{"id":9789,"date":"2024-07-14T03:00:37","date_gmt":"2024-07-14T03:00:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/14\/kasus-dugaan-mark-up-impor-beras-dinilai-coreng-prestasi-jokowi\/"},"modified":"2024-07-14T03:00:37","modified_gmt":"2024-07-14T03:00:37","slug":"kasus-dugaan-mark-up-impor-beras-dinilai-coreng-prestasi-jokowi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/14\/kasus-dugaan-mark-up-impor-beras-dinilai-coreng-prestasi-jokowi\/","title":{"rendered":"Kasus Dugaan Mark Up Impor Beras Dinilai Coreng Prestasi Jokowi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n<img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/800x467\/news\/2024\/07\/99280aa34cfab450e25f7d7bbb3cf2cc.png\" alt=\"Kasus Dugaan Mark Up Impor Beras Dinilai Coreng Prestasi Jokowi\"\/><figcaption>Ilustrasi &#8211; beras.(MI\/ADI KRISTIADI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>SKANDAL dugaan mark up <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/impor-beras\" title=\"impor beras\" rel=\"dofollow\">impor beras<\/a> Badan Pangan Nasional (Bapanas)-Perum Bulog dinilai mencoreng prestasi Presiden Joko Widodo atau Jokowi selama ini. Pasalnya, taksiran nilai korupsi dari skandal mark up impor <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/beras\" title=\"beras\" rel=\"dofollow\">beras<\/a> Bapanas-Bulog Gate 2024 mencapai lebih dari Rp 2,7 triliun.<\/p>\n<p>Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto. SDR telah melaporkan skandal dugaan mark up impor beras Bapanas-Bulog Gate 2024 ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).\n<\/p>\n<p>\u201cBahwa berdasarkan data yang kami temukan diperoleh informasi rata-rata harga yang dikenakan (Bulog)untuk beras seharga USD 660\/ton cost, insurance, and freight (CIF),\u201d\u00a0 kata Hari Purwanto, Minggu(14\/7). <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/683452\/dokumen-impor-dinilai-tidak-proper-dan-jadi-masalah-yang-berujung-dugaan-skandal-mark-up-beras\" title=\" Dokumen Impor Dinilai tidak Proper dan Jadi Masalah yang Berujung Dugaan Skandal Mark Up Beras\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\"> Dokumen Impor Dinilai tidak Proper dan Jadi Masalah yang Berujung Dugaan Skandal Mark Up Beras<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>Hari Purwanto melanjutkan, Bulog juga mengimpor beras dengan harga rata-rata USD 655\/MT CIF Indonesia. Hal ini, kata Hari Purwanto, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret tahun 2024.\n<\/p>\n<p>\u201cJika merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pada Maret 2024 RI sudah mengimpor beras sebanyak 567,22 ribu ton atau senilai USD371,60 juta. Berarti Bulog mengimpor beras dengan harga rata-rata USD 655\/MT CIF Indonesia,\u201d papar Hari Purwanto.\n<\/p>\n<p>Hari Purwanto menambahkan, kebohongan Bulog semakin terkuak lantaran realisasi harga dari pemenang tender lainnya jauh lebih tinggi daripada penawaran perusahaan asal Vietnam Tan Long Group yang hanya 538 dolar AS per ton. <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/683303\/komisi-iv-dpr-bakal-dorong-pansus-ungkap-dugaan-mark-up-impor-beras\" title=\"Komisi IV DPR Bakal Dorong Pansus Ungkap Dugaan Mark Up Impor Beras\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">Komisi IV DPR Bakal Dorong Pansus Ungkap Dugaan Mark Up Impor Beras<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>Tan Long Group menyebut salah satu anggotanya yakni LOC TROI berhasil memenangkan tender Bulog 100.000 ton beras lantaran mengajukan harga lebih rendah US$15\/Ton dari yang mereka tawarkan. Harga ini jauh lebih rendah dari yang ditawarkan Tan Long group sebesar US$538\/Ton.\n<\/p>\n<p>Namun, dalam data yang dimiliki Bulog atau joint stock realisasi harga dari pemenang tender yakni LOC TROI sebesar US$ 604\/TON. Padahal berkaca klaim dari Tan Long Group maka LOC TROI seharusnya hanya mengajukan harga penawaran hanya sebesar US$523\/Ton Free on Board (FOB).\n<\/p>\n<p>Dengan demikian, jika dihitung dari Cost, Insurance, and Freight (CIF) LOC TROI yang ada di dalam data Bulog yakni US$604\/ton terdapat selisih harga US$46\/ton. Terlebih jika harga CIF milik Loc Troi dikurangi US$ 15\/ton dari harga penawaran Tan Long US$573\/ton yaitu US$558\/ton. <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/682931\/dpr-didorong-gelar-pansus-usut-dugaan-skandal-impor-beras\" title=\"DPR Didorong Gelar Pansus Usut Dugaan Skandal Impor Beras\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">DPR Didorong Gelar Pansus Usut Dugaan Skandal Impor Beras<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>\u201cIni selisih dari Loc Troi yang dapat order 100 ribu\/Ton x US$46\/Ton = US$4,6 juta. Ini mark up harga Bulog dari 1 perusahaan, Loc Troi. Belum markup dari perusahaan lain yang jumlahnya 2,2 juta ton. Untungnya lebih dari Rp 2,7T. Ini Skandal Bapanas-Bulog Gate 2024,\u201d beber Hari Purwanto.\n<\/p>\n<p>Dengan demikian, Hari Purwanto meminta, KPK dapat segera memerika\u00a0 Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi terkait dugaan skandal mark up impor beras. Hari Purwanto mendesak KPK juga dapat memeriksa Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dalam skandal mark up impor beras ini.\n<\/p>\n<p>\u201cKPK diminta dapat segera memeriksa Kepala Badan Pangan Nasional\/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi terkait dugaan skandal mark up impor beras,\u201d tandasnya. (Nov)\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/684872\/kasus-dugaan-mark-up-impor-beras-dinilai-coreng-prestasi-jokowi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi &#8211; beras.(MI\/ADI KRISTIADI) SKANDAL dugaan mark up impor beras Badan Pangan Nasional (Bapanas)-Perum Bulog dinilai mencoreng prestasi Presiden Joko Widodo atau Jokowi selama ini. Pasalnya, taksiran nilai korupsi dari skandal mark up impor beras Bapanas-Bulog Gate 2024 mencapai lebih dari Rp 2,7 triliun. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto. SDR [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9790,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-9789","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9789","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9789"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9789\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9790"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9789"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9789"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9789"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}