{"id":95312,"date":"2026-08-29T19:23:45","date_gmt":"2026-08-29T12:23:45","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/29\/sidang-pleno-soal-pemilihan-ketum-pbnu-deadlock\/"},"modified":"2026-08-29T19:23:45","modified_gmt":"2026-08-29T12:23:45","slug":"sidang-pleno-soal-pemilihan-ketum-pbnu-deadlock","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/29\/sidang-pleno-soal-pemilihan-ketum-pbnu-deadlock\/","title":{"rendered":"Sidang Pleno Soal Pemilihan Ketum PBNU Deadlock"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/29\/1788005847_0229698fd1ba365035d0.jpg\" alt=\"Sidang Pleno Soal Pemilihan Ketum PBNU Deadlock\"\/><figcaption>Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya saat membuka secara resmi Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Lapangan Untung Suropati Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27\/8\/2026). Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyinggung sejarah( ANTARA FOTO\/Syaiful Arif\/foc.)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SIDANG Pleno ketiga laporan pembahasan dan pengesahan hasil \u00a0sidang komisi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/muktamar\" title=\"Muktamar\">Muktamar<\/a> Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Jombang, berakhir <em>deadlock.<\/em> Khususnya menyangkut sistem pemilihan Ketua Umum (Ketum) <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pbnu\" title=\"PBNU\">PBNU<\/a>.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cVoting terbuka terhadap sistem pemilihan ketua umum disepakati untuk dilakukan voting. Apakah nanti voting antara tetap atau berubah, akan dilaksanakan habis magrib nanti jam 19.00 WIB,\u201d kata Wakil Ketua Komisi Organisasi Muktamar Prof. Asrorur Niam disela sela Muktamar di Jombang, Sabtu (29\/8).\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menurutnya, materi pembahasan sebenarnya singkat, namun pembahasan cukup menyita waktu mengenai mekanisme pemilihan Ketua Umum sehingga harus dilanjutkan melalui <em>voting.<\/em><\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/927388\/hindari-intervensi-di-muktamar-nu-sejumlah-pcnu-daerah-menolak-karantina\" title=\"Hindari Intervensi di Muktamar NU, Sejumlah PCNU Daerah Menolak Karantina\" target=\"_blank\">Hindari Intervensi di Muktamar NU, Sejumlah PCNU Daerah Menolak Karantina<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ada dua opsi yang diajukan ke peserta Muktamat. Opsi tetap, yakni pertama dilakukan secara mufakat. Jika tidak dilakukan mufakat, maka dilakukan <em>voting one man one vote<\/em>. Selain itu, ada usulan barunya adalah melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA)\u00a0<\/p>\n<p>Selama Sidang Komisinya, pihaknya memberikan lima opsi, yakni Ketua Umum dipilih secara langsung oleh peserta muktamar melalui musyawarah mufakat. Jadi seluruh permusyawaratan di muktamar ini diupayakan musyawarah mufakat.<\/p>\n<p>Dalam hal musyawarah mufakat tidak tercapai, maka Ketua Umum dipilih oleh Ahlul Halli wal Aqdi. Calon Ketua Umum sebagaimana dimaksud pada ayat 2 dijaring melalui pemungutan suara oleh peserta muktamar.\u00a0 Hanya saja katanya, untuk opsi\u00a0kedua ini peserta memilih sebanyak-banyaknya 5 calon yang memenuhi syarat. Jadi kalau yang sebelumnya memilih 1, ini memilih 5.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/927387\/gkjw-dan-komunitas-keagamaan-sediakan-rumah-singgah-gratis-muktamar-nu-ke-35\" title=\"GKJW dan Komunitas Keagamaan Sediakan Rumah Singgah Gratis Muktamar NU Ke-35\" target=\"_blank\">GKJW dan Komunitas Keagamaan Sediakan Rumah Singgah Gratis Muktamar NU Ke-35<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kemudian, hasil pemilihan sebagaimana dimaksud pada ayat 3 diambil 5 besar untuk menjadi calon Ketua Umum dan diserahkan kepada Ahlul Halli wal Aqdi. Sedangkan yang terakhir, calon Ketua Umum sebagaimana dimaksud pada ayat 4 dipilih Ahlul Halli wal Aqdi setelah menyampaikan kesediaan secara lisan atau tertulis dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Rais Aam terpilih.<\/p>\n<p>\u201cIni tadi disampaikan pembahasan sangat singkat, sangat kekeluargaan. Kemudian ini setelah disajikan, langsung ditawarkan kepada musyawirin dan disepakati untuk poin di luar ini diterima dengan mufakat,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n<p>Kemungkinan besar ada dua kali<em> voting <\/em>ya?n Dikatakan, tidak ada voting dua kali. Sebab, Pertama <em>voting <\/em>sistem, yang kedua voting nama kan calon.<\/p>\n<p>\u201cNah, bedanya kalau voting sistem ini tidak tertutup. Jadi bisa terbuka langsung kotak A B, siapa yang memilih A, siapa yang memilih B, begitu. Beda halnya kalau nanti terkait dengan orang, sebagaimana tata tertib kita, kalau terkait dengan orang itu voting-nya tertutup,\u201d katanya. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/927426\/sidang-pleno-soal-pemilihan-ketum-pbnu-deadlock\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya saat membuka secara resmi Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Lapangan Untung Suropati Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27\/8\/2026). Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyinggung sejarah( ANTARA FOTO\/Syaiful Arif\/foc.) SIDANG Pleno ketiga laporan pembahasan dan pengesahan hasil \u00a0sidang komisi Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Jombang, berakhir deadlock. Khususnya menyangkut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":95313,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-95312","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95312","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95312"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95312\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95313"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95312"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95312"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95312"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}