Persebaya Imbang Lawan Garudayaksa FC, Bernardo Tavares Soroti Antisipasi Bola Mati
Pesepak bola Bhayangkara Presisi Lampung FC Matias Ernesto Ocampo Ornizun (kiri) menggiring bola dibayangi pesepak bola Persebaya Surabaya Risto Mitrevski (kanan) saat BRI Super League di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Lampung, Senin (5/9/2026).(Antara/Ardiansyah)

PELATIH Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan kekecewaannya setelah timnya gagal mengamankan poin penuh saat menjamu Garudayaksa FC pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu (19/9), tim berjuluk Bajul Ijo tersebut harus puas dengan hasil imbang 1-1.

Tavares menilai gol penyama kedudukan yang dicetak tim tamu merupakan dampak langsung dari kurangnya agresivitas pemain dalam mengantisipasi skema bola mati. Ia menyoroti koordinasi lini pertahanan yang tidak berjalan sesuai instruksi saat menghadapi situasi tendangan sudut.

“Kami kebobolan melalui skema bola mati. Pada tendangan sudut pendek, garis pertahanan tidak naik dan tetap sejajar. Padahal, kami perlu menyerang pemain yang membawa bola dengan lebih agresif,” ujar pelatih asal Portugal tersebut dalam konferensi pers usai pertandingan.

Menurut Tavares, celah tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Garudayaksa FC untuk melepaskan umpan ke tiang jauh yang berujung gol. Padahal, Persebaya sempat unggul lebih dulu melalui gol Alex Martins pada menit ke-85. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata sirna setelah Al Hamra Hehanussa mencetak gol balasan hanya empat menit berselang.

Frustrasi akibat Pemborosan Peluang

Selain masalah pertahanan, Tavares juga merasa frustrasi karena anak asuhnya gagal memaksimalkan sejumlah peluang emas. Secara statistik, Persebaya mencatat lebih banyak percobaan gol dan tendangan sudut dibandingkan lawan.

“Menurut saya hari ini kami menciptakan cukup peluang untuk meraih tiga poin, tetapi sayangnya gagal. Saya sangat frustrasi karena kami tidak bisa mengumpulkan tiga poin seperti yang kami inginkan, tetapi inilah sepak bola,” tuturnya.

Tavares juga menyinggung keterbatasan pilihan pemain yang membuatnya harus melakukan rotasi. Beberapa pemain pilar absen, sehingga ia memberikan kesempatan kepada pemain lain, termasuk Saddil Ramdani yang disebutnya sudah cukup lama tidak bermain secara reguler.

“Mereka bukan mesin, mereka tidak bisa bermain penuh 90 menit. Itulah mengapa Persebaya merekrut lebih dari 11 pemain. Terkadang ada pemain yang tampil di bawah standar atau cedera, dan kami perlu membangun skuad dengan segala kondisi ini,” tambah Tavares menekankan pentingnya kedalaman tim.

Permintaan Maaf Kapten

Hasil imbang di kandang sendiri ini memicu kekecewaan di kalangan pendukung. Kapten tim Persebaya, Toni Firmansyah, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Bonek dan Bonita atas kegagalan meraih kemenangan.

“Ini hasil yang tidak kita inginkan pada sore hari ini. Kami memohon maaf kepada suporter. Kami akan bekerja keras dan memperbaiki kekurangan ini di pertandingan selanjutnya,” kata Toni.

Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih Persebaya, terutama dalam menjaga konsentrasi di menit-menit akhir pertandingan serta efektivitas penyelesaian akhir sebelum melakoni laga berikutnya di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia tersebut. (Ant/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *