{"id":95137,"date":"2026-08-29T10:12:36","date_gmt":"2026-08-29T03:12:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/29\/titiek-soeharto-sambut-peraih-nobel-dan-tokoh-dunia-di-twnc-lampung\/"},"modified":"2026-08-29T10:12:36","modified_gmt":"2026-08-29T03:12:36","slug":"titiek-soeharto-sambut-peraih-nobel-dan-tokoh-dunia-di-twnc-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/29\/titiek-soeharto-sambut-peraih-nobel-dan-tokoh-dunia-di-twnc-lampung\/","title":{"rendered":"Titiek Soeharto Sambut Peraih Nobel dan Tokoh Dunia di TWNC Lampung"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/29\/1787972671_74ebfa5b22345bedcb5c.png\" alt=\"Titiek Soeharto Sambut Peraih Nobel dan Tokoh Dunia di TWNC Lampung\"\/><figcaption>Titiek Soeharto Sambut Peraih Nobel dan Tokoh Dunia di TWNC Lampung,(Artha Graha Peduli)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SEBANYAK 21 peraih Penghargaan Nobel, Turing Award, ilmuwan, akademisi, dan tokoh dunia melakukan kunjungan ke <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tambling-wildlife-nature-conservation\" title=\"Tambling Wildlife Nature Conservation\">Tambling Wildlife Nature Conservation<\/a> (TWNC), Lampung, pada 27\u201328 Agustus 2026. Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan biodiversitas Indonesia sekaligus mempertemukan para pemikir dunia dengan pengalaman konservasi yang telah berlangsung di Tambling selama tiga dekade.<\/p>\n<p>Para tamu kehormatan ini diterima Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Siti Hediati Soeharto, yang juga menjadi tuan rumah acara.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>TWNC dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki bentang alam yang beragam dan pengalaman panjang dalam upaya konservasi. Dikelola oleh Artha Graha Peduli sejak 1996 , TWNC menjadi bagian dari program lingkungan AGP melalui kerja sama dengan Kementerian Kehutanan di tahun 2008.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/923057\/titiek-soeharto-tinjau-pengungsian-korban-gempa-di-reok\" title=\"Titiek Soeharto Tinjau Pengungsian Korban Gempa di Reok\" target=\"_blank\">Titiek Soeharto Tinjau Pengungsian Korban Gempa di Reok<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dengan luas 48.153 hektar hutan dan 14.089 hektar kawasan laut, TWNC memiliki hutan hujan tropis dataran rendah, hutan pantai, mangrove, danau, rawa air tawar, serta hutan sekunder.<\/p>\n<p>Siti Hediati Soeharto menyampaikan bahwa Tambling merupakan ruang yang mempertemukan kekayaan alam Indonesia dengan ilmu pengetahuan dan kolaborasi global. Dengan pengalaman konservasi TWNC selama tiga dekade menunjukkan menjaga alam butuh komitmen kuat dan berorientasi pada generasi mendatang. \u201cTambling memperkenalkan sesuatu yang sangat penting. Konservasi bukan sebuah proyek pendek, tetapi sebuah komitmen panjang untuk generasi ke depan,&#8221; kata <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/titiek-soeharto\" title=\"Titiek Soeharto\">Titiek Soeharto<\/a>, sapaan karib Siti Hediati.<\/p>\n<p>\u201cHari ini, saya percaya Tambling (Wildlife Nature Conservation) bisa menjadi sesuatu yang lebih besar. Tambling bisa menjadi laboratorium hidup, di mana alam bertemu dengan sains, teknologi, pendidikan dan hubungan internasional (dalam event ini).\u201d Terang Ketua Komisi IV DPR tersebut saat menyambut kehadiran para penerima Nobel<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/921781\/presiden-prabowo-pidato-di-sidang-tahunan-mpr-titiek-kalau-bisa-ngomongnya-lebih-panjang-lagi\" title=\"Presiden Prabowo Pidato di Sidang Tahunan MPR, Titiek: Kalau Bisa Ngomongnya Lebih Panjang Lagi\" target=\"_blank\">Presiden Prabowo Pidato di Sidang Tahunan MPR, Titiek: Kalau Bisa Ngomongnya Lebih Panjang Lagi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk membangun hubungan luas antara pengalaman konservasi Indonesia dan komunitas global. \u201cKami (hadir) bukan hanya untuk Tambling, tetapi juga belajar, membantu mengembangkan ide baru, membantu meneliti bagaimana sains dan teknologi dapat memperkuat perlindungan biodiversitas, iklim, resiliensi dan pembangunan yang berkelanjutan, selamat datang pada pada Presiden Ramos dan seluruh penerima Nobel di Tambling.\u201d Pungkasnya.<\/p>\n<p>Pengalaman konservasi di Tambling juga memperlihatkan pentingnya kepemimpinan dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga alam. Nobel Peace Prize laureate, Presiden Timor Leste Jos\u00e9 Ramos-Horta melihat kepemimpinan Tomy Winata sebagai salah satu hal yang dapat dipelajari dari pengalaman konservasi di kawasan tersebut. \u201cSatu hal yang bisa dipelajari adalah kepemimpinan. Ini adalah kepemimpinan Tomy Winata. Senang sekali bahwa pemerintah dan masyarakat memberikan tanggung jawab untuk mengurus kawasan ini selama 30 tahun.\u201d Terangnya di sela-sela perilisan Tukik.<\/p>\n<p>Ramos-Horta juga menekankan bahwa upaya konservasi \u00a0perlu memperhatikan hubungan dengan masyarakat setempat. \u201cAnda tidak bisa melakukan apa-apa tanpa berhubungan (kolaborasi) dengan rakyat yang tinggal di sini. Mereka harus merasakannya, percaya padanya, dan kemudian mereka membuat pengalaman yang hebat. Mereka bukan penonton.\u201d<\/p>\n<p>Pengalaman konservasi tersebut juga mencakup upaya perlindungan satwa liar, terutama Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang merupakan satwa berstatus kritis (Critically Endangered) Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra di TWNC menangani dan memulihkan harimau yang mengalami konflik sebelum dikembalikan ke habitat alaminya.<\/p>\n<p>Menjaga hutan pada saat yang sama berarti menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi berbagai tekanan terhadap alam, termasuk risiko kebakaran hutan dan lahan.\u00a0<\/p>\n<p>Hutan yang tetap terjaga tidak hanya menjadi habitat bagi satwa liar, tetapi juga berperan sebagai penyimpan karbon, pengatur tata air, dan penyangga kehidupan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n<p>Dalam konteks yang lebih luas, Ramos-Horta melihat pengalaman Indonesia dalam menjaga alam sebagai salah satu pembelajaran bagi dunia. Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan lingkungan, mulai dari kebakaran hutan hingga bencana alam. \u201cIndonesia sendiri adalah contoh untuk seluruh dunia,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu kehadiran para penerima Nobel dan tokoh dunia di Tambling menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung hubungan antara ilmu pengetahuan, konservasi dan keberlanjutan.<\/p>\n<p>Dengan latar belakang berbeda para tokoh dunia bisa memberikan perspektif yang beragam dalam pertemuan tersebut. Adapun peserta yang hadir:<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li>Jos\u00e9 Ramos-Horta \u2014 Nobel Peace Prize 1996<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Frances H. Arnold \u2014 Nobel Chemistry 2018<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Tim Hunt \u2014 Nobel Physiology or Medicine 2001<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Benjamin List \u2014 Nobel Chemistry 2021<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Robert C. Merton \u2014 Nobel Economic Sciences 1997<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Konstantin Novoselov \u2014 Nobel Physics 2010<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Frederick Jay Ramsdell \u2014 Nobel Physiology or Medicine 2025<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>James A. Robinson \u2014 Nobel Economic Sciences 2024<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Brian Paul Schmidt \u2014 Nobel Physics 2011<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>David Beasley \u2014 Nobel Peace Prize\/World Food Programme 2020<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Jack Joseph Dongarra \u2014 Computer Science\/Mathematics 2021<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Martin Edward Hellman \u2014 Computer Science\/Cryptography 2015<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Whitfield Diffie \u2014 Computer Science\/Cryptography 2015<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Richard S. Sutton \u2014 Computer Science 2024<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Torsten Hoefler \u2014 Computer Science 2025<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Sara Seager \u2014 Astrophysics 2024<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Howard Yana Shapiro \u2014 Agriculture &amp; Environmental Sciences 2009<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kailash Satyarthi \u2014 Nobel Peace Prize 2014<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Leander Heldring \u2014 Economic Sciences 2024<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Peter Badge \u2014 Nobel Photographer 2000<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Gilles Brassard \u2014 Computer Science 2025<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<p>\u201cTambling adalah tempat yang sangat unik. Ini bukan kebun binatang atau taman, tetapi ekosistem alami di mana satwa, burung, ikan dan seluruh kehidupan di dalamnya masih berjalan dalam keseimbangan. Tantangannya adalah menjaga keunikan ini tanpa kehilangan keasliannya. Saya percaya setiap negara membutuhkan tempat seperti ini, agar kita menghargai apa yang kita miliki sebelum kehilangan, karena mengembalikannya jauh lebih sulit daripada menjaganya sejak awal.\u201d Terang Laura Anne perwakilan salah satu penerima Nobel \u00a0<\/p>\n<p>Kunjungan ini diharapkan bisa menjadi kesempatan untuk memperkenalkan cerita tentang Indonesia dari perspektif kekayaan alam dan pengalaman menjaga lingkungan.<\/p>\n<p>Sebagaimana prinsip founder TWNC yang menyatakan bahwa, \u201cKita jaga alam, alam jaga kita\u201d<\/p>\n<p>(RO\/P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/927348\/titiek-soeharto-sambut-peraih-nobel-dan-tokoh-dunia-di-twnc-lampung\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Titiek Soeharto Sambut Peraih Nobel dan Tokoh Dunia di TWNC Lampung,(Artha Graha Peduli) SEBANYAK 21 peraih Penghargaan Nobel, Turing Award, ilmuwan, akademisi, dan tokoh dunia melakukan kunjungan ke Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Lampung, pada 27\u201328 Agustus 2026. Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan biodiversitas Indonesia sekaligus mempertemukan para pemikir dunia dengan pengalaman konservasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":95138,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-95137","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95137","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95137"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95137\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95138"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95137"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95137"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95137"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}