Pariwisata Dubai 2026 Tumbuh Pesat, Okupansi Hotel Capai 66 Persen
Sejumlah turis menumpang unta di Dubai(AFP/JEWEL SAMAD)

SEKTOR pariwisata Dubai terus menunjukkan performa yang tangguh dengan pertumbuhan konsisten di sektor perhotelan. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Dubai Department of Economy and Tourism (DET) pada pembukaan Arabian Travel Market (ATM) 2026, fondasi pariwisata kota ini terbukti semakin solid berkat kolaborasi lintas sektor dan diversifikasi pasar yang luas.

Hingga Agustus 2026, Dubai mencatat tren positif yang memperkuat posisinya sebagai destinasi global utama. Tingkat okupansi hotel pada bulan Agustus mencapai 66%, sebuah lonjakan signifikan jika dibandingkan dengan angka 36% pada Maret 2026. Pencapaian ini setara dengan 89% dari tingkat okupansi pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Kinerja Sektor Perhotelan dan Kunjungan Wisatawan

Aktivitas perhotelan yang tinggi terlihat dari total 21,61 juta malam kamar yang terisi selama delapan bulan pertama tahun ini. Dengan jumlah kamar yang mendekati 149.000 unit pada akhir Agustus, industri perhotelan Dubai juga tengah gencar melakukan renovasi skala besar guna meningkatkan pengalaman wisatawan di masa depan.

Dari sisi kunjungan, Dubai menyambut sekitar 869.000 wisatawan internasional pada Agustus 2026. Angka ini merupakan jumlah kunjungan bulanan tertinggi sejak Februari, membawa total kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6,97 juta orang sepanjang Januari hingga Agustus 2026.








Indikator Kinerja (Jan-Agu 2026) Data Statistik
Total Kunjungan Wisatawan Internasional 6,97 Juta
Tingkat Okupansi Hotel (Agustus) 66%
Total Malam Kamar Terisi 21,61 Juta
Total Kapasitas Kamar Hotel ~149.000 Kamar

Diversifikasi Pasar Global

Keberhasilan Dubai menarik minat wisatawan didukung oleh komposisi pasar yang sangat beragam. Eropa Barat masih menjadi penyumbang terbesar, disusul oleh kawasan Asia dan Teluk. Berikut adalah rincian kontribusi pasar wisatawan ke Dubai:













Wilayah Asal Wisatawan Persentase Kontribusi
Eropa Barat 20%
Asia Selatan 17%
Kawasan Teluk (GCC) 16%
CIS & Eropa Timur 14%
MENA (Timur Tengah & Afrika Utara) 10%
Asia Timur Laut & Asia Tenggara 9%
Amerika 7%
Afrika 5%
Australasia 2%

Visi D33 dan Ketangguhan Industri

CEO Dubai Corporation for Tourism and Commerce Marketing (DCTCM), Issam Kazim, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari arahan kepemimpinan Dubai yang tidak menunggu kondisi sempurna untuk terus berkembang. “Ketangguhan kota ini terlihat saat menghadapi tantangan. Kami bangga industri pariwisata tetap kuat, didukung infrastruktur luas dan ragam pengalaman yang terus berkembang,” ujarnya.

Langkah ini sejalan dengan Dubai Economic Agenda (D33) yang bertujuan menjadikan Dubai sebagai destinasi global terdepan untuk bisnis dan rekreasi. Pemerintah Dubai juga telah mengucurkan paket dukungan senilai AED 2,5 miliar (sekitar Rp12 triliun) untuk menjaga stabilitas sektor pariwisata dan hiburan di tengah situasi regional yang dinamis.

Inovasi dan Kemitraan di ATM 2026

Ajang Arabian Travel Market (ATM) ke-33 yang berlangsung pada 14–17 September di Dubai World Trade Centre menjadi momentum penting bagi DET. Dengan kehadiran lebih dari 115 peserta pameran dan 300 profesional internasional melalui program Hosted Buyers, Dubai memamerkan inovasi di bidang gastronomi, keberlanjutan (Dubai Sustainable Tourism), hingga aksesibilitas bagi wisatawan berkebutuhan khusus.

Selain itu, program ‘A Dubai Invite’ turut memperkuat promosi berbasis komunitas, di mana lebih dari 90.000 penduduk Dubai telah mendaftar untuk mengundang kerabat mereka berkunjung, mempertegas citra Dubai sebagai kota yang inklusif dan ramah bagi dunia. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *