Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq Lepas Kontingen Indonesia ke WorldSkills Shanghai 2026
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq resmi melepas 20 talenta muda Indonesia untuk berlaga di WorldSkills Shanghai 2026 dengan pesan penguatan karakter.(Dok. Istimewa)

WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, secara resmi melepas Kontingen Indonesia yang akan berlaga pada ajang bergengsi WorldSkills Competition (WSC) Shanghai 2026. Acara pelepasan berlangsung khidmat di Plaza Insan Berprestasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, pada Selasa malam (15/9).

Prosesi pelepasan ditandai dengan pemakaian jaket resmi kepada perwakilan kontingen yang dilanjutkan dengan pengukuhan oleh Wamendikdasmen Fajar. Pada edisi ke-48 ini, Indonesia mengirimkan 20 kompetitor terbaik yang akan bertanding di 17 bidang keterampilan. Seluruh peserta didampingi oleh para expert dan tim pendukung yang telah mengawal proses pembinaan teknis serta penguatan mental sejak awal tahun 2026.

Membawa Kehormatan Merah Putih

Menyampaikan pesan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, Fajar Riza Ul Haq menekankan bahwa para peserta merupakan representasi terbaik bangsa di panggung dunia. Ia mengingatkan bahwa misi ke Shanghai bukan sekadar unjuk kemampuan teknis.

“Berbanggalah karena kalian berangkat ke Shanghai membawa nama Indonesia. Yang kalian bawa bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga kehormatan Merah Putih,” tegas Fajar di hadapan para kontingen.

Lebih lanjut, alumni doktoral UGM ini membagikan perspektif mendalam mengenai makna seorang juara. Merujuk pada pengalamannya mengunjungi sekolah dasar di perbukitan Rembang, ia menegaskan bahwa predikat juara tidak hanya diukur dari raihan medali, melainkan dari karakter yang kuat.

“Juara adalah mentalitas dan cara pandang hidup. Ada kejujuran, sportivitas, disiplin, kemandirian, dan tanggung jawab. Keterampilan membuat seseorang unggul, tetapi karakterlah yang membuat keunggulan itu bernilai,” imbuhnya.

Tantangan Teknologi dan Standar Dunia

WorldSkills Shanghai 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 22–27 September 2026 akan mempertemukan lebih dari 1.400 kompetitor dari 70 negara dalam 64 bidang keterampilan. Bagi pemerintah, ajang ini menjadi barometer penting untuk memetakan arah pendidikan vokasi di tengah gempuran teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI).

Fajar menilai kompetisi ini adalah kesempatan emas untuk membaca perubahan standar kompetensi global. “Di tengah perkembangan AI, pekerjaan teknis tetap mempunyai tempat. Yang berubah adalah standar kompetensinya. WorldSkills memberi kita kesempatan melihat ke mana dunia keterampilan bergerak,” jelasnya.

Target Prestasi: Indonesia berupaya memperbaiki capaian WorldSkills Lyon 2024, di mana tim Merah Putih menempati peringkat ke-11 dunia dengan raihan satu emas, satu perak, dan dua Medallion for Excellence.

Dampak Bagi Ekosistem Vokasi

Senada dengan Wamendikdasmen, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, berharap pengalaman internasional ini memberikan dampak sistemik bagi pendidikan vokasi di tanah air. Standar kerja dunia yang didapatkan selama kompetisi diharapkan dapat diserap dan disebarkan ke sekolah-sekolah vokasi di Indonesia.

“Pengalaman dan standar yang mereka dapatkan di WorldSkills harus kembali ke ekosistem pendidikan vokasi kita,” ujar Tatang.

Menutup arahannya, Fajar Riza Ul Haq berpesan agar para atlet keterampilan ini tidak hanya mengejar podium, tetapi juga membawa pulang budaya kerja baru. “Seorang juara tidak hanya tumbuh untuk dirinya sendiri, tetapi membuat orang lain ikut tumbuh. Bertandinglah dengan percaya diri, jujur, sportif, dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut, turut hadir Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Arie Wibowo Khurniawan, beserta para mitra industri dan institusi vokasi yang telah mendukung persiapan teknis kontingen melalui Competition Preparation Week di Shanghai.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *