Adik Kim Jong Un Ancam AS, Tegaskan Status Nuklir Korea Utara Tak Bisa Diganggu Gugat
Kim Yo Jong menuduh AS memicu ketegangan lewat latihan militer. Korea Utara mengancam respons lebih ofensif dan menegaskan statusnya sebagai negara nuklir.(AFP)

ADIK perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang berpengaruh, Kim Yo Jong, menuduh Amerika Serikat meningkatkan ketegangan di kawasan melalui latihan militer yang sering dilakukan. Ia memperingatkan adanya respons yang “lebih ofensif” dari Pyongyang, menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh media pemerintah pada Jumat.

Pernyataan keras tersebut muncul di tengah meningkatnya retorika dari Pyongyang. Hal ini terjadi meskipun Presiden AS Donald Trump telah berupaya menghidupkan kembali diplomasi dan memperbaiki hubungan dengan Korea Utara, walau mendapatkan sedikit respons atas penawarannya.

“Situasi saat ini, di mana rekor baru tercipta dalam hal tindakan praktis yang memusuhi DPRK, menekankan perlunya memecahkan rekor dalam tindakan responsif kami, yang bersifat proporsional atau lebih ofensif,” kata Kim Yo Jong, menggunakan nama resmi Korea Utara, Republik Demokratik Rakyat Korea, dalam pernyataannya yang disiarkan oleh kantor berita KCNA.

Menggambarkan latihan militer bersama yang diadakan dalam beberapa bulan terakhir oleh pasukan AS dan sekutunya di kawasan Asia-Pasifik sebagai “gladi bersih perang yang dipimpin AS,” Kim berjanji bahwa tindakan tegas akan terus diambil.

“Keinginan kami untuk mempertahankan kedaulatan kami akan diungkapkan dalam tindakan yang lebih jelas dan tidak akan pernah ada perubahan dalam arah peningkatan pencegahan perang nuklir,” tegasnya.

Ia juga memberikan peringatan langsung kepada pihak yang dianggapnya sebagai musuh.

“Saya mengingatkan musuh sekali lagi bahwa jika dinilai bahwa kepentingan tertinggi bangsa kami serta kedaulatan militer dan lingkungan keamanannya di kawasan telah dilanggar secara serius oleh manuver militer mereka,” kata Kim, sembari menambahkan bahwa militer Korea Utara akan “mengerahkan seluruh sarana yang ada untuk mengatasinya.”

Dalam pernyataan tajam sehari sebelumnya, Kim juga mengejek pihak-pihak yang ingin melihat Korea Utara menghentikan program nuklirnya.

“Posisi DPRK sebagai negara pemilik senjata nuklir adalah mutlak dan tidak dapat diubah oleh apa pun,” kata Kim Yo Jong.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah konferensi umum Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, di mana Kim menepis pembahasan mengenai denuklirisasi Korea Utara sebagai “bualan konyol yang sudah biasa.”

“Jika mereka percaya bahwa hal itu benar-benar mungkin terjadi, mereka hanya akan mendengarkan kata-kata dari orang-orang bodoh,” ujarnya.

Korea Utara telah mengesahkan statusnya sebagai negara pemilik senjata nuklir secara hukum, dengan kepemimpinannya menyatakan bahwa persenjataan nuklir negara tersebut bersifat permanen dan tidak dapat diubah.

Donald Trump baru-baru ini menyatakan bahwa Pyongyang memiliki 57 senjata nuklir yang “sangat kuat”, sementara Seoul memperkirakan jumlahnya berada di antara 80 hingga 120 unit. Persenjataan nuklir Korea Utara terus berkembang sejak KTT kedua antara Kim Jong Un dan Trump gagal pada tahun 2019 terkait kompensasi yang akan diterima Pyongyang sebagai imbalan atas langkah-langkah menuju denuklirisasi. (AFP/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *