Dari Juara KMIPN 2019, Muhajirin Saad Langsa Kini Jadi Juri E-Government 2026
Ilustrasi(Dok istimewa )

KETUA Indonesia Creative Movement (ICM Network) sekaligus Direktur PT Inovasi Cipta Multikarya Muhajirin Saad Langsa menjadi juri pada cabang E-Government KMIPN VIII 2026. Keterlibatan Muhajirin dalam KMIPN memiliki perjalanan tersendiri.

Tujuh tahun sebelumnya, pada KMIPN 2019 di Politeknik Caltex Riau, Muhajirin hadir sebagai mahasiswa dan berhasil meraih Juara 1 bidang Game Development. Pada KMIPN VIII 2026, ia kembali dengan peran berbeda sebagai bagian dari dewan juri bidang E-Government. Perjalanan dari peserta dan juara hingga menjadi juri menjadi salah satu bentuk keberlanjutan keterlibatan alumni kompetisi dalam mendorong pengembangan talenta digital mahasiswa politeknik Indonesia.

Dalam perjalanan profesionalnya, Muhajirin sebelumnya bertugas sebagai Tenaga Ahli Teknologi, Media, dan Komunikasi Wakil Ketua DPR RI. Pengalaman tersebut membuatnya banyak bersinggungan dengan isu teknologi, komunikasi publik, transformasi digital, serta pemanfaatan teknologi dalam lingkungan pemerintahan.

Di bidang akademik, Muhajirin saat ini tengah menyelesaikan penelitian berjudul “Kebijakan Pembangunan Infrastruktur Data Center sebagai Fondasi Pengembangan Artificial Intelligence di Indonesia: Analisis Regulasi dalam Perspektif Digital Sovereignty.” Penelitian tersebut berfokus pada kebijakan pembangunan infrastruktur pusat data sebagai salah satu fondasi pengembangan AI di Indonesia, dengan melihat aspek regulasi dan kedaulatan digital (digital sovereignty). Kajian ini juga menempatkan penguasaan infrastruktur dan tata kelola data sebagai bagian penting dalam pembahasan mengenai posisi dan kepentingan strategis negara di tengah percepatan transformasi digital.

Selain itu, perhatian akademiknya mencakup isu Artificial Intelligence dan transformasi kedaulatan negara dalam sistem internasional, khususnya bagaimana perkembangan teknologi digital dapat memengaruhi kapasitas negara dalam mengelola data, infrastruktur digital, keamanan, dan kepentingan nasional.

“KMIPN punya makna tersendiri bagi saya. Pada 2019 saya datang sebagai mahasiswa dan peserta kompetisi, kemudian mendapat kesempatan meraih Juara 1 Game Development. Tujuh tahun kemudian, saya kembali dengan tanggung jawab yang berbeda sebagai juri. Saya berharap teman-teman mahasiswa melihat kompetisi ini bukan sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai salah satu awal perjalanan mereka,” ujar Muhajirin melalui keterangannya, Selasa (15/9). 

Menurut Muhajirin, inovasi E-Government tidak cukup hanya dinilai dari kecanggihan teknologi. Solusi yang dibangun juga perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, tata kelola dan keamanan data, keberlanjutan implementasi, serta kemampuan untuk memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan publik. 

Ia berharap berbagai inovasi yang lahir dari KMIPN dapat terus dikembangkan setelah kompetisi dan membuka peluang kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah, industri, serta ekosistem teknologi nasional. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *