Super Air Jet (SAJ) dengan nomor penerbangan IU 840. Pesawat rute Jakarta–Jambi yang membawa 117 orang, termasuk kru, tersebut dijadwalkan mendarat pukul 15.20 WIB.

Lantaran jarak pandang hanya mencapai 1.000 meter—masih di bawah standar keamanan operasional saat itu—pesawat tersebut terpaksa mengalihkan pendaratan (divert) ke Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.

“Pesawat Super Air Jet tersebut sempat dialihkan ke Batam sebelum akhirnya bisa kembali mendarat di landasan pacu Bandara STS dan bertolak kembali membawa penumpang menuju Jakarta,” pungkas Ardon.

Catatan Redaksi: Gangguan penerbangan ini menjadi peringatan serius terkait dampak karhutla yang mulai memperpendek jarak pandang di wilayah udara Jambi, yang berisiko pada keselamatan transportasi publik.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *