Pakar Ingatkan Bahaya Dehidrasi dan Tips Pencegahannya saat Musim Kemarau
ilustrasi(Magnific)

MUSIM kemarau yang berlangsung lebih panjang dan kering menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat. Peningkatan suhu udara terik memicu hilangnya cairan tubuh secara masif melalui keringat, yang jika diabaikan dapat berujung pada risiko dehidrasi serius.

Dokter Spesialis Gizi Klinik dari RS MMC, dr. Raissa E. Djuanda, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K, FINEM, menegaskan bahwa cairan memegang peranan krusial bagi kelangsungan fungsi fisiologis manusia.

“Kenapa dehidrasi tidak boleh diabaikan? Karena cairan berperan penting dalam kesehatan, untuk menjaga suhu tubuh, sirkulasi darah, fungsi ginjal, hingga keseimbangan elektrolit,” ujar dr. Raissa saat dikutip dari Antara, Selasa (15/9).

Kurangnya pasokan cairan di dalam tubuh dapat memicu berbagai keluhan klinis akut, mulai dari rasa cepat lelah, penurunan daya konsentrasi, sakit kepala, penurunan tekanan darah, gangguan fungsi ginjal, hingga risiko penurunan kesadaran.

Kenali Gejala Dehidrasi Ringan hingga Berat

Masyarakat diimbau mengenali tanda-tanda awal kekurangan cairan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Gejala dehidrasi ringan meliputi:

  • Rasa haus yang intens.
  • Bibir dan mulut terasa kering.
  • Sakit kepala dan tubuh melemah.
  • Kesulitan berkonsentrasi.
  • Perubahan warna urine menjadi lebih pekat disertai penurunan frekuensi buang air kecil.

Sementara itu, kondisi dehidrasi yang lebih berat ditandai dengan gejala klinis yang membahayakan keselamatan, seperti pusing saat berdiri (ortostatik), jantung berdebar cepat, lemas ekstrem, kebingungan mental, hingga penurunan kesadaran.

Tips Hadapi Cuaca Panas

Guna menjaga tubuh tetap terhidrasi optimal di tengah cuaca kemarau yang menyengat, dr. Raissa membagikan sejumlah langkah preventif yang dapat diterapkan sehari-hari:

  • Minum Secara Berkala: Terapkan kebiasaan minum air putih secara teratur tanpa harus menunggu munculnya rasa haus. Tingkatkan frekuensi minum apabila aktivitas fisik memicu banyak keringat.
  • Konsumsi Pangan Kaya Air: Manfaatkan asupan buah dan sayuran dengan kandungan air tinggi untuk membantu hidrasi seluler, seperti semangka, melon, jeruk, pir, stroberi, ketimun, tomat, serta menu makanan berkuah.
  • Manfaatkan Minuman Elektrolit: Konsumsi cairan elektrolit disarankan apabila tubuh mengeluarkan keringat dalam jumlah sangat banyak atau usai melakukan aktivitas fisik/olahraga intens.
  • Proteksi Eksternal dan Pantau Urine: Gunakan pelindung paparan matahari saat harus beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, jadikan warna urine sebagai indikator mandiri; jika warna urine semakin pekat, hal itu menjadi alarm bahwa tubuh mendesak tambahan cairan.

Kewaspadaan ini menjadi semakin krusial menyusul rilis peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mengimbau masyarakat untuk siaga menghadapi musim kemarau yang lebih panjang dan kering, mengingat fenomena El Nino diperkirakan baru akan mulai meluruh pada awal tahun 2027 mendatang. (Ant/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *