{"id":95434,"date":"2026-08-30T00:25:41","date_gmt":"2026-08-29T17:25:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/30\/75-anak-muda-bandung-olah-sampah-jadi-produk-bernilai-ekonomi\/"},"modified":"2026-08-30T00:25:41","modified_gmt":"2026-08-29T17:25:41","slug":"75-anak-muda-bandung-olah-sampah-jadi-produk-bernilai-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/30\/75-anak-muda-bandung-olah-sampah-jadi-produk-bernilai-ekonomi\/","title":{"rendered":"75 Anak Muda Bandung Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/29\/1788014276_7ca3c2dea4058a388b28.jpg\" alt=\"75 Anak Muda Bandung Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi\"\/><figcaption>Pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi.(Dok.Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>SEBANYAK 75 anak muda di Kota Bandung terlibat dalam program <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/generasi-untuk-bumi\" title=\"Generasi untuk Bumi\">Generasi untuk Bumi<\/a> yang mendorong <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pengolahan-sampah\" title=\"Pengolahan Sampah\">pengolahan sampah<\/a> menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi. Program yang digagas tim Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sbm-itb\" title=\"sbm itb\">SBM ITB<\/a>) itu memperkenalkan praktik ekonomi sirkular melalui pengolahan sampah organik, penyelamatan pangan, pemanfaatan botol plastik bekas, hingga pendidikan lingkungan bagi anak-anak.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa SBM ITB dengan anak muda di sekitar Teras Hijau Project (THP), Sukaraja, Kota Bandung. Program dikembangkan melalui empat proyek, yakni AMETHA, Food Rescue, DARANI, dan Kid&#8217;s Green Game.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/926965\/warga-gunungkidul-jalankan-ekonomi-sirkular-olah-sampah-organik-jadi-maggot\" title=\"Warga Gunungkidul Jalankan Ekonomi Sirkular: Olah Sampah Organik Jadi Maggot\" target=\"_blank\">Warga Gunungkidul Jalankan Ekonomi Sirkular: Olah Sampah Organik Jadi Maggot<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ketua Pengabdian Masyarakat SBM ITB Generasi untuk Bumi, Melia Famiola, mengatakan program tersebut tidak hanya mengajak peserta memilah atau membersihkan sampah. Peserta juga didorong memahami bagaimana material dapat dicegah menjadi sampah, diolah kembali, dan dikembangkan menjadi produk baru.<\/p>\n<p>\u201cHingga Agustus 2026, sedikitnya 1,5 ton sampah organik telah diolah menjadi eco-enzyme. Dari hasil pengolahan tersebut, sekitar 35 liter produk sabun telah dihasilkan,\u201d kata Melia.<\/p>\n<p>Menurut dia, kegiatan melalui proyek AMETHA menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan pemanfaatan sampah organik secara lebih luas. Peserta tidak hanya belajar mengolah limbah, tetapi juga mengembangkan hasil olahan menjadi produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/925260\/sampah-plastik-penerbangan-masuk-ekosistem-daur-ulang\" title=\"Sampah Plastik Penerbangan Masuk Ekosistem Daur Ulang\" target=\"_blank\">Sampah Plastik Penerbangan Masuk Ekosistem Daur Ulang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cPersoalannya bukan hanya berapa kilogram sampah yang berhasil dikurangi, tetapi nilai baru apa yang dapat diciptakan dari material tersebut,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Pendekatan serupa diterapkan melalui proyek Food Rescue. Dalam kegiatan ini, mahasiswa bersama masyarakat menyelamatkan bahan pangan yang masih layak konsumsi, tetapi berpotensi terbuang.<\/p>\n<p>Hingga laporan kemajuan program disusun, sekitar 25 kilogram bahan pangan berhasil diselamatkan. Sebagian bahan tersebut kemudian diolah menjadi produk baru, termasuk selai buah.<\/p>\n<p>Melia mengatakan Food Rescue mengajarkan prinsip pencegahan sampah sejak sebelum bahan pangan berakhir di tempat pembuangan. \u201cSolusi terhadap persoalan sampah tidak selalu dilakukan setelah sesuatu menjadi sampah. Pencegahan dapat dimulai ketika material atau bahan pangan masih memiliki nilai dan manfaat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, proyek DARANI berfokus pada pengembangan produk kerajinan dari botol plastik bekas. Dalam program tersebut, mahasiswa bekerja bersama pelaku usaha lokal untuk mengembangkan alternatif desain dan meningkatkan nilai jual produk.<\/p>\n<p>Mahasiswa tidak mengambil alih usaha yang telah dijalankan masyarakat, melainkan memberikan pendampingan dalam pengembangan desain agar produk dari botol plastik bekas memiliki fungsi dan peluang pasar yang lebih baik.<\/p>\n<p>\u201cProduk ramah lingkungan tidak cukup hanya memiliki cerita bahwa produk itu berasal dari sampah. Produk juga harus memiliki desain, fungsi, kualitas, dan nilai yang membuat konsumen tertarik menggunakannya,\u201d ujar Melia.<\/p>\n<p><strong>PENERAPAN EKONOMI SIRKULAR<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nIa menambahkan, pemanfaatan kembali botol plastik menjadi produk kerajinan merupakan bagian dari penerapan ekonomi sirkular. Material yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah diperpanjang masa pakai dan nilainya melalui kreativitas serta inovasi desain.<\/p>\n<p>Selain menyasar anak muda, Generasi untuk Bumi juga memperkenalkan pendidikan lingkungan kepada anak-anak melalui program Kid&#8217;s Green Game. Mahasiswa merancang permainan dan aktivitas edukatif bagi anak-anak yang belajar di sekolah berbayar sampah milik Teras Hijau Project. Sekolah tersebut memberikan akses pendidikan bagi anak usia dini dengan mekanisme kontribusi berupa sampah yang dapat dikelola oleh THP.<\/p>\n<p>Melalui permainan, anak-anak diperkenalkan pada kebiasaan menjaga lingkungan sejak usia dini. Materi mengenai sampah dan keberlanjutan dikemas dengan pendekatan yang lebih mudah dipahami. \u201cTujuannya agar kebiasaan menjaga lingkungan dapat dibangun sejak dini dan tidak harus menunggu seseorang menjadi dewasa,\u201d kata Melia.<\/p>\n<p>Program Generasi untuk Bumi juga mulai mengembangkan aspek pemasaran produk berbasis ekonomi sirkular. SBM ITB membantu Teras Hijau Project membangun kanal pasar daring untuk memperluas jangkauan konsumen.<\/p>\n<p>Ke depan, program tersebut akan mendorong pengujian pasar secara luring dan memberikan pelatihan kepada anak-anak muda setempat agar dapat terlibat sebagai agen penjualan produk THP.<\/p>\n<p>Melia mengatakan langkah tersebut penting agar program tidak berhenti pada edukasi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan generasi muda.<\/p>\n<p>\u201cTantangan produk berbasis ekonomi sirkular adalah membawa produk dari tingkat komunitas hingga dapat diterima pasar. Karena itu, pengembangan akses pasar menjadi bagian penting dari program ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><strong>TERAS HIJAU PROJECT<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nTeras Hijau Project sendiri dikembangkan sebagai laboratorium hidup berbasis komunitas dengan konsep Kampung Sirkular. Ekosistem tersebut menghubungkan pengelolaan sampah, ketahanan pangan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan penciptaan aktivitas ekonomi.<\/p>\n<p>Menurut Melia, keterlibatan 75 mahasiswa dan pemuda dalam Generasi untuk Bumi diharapkan dapat memperkuat regenerasi pelaku ekonomi sirkular.<\/p>\n<p>\u201cMereka tidak hanya belajar konsep di ruang kelas, tetapi terlibat langsung dalam mengolah material, mengembangkan produk, mendesain, mengedukasi anak-anak, hingga mencari peluang pasar,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Melalui program tersebut, sampah tidak lagi semata dipandang sebagai persoalan lingkungan. Material yang sebelumnya dianggap tidak bernilai didorong untuk kembali masuk ke dalam siklus pemanfaatan melalui inovasi dan kreativitas generasi muda. (E-2)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/927472\/75-anak-muda-bandung-olah-sampah-jadi-produk-bernilai-ekonomi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi.(Dok.Istimewa) \u00a0 SEBANYAK 75 anak muda di Kota Bandung terlibat dalam program Generasi untuk Bumi yang mendorong pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi. Program yang digagas tim Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) itu memperkenalkan praktik ekonomi sirkular [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":95435,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-95434","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95434","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95434"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95434\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95435"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95434"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95434"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95434"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}