Survei Pilpres AS 2028: Persaingan Ketat di Demokrat, Vance Dominasi Republik
Kamala Harris.(Al Jazeera)

SPEKULASI mengenai kandidat potensial untuk Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) 2028 mulai memanas. Hasil survei terbaru menunjukkan persaingan sengit di kubu Partai Demokrat, sementara Partai Republik tampaknya memiliki kandidat unggulan yang jelas.

Berdasarkan jajak pendapat yang dirilis bulan ini oleh YouGov dan Bowling Green State University (BGSU), potensi pertarungan antar wakil presiden mungkin terjadi pada 2028. Mantan Wakil Presiden Kamala Harris dan Wakil Presiden saat ini, JD Vance, memimpin di masing-masing partai mereka.

Persaingan Ketat di Internal Demokrat

Meskipun Harris dan Vance memimpin dalam serangkaian jajak pendapat awal, dinamika di Partai Demokrat terlihat jauh lebih kompetitif. Harris memimpin tipis dengan dukungan 17% diikuti sangat ketat oleh mantan Sekretaris Transportasi Pete Buttigieg yang memperoleh 16%.

Dua tokoh populer lain, Gubernur California Gavin Newsom dan Anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez, juga membayangi dengan masing-masing mengantongi 14% dukungan. Tipisnya selisih angka ini menandakan bahwa basis pemilih Demokrat masih terbelah di antara beberapa figur utama.

Dominasi JD Vance di Partai Republik

Kondisi berbeda terlihat di kubu Republik. JD Vance mendominasi lapangan dengan dukungan signifikan sebesar 44%. Pesaing terdekatnya, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, berada di posisi kedua dengan 21%, disusul oleh putra Donald Trump, Donald Trump Jr., dengan 8%.

Survei ini melibatkan 1.200 pemilih potensial yang dilakukan pada periode 25 Agustus hingga 1 September, dengan margin kesalahan (margin of error) sebesar 3,3 poin persentase.

Sikap Para Kandidat Potensial

Seiring meningkatnya spekulasi, beberapa tokoh mulai memberikan pernyataan terkait ambisi politik mereka di masa depan:

  • Gavin Newsom: Dalam wawancara dengan CNN, Newsom menegaskan tidak akan maju pada 2028 jika Kamala Harris memutuskan untuk mencalonkan diri kembali. “Saya tidak akan maju jika dia (Harris) maju,” ujarnya.
  • Ted Cruz: Senator asal Texas ini secara terbuka menyatakan minatnya untuk kembali bertarung di Gedung Putih. “Bukan rahasia lagi bahwa saya ingin menjadi presiden,” kata Cruz dalam sebuah podcast baru-baru ini.
  • Marco Rubio: Meski berada di posisi kedua dalam survei, Rubio mencoba meredam spekulasi. Saat kunjungan resmi ke Kolombia, ia menyatakan saat ini fokus 100% pada pekerjaannya dan belum memiliki rencana untuk kampanye presiden.

Meskipun pemilihan masih beberapa tahun lagi, data awal ini memberikan gambaran awal mengenai peta kekuatan politik di Amerika Serikat setelah era kepemimpinan saat ini. (USA Today/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *