{"id":9578,"date":"2024-07-13T08:39:52","date_gmt":"2024-07-13T08:39:52","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/13\/geger-warga-kalsel-mabuk-kecubung-2-orang-tewas-dan-puluhan-dirawat-di-rs-jiwa\/"},"modified":"2024-07-13T08:39:52","modified_gmt":"2024-07-13T08:39:52","slug":"geger-warga-kalsel-mabuk-kecubung-2-orang-tewas-dan-puluhan-dirawat-di-rs-jiwa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/13\/geger-warga-kalsel-mabuk-kecubung-2-orang-tewas-dan-puluhan-dirawat-di-rs-jiwa\/","title":{"rendered":"Geger Warga Kalsel Mabuk Kecubung 2 Orang Tewas dan Puluhan Dirawat di RS Jiwa"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n<img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/800x467\/news\/2024\/07\/a3da528f71d5be30d84b02dfed8a073c.jpg\" alt=\"Geger Warga Kalsel Mabuk Kecubung! 2 Orang Tewas dan Puluhan Dirawat di RS Jiwa\"\/><figcaption>Warga Banjarmasin Kalsel yang mabuk kecubung.jpgIlustrasi, tanaman kecubung.(Dok. X\/Medcom.id)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KASUS mabuk tanaman <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kecubung\" title=\"kecubung\" rel=\"dofollow\">kecubung<\/a> merebak di Kalimantan Selatan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kalsel\" title=\"Kalsel\" rel=\"dofollow\">Kalsel<\/a>). Dua orang tewas dan puluhan warga dari berbagai daerah harus dirawat pusat rehabilitasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/rumah-sakit-jiwa\" title=\"Rumah Sakit Jiwa\" rel=\"dofollow\">Rumah Sakit Jiwa<\/a> (RSJ) Sambang Lihum, Kabupaten Banjar.<\/p>\n<p>Total ada 47 orang yang dirawat, dua orang meninggal dunia kemudian sembilan orang sudah sadar sementara lainnya masih di bawah pengaruh kecubung dan mengalami halusinasi,&#8221; tutur Kepala Seksi (Kasi) Humas RSJ Sambang Lihum, Budi Harmanto, Jumat (12\/7).\n<\/p>\n<p>Fenomena <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mabuk-kecubung\" title=\"Mabuk kecubung\" rel=\"dofollow\">mabuk kecubung<\/a> mencuat dalam sepekan terakhir. Pihak RSJ Sambang Lihum sendiri belum bisa memastikan penyebab banyaknya warga mengalami mabuk kecubung. &#8220;Kita terus berkoordinasi dengan BNN terkait hal ini,&#8221; ujar Budi. <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/285280\/kerugian-bencana-sosial-di-kalsel-hampir-rp100-miliar\" title=\"Kerugian Bencana Sosial di Kalsel Hampir Rp100 Miliar\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">Kerugian Bencana Sosial di Kalsel Hampir Rp100 Miliar<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>Informasi dihimpun Media, diduga tanaman berupa buah kecubung digunakan sebagai campuran obat daftar G untuk mendapatkan efek narkoba oleh para korban.\n<\/p>\n<p>Dikatakan Budi, para pasien yang dirawat di RSJ berasal dari berbagai daerah seperti <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/banjarmasin\" title=\"Banjarmasin\" rel=\"dofollow\">Banjarmasin<\/a>, Banjarbaru, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, dan Hulu Sungai Selatan.\n<\/p>\n<p>&#8220;Pasien yang sudah sadar kini menjalani rawat jalan. Untuk penyembuhan mental pasien memerlukan waktu cukup lama,&#8221; tambahnya.\n<\/p>\n<p>Sebelumnya Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel tengah menyelidiki maraknya kasus mabuk kecubung di sejumlah wilayah Kalsel ini. Fenomena ini cukup menghebohkan masyarakat di Kalsel.\n<\/p>\n<p>(Z-9)\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/684778\/geger-warga-kalsel-mabuk-kecubung-2-orang-tewas-dan-puluhan-dirawat-di-rs-jiwa\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga Banjarmasin Kalsel yang mabuk kecubung.jpgIlustrasi, tanaman kecubung.(Dok. X\/Medcom.id) KASUS mabuk tanaman kecubung merebak di Kalimantan Selatan (Kalsel). Dua orang tewas dan puluhan warga dari berbagai daerah harus dirawat pusat rehabilitasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Kabupaten Banjar. Total ada 47 orang yang dirawat, dua orang meninggal dunia kemudian sembilan orang sudah sadar sementara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9579,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-9578","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9578","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9578"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9578\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9579"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9578"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9578"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9578"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}