
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan pangan kepada berbagai kelompok masyarakat yang terdampak maupun membutuhkan dukungan di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan, bantuan pangan merupakan bentuk kepedulian pemerintah sekaligus upaya menjaga daya beli masyarakat.
“Bantuan pangan merupakan bentuk kepedulian pemerintah sekaligus upaya menjaga daya beli kelompok masyarakat yang membutuhkan,” kata Agustiar di Palangka Raya, Kamis (17/9).
Pada Kamis, Pemprov Kalteng menyalurkan 4.000 paket bantuan pangan kepada PNS golongan I dan II, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), PPPK paruh waktu, serta tenaga outsourcing pada perangkat daerah.
Setiap paket bantuan terdiri atas 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir.
Sebelumnya, bantuan pangan juga disalurkan kepada 3.500 mahasiswa, dengan prioritas mahasiswa yang berasal dari wilayah pelosok.
Agustiar turut memantau langsung penyaluran bantuan kepada masyarakat, antara lain di wilayah Sei Gohong dan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya.
“Pemerintah harus memperhatikan semuanya. Kita tidak boleh memikirkan diri sendiri. Apa yang sudah kita pimpin, harus kita perhatikan,” ujarnya.
Bantuan pangan selanjutnya juga diberikan kepada masyarakat di sejumlah kabupaten dan kota di Kalteng. Pemprov memastikan penyaluran tidak hanya terpusat di tingkat provinsi, tetapi diperluas ke berbagai wilayah agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan.
Agustiar mengatakan bantuan pangan merupakan salah satu langkah pemerintah dalam menangani dampak karhutla. Penanganan juga dilakukan melalui pemadaman kebakaran secara berkelanjutan oleh tim gabungan.
Selain itu, Pemprov Kalteng mendistribusikan masker dan multivitamin kepada masyarakat serta menyediakan rumah oksigen untuk membantu mengurangi dampak asap akibat karhutla. (Ant/E-2)
