{"id":95526,"date":"2026-08-30T08:48:37","date_gmt":"2026-08-30T01:48:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/30\/kpbi-dorong-pelindo-pimpin-reformasi-ketenagakerjaan-di-bumn\/"},"modified":"2026-08-30T08:48:37","modified_gmt":"2026-08-30T01:48:37","slug":"kpbi-dorong-pelindo-pimpin-reformasi-ketenagakerjaan-di-bumn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/30\/kpbi-dorong-pelindo-pimpin-reformasi-ketenagakerjaan-di-bumn\/","title":{"rendered":"KPBI Dorong Pelindo Pimpin Reformasi Ketenagakerjaan di BUMN"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/30\/1788052886_de7201e0d53fd02f864d.jpeg\" alt=\"KPBI Dorong Pelindo Pimpin Reformasi Ketenagakerjaan di BUMN\"\/><figcaption>KPBI(istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KONFEDERASI Persatuan Buruh Indonesia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kpbi\" title=\"KPBI\">KPBI<\/a>) mendorong PT <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pelabuhan\" title=\"Pelabuhan\">Pelabuhan<\/a> Indonesia (Persero) atau Pelindo untuk memelopori reformasi ketenagakerjaan di lingkup BUMN. Pelindo dinilai memiliki posisi strategis untuk mengevaluasi penggunaan sistem alih daya (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/outsourcing\" title=\"outsourcing\">outsourcing<\/a>) pada jenis pekerjaan yang bersifat permanen dan strategis.<\/p>\n<p>Ketua Umum KPBI, Ilhamsyah, menyampaikan bahwa Pelindo telah mencatatkan kinerja operasional yang solid. Pada 2025, Pelindo membukukan arus peti kemas sebesar 19,8 juta TEUs dan pendapatan operasi mencapai sekitar Rp35,48 triliun. Namun, ia menekankan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari peran puluhan ribu tenaga kerja di lapangan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Modernisasi pelabuhan pada akhirnya tetap bergantung pada manusia yang mengoperasikan teknologi, menjaga keselamatan, mengambil keputusan di lapangan, dan memastikan pelayanan berjalan tanpa henti,&#8221; kata Ilhamsyah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/922331\/pelabuhan-pelindo-di-ntt-berangsur-normal-pemulihan-maumere-dipercepat\" title=\"Pelabuhan Pelindo di NTT Berangsur Normal, Pemulihan Maumere Dipercepat\" target=\"_blank\">Pelabuhan Pelindo di NTT Berangsur Normal, Pemulihan Maumere Dipercepat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menekankan penggunaan pekerja alih daya atau outsourcing memang merupakan bagian dari praktik bisnis yang diakui dalam sistem ketenagakerjaan Indonesia.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Persoalannya bukan semata-mata apakah outsourcing boleh digunakan atau tidak, melainkan sejauh mana model tersebut masih tepat apabila diterapkan dalam jangka panjang terhadap pekerjaan yang menjadi bagian permanen dari aktivitas perusahaan,&#8221; jelasnya.\u00a0<\/p>\n<p>Menurutnya, karakter bisnis kepelabuhanan membutuhkan pengalaman, kompetensi, kedisiplinan, dan pemahaman terhadap sistem operasional yang tidak dapat dibangun dalam waktu singkat. Ia menilai semakin lama seseorang bekerja dan semakin dalam pengetahuannya terhadap proses bisnis perusahaan, semakin besar pula nilai pengalaman yang dimilikinya bagi organisasi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/915876\/pelabuhan-berbasis-listrik-untuk-terminal-peti-kemas-lebih-efisien\" title=\"Pelabuhan Berbasis Listrik untuk Terminal Peti Kemas Lebih Efisien\" target=\"_blank\">Pelabuhan Berbasis Listrik untuk Terminal Peti Kemas Lebih Efisien<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ilhamsyah menjelaskan dalam industri kepelabuhanan, persoalan ini menjadi semakin penting karena pekerjaan tidak hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga keselamatan.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Operasional pelabuhan melibatkan kapal, alat berat, peti kemas, kendaraan, serta aktivitas manusia dalam skala besar. Pengalaman dan pemahaman terhadap lingkungan kerja merupakan modal penting untuk mencegah kesalahan dan kecelakaan,&#8221; ujarnya.\u00a0<\/p>\n<p>Karena itu, kata dia, kebijakan ketenagakerjaan seharusnya tidak hanya dihitung berdasarkan berapa besar biaya tenaga kerja yang dapat ditekan dalam satu tahun anggaran.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Yang perlu dihitung adalah berapa besar nilai yang dapat diciptakan pekerja bagi perusahaan dalam jangka panjang,&#8221; ujarnya.\u00a0<\/p>\n<p>Ia juga menilai pandangan bahwa outsourcing selalu menghasilkan efisiensi biaya. Dalam jangka panjang, perusahaan justru berisiko menanggung beban terselubung akibat pergantian tenaga kerja (turnover).<\/p>\n<p>&#8220;Efisiensi tenaga kerja tidak boleh hanya dilihat dari besarnya upah atau biaya tenaga kerja pada satu periode. Efisiensi yang sesungguhnya adalah kemampuan perusahaan mendapatkan produktivitas, kualitas, keselamatan, dan kesinambungan operasional dengan biaya yang paling rasional,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, kepastian hubungan kerja dinilai berdampak langsung pada produktivitas, keselamatan kerja (safety), dan stabilitas sosial pekerja, seperti kemudahan akses pembiayaan perbankan.<\/p>\n<p>KPBI menegaskan tidak menuntut pengangkatan seluruh pekerja outsourcing menjadi pekerja tetap secara serentak, melainkan melalui pendekatan yang rasional dan sesuai regulasi.<\/p>\n<p>&#8220;Kebijakan semacam itu harus mempertimbangkan kebutuhan organisasi, karakter pekerjaan, kompetensi pekerja, kondisi keuangan perusahaan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Ia menekankan Pelindo dapat memulai langkah yang lebih progresif melalui evaluasi menyeluruh terhadap jenis pekerjaan yang menggunakan tenaga alih daya, masa kerja pekerja, kebutuhan organisasi, serta kontribusi dan kompetensi masing-masing pekerja.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk pekerjaan yang secara nyata menjadi bagian permanen dan strategis dari proses bisnis perusahaan, Pelindo dapat mempertimbangkan mekanisme penguatan status kepegawaian secara bertahap sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku,&#8221; kata dia.\u00a0<\/p>\n<p>Menurutnya, pendekatan tersebut jauh lebih realistis dibandingkan perubahan status secara serentak. Perusahaan tetap dapat menjaga efisiensi, sementara pekerja mendapatkan jalur kepastian yang lebih jelas. &#8220;Pada saat yang sama, perusahaan dapat mempertahankan pekerja berpengalaman yang selama ini telah menjadi bagian dari operasionalnya,&#8221; ujarnya.\u00a0<\/p>\n<p>Ilhamsyah menyimpulkan, investasi pada peningkatan kualitas hubungan kerja akan berdampak langsung pada keberlanjutan BUMN dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>&#8220;Infrastruktur bisa dibangun dan teknologi bisa dibeli, tetapi loyalitas, pengalaman, dan rasa memiliki tidak bisa didapatkan secara instan. Sudah saatnya Pelindo memimpin reformasi ketenagakerjaan di lingkungan BUMN,&#8221; pungkasnya.<br \/>&#13;<br \/>\n(P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/927532\/kpbi-dorong-pelindo-pimpin-reformasi-ketenagakerjaan-di-bumn\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KPBI(istimewa) KONFEDERASI Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) mendorong PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo untuk memelopori reformasi ketenagakerjaan di lingkup BUMN. Pelindo dinilai memiliki posisi strategis untuk mengevaluasi penggunaan sistem alih daya (outsourcing) pada jenis pekerjaan yang bersifat permanen dan strategis. Ketua Umum KPBI, Ilhamsyah, menyampaikan bahwa Pelindo telah mencatatkan kinerja operasional yang solid. Pada 2025, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":95527,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-95526","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95526"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95526\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95527"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}