Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Supadio, Jarak Pandang 600 Meter
Karhutla di Kalbar.(Dok. Antara)

AKTIVITAS penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kalimantan Barat (Kalbar), belum kembali normal akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski wilayah Pontianak dan sekitarnya sempat diguyur hujan lebat pada Selasa (15/9) malam, gangguan jarak pandang masih terjadi hingga Rabu (16/9).

General Manager Bandara Supadio, Maya Damayanti, mengungkapkan bahwa jarak pandang di kawasan bandara turun drastis hingga menyentuh angka 600 meter. Kondisi ini dinilai sangat berisiko bagi keselamatan operasional pesawat.

“Asap kebakaran hutan dan lahan masih mengganggu operasional Bandara Supadio. Hari ini jarak pandang hanya 600 meter, yang tidak memungkinkan pesawat untuk melakukan pendaratan maupun penerbangan secara normal,” ujar Maya di Sungai Raya, Kubu Raya, Rabu (16/9).

Dampak Operasional: Penundaan dan Pembatalan

Berdasarkan data operasional bandara, sebaran kabut asap karhutla Kalbar ini berdampak signifikan pada jadwal penerbangan. Tercatat sebanyak 10 penerbangan mengalami penundaan (delay), yang terdiri dari lima jadwal kedatangan dan lima jadwal keberangkatan.

Selain penundaan, otoritas bandara juga mencatat adanya pembatalan penerbangan. “Empat penerbangan dibatalkan, masing-masing dua penerbangan kedatangan dan dua penerbangan keberangkatan,” tambah Maya.

Di tengah gangguan tersebut, dilaporkan hanya terdapat dua pesawat yang berhasil lepas landas dan satu pesawat yang mendarat di Bandara Supadio saat kondisi memungkinkan secara teknis.

RTB dan Pengalihan Penerbangan

Buruknya jarak pandang juga memaksa sejumlah maskapai mengambil tindakan darurat demi keselamatan penumpang. Pesawat Batik Air ID 6228 rute Jakarta-Pontianak terpaksa melakukan return to base (RTB) atau kembali ke bandara asal.

Sementara itu, satu penerbangan lainnya, yakni Lion Air JT988 dengan rute Batam-Pontianak, harus dialihkan (divert) ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.

Maya menegaskan bahwa pihaknya terus memantau kondisi jarak pandang secara ketat. Hal ini dikarenakan visibilitas berkaitan langsung dengan standar keselamatan pesawat saat proses lepas landas (take off) dan pendaratan (landing). Hingga berita ini diturunkan, asap karhutla masih menyelimuti wilayah sekitar bandara dengan jarak pandang terbatas di kisaran 600 meter. (Ant/H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *