
EMITEN manufaktur komponen otomotif terkemuka di Tanah Air, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) memperluas portofolio komponen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dengan menggandeng Minth Group, sebuah perusahaan manufaktur komponen otomotif global ternama.
Bersama perusahaan berskala global yang sudah memproduksi rantai pasok komponen kendaraan listrik ini, DRMA membentuk joint venture alias usaha patungan bernama PT Dharma Minth Indonesia yang fokus pada produksi komponen EV untuk menyuplai berbagai merek di dunia.
“Seiring tren penggunaan kendaraan listrik yang makin berkembang, kita melihat bahwa pasar komponen kendaraan jenis ini juga terus membesar. Untuk menangkap peluang pasar yang makin besar itulah DRMA menggandeng Minth Group sebagai mitra strategis dengan membentuk usaha patungan,” kata President Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso.
Dengan berdirinya Dharma Minth Indonesia ini, kelompok usaha Dharma Group alias DRMA akan menambah portofolio produk baru. Di mana anak usaha patungan ini akan fokus memproduksi komponen yang belum dihasilkan Dharma Group, terutama komponen EV seperti Battery Housing, Body & Chassis Structure with Aluminum Extrusion, dan Plastic Component Design.
“Harapan kami, kemitraan strategis ini juga akan membuka peluang bagi DRMA untuk melakukan penetrasi kepada pelanggan baru,” imbuh Irianto.
Harapan yang sangat beralasan, karena Minth Group telah menjadi partner global hingga lebih dari 80 merek ternama di industri komponen otomotif.
Dengan memanfaatkan fasilitas produksi yang sudah dimiliki Dharma Group, pabrik dari Dharma Minth Indonesia yang berlokasi di MM2100 Industrial Town Cibitung direncanakan akan mulai beroperasi pada kuartal kedua 2027.
Adapun komposisi kepemilikan saham atas perusahaan patungan yang nilai investasi awalnya sebesar Rp45 miliar ini adalah, 51% saham dimiliki oleh Minth Group dan 49% saham dimiliki oleh Dharma Group.
“Kami optimis, setidaknya kerja sama ini akan memberikan dua manfaat positif bagi Dharma Group, yaitu transfer teknologi dan terbentuknya mesin pertumbuhan pendapatan yang baru,” tutup Irianto. (H-1)
