{"id":92183,"date":"2026-08-23T22:57:37","date_gmt":"2026-08-23T15:57:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/23\/3-kebiasaan-sehari-hari-yang-bisa-memicu-hipertensi-dari-kurang-tidur-hingga-jarang-bergerak\/"},"modified":"2026-08-23T22:57:37","modified_gmt":"2026-08-23T15:57:37","slug":"3-kebiasaan-sehari-hari-yang-bisa-memicu-hipertensi-dari-kurang-tidur-hingga-jarang-bergerak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/23\/3-kebiasaan-sehari-hari-yang-bisa-memicu-hipertensi-dari-kurang-tidur-hingga-jarang-bergerak\/","title":{"rendered":"3 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memicu Hipertensi, dari Kurang Tidur hingga Jarang Bergerak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/23\/1787500308_3d54389e16ac1e88e037.jpg\" alt=\"3 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memicu Hipertensi, dari Kurang Tidur hingga Jarang Bergerak\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnifik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hipertensi\" title=\"Hipertensi\">Hipertensi<\/a> atau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tekanan-darah-tinggi\" title=\"tekanan darah tinggi\">tekanan darah tinggi<\/a> terjadi ketika tekanan darah berada pada atau di atas 140\/90 mmHg secara menetap. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risikonya adalah pola makan tinggi garam.\u00a0<\/p>\n<p>Selain itu, kebiasaan sehari-hari seperti kurang aktivitas fisik dan pola hidup yang tidak sehat juga dapat meningkatkan risiko hipertensi.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3><strong>Kebiasaan Sepele yang Bisa Berdampak Terkena Hipertensi<\/strong><\/h3>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li>Kurang aktivitas fisik seperti berolahraga, melakukan pekerjaan rumah, merapikan rumah, atau berjalan santai dapat membuat kapasitas jantung lebih rendah dibandingkan orang yang rutin berolahraga. Orang yang jarang berolahraga memiliki kapasitas jantung yang lebih rendah sehingga jantung perlu memompa lebih berat untuk mengirim darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi.\u00a0<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kurang tidur juga dapat membuat jantung harus bekerja lebih keras. Kurang tidur membuat tekanan darah naik karena tubuh gagal menurunkan tekanan darah secara alami pada malam hari. Kondisi ini dapat memicu hormon stres, mempercepat denyut jantung, dan menyempitkan pembuluh darah.\u00a0<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Sembarangan mengkonsumsi obat pereda nyeri juga perlu diperhatikan. Obat ini dapat menyebabkan tubuh menahan air. Terlalu banyak air dalam tubuh dapat memengaruhi ginjal dan meningkatkan tekanan darah.\u00a0<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<h3><strong>Bergerak hingga Atur Pernapasan<\/strong><\/h3>\n<p>Melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki dapat membantu pengidap tekanan darah tinggi. Berjalan kaki mampu mengurangi tekanan darah sistolik hingga 3,8 mmHg dan tekanan darah diastolik 0,3 mmHg. Jika dibarengi dengan pola hidup sehat dan obat-obatan yang disarankan, tekanan darah dapat lebih mudah dikendalikan.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/916879\/benarkah-memijat-jari-bisa-menurunkan-darah-tinggi-cek-faktanya\" title=\"Benarkah Memijat Jari Bisa Menurunkan Darah Tinggi? Cek Faktanya\" target=\"_blank\">Benarkah Memijat Jari Bisa Menurunkan Darah Tinggi? Cek Faktanya<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>1. Latihan Pernafasan<\/strong><\/h3>\n<p>Melakukan pernapasan lambat dengan frekuensi kurang dari 10 kali per menit selama 10 menit setiap hari dapat menurunkan tekanan darah secara instan. Teknik ini bekerja dengan merangsang saraf vagus yang berfungsi mengirimkan sinyal rileks ke seluruh tubuh dan menurunkan aktivitas hormon stres.\u00a0<\/p>\n<h3><strong>2. Yoga<\/strong><\/h3>\n<p>Yoga dapat meningkatkan fleksibilitas, mendukung kesehatan jantung dan peredaran darah, meningkatkan energi dan vitalitas, serta menjaga metabolisme tetap seimbang.\u00a0<\/p>\n<h3><strong>3. Diet DASH\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p>Diet \u00a0yang dirancang untuk mencegah lonjakan tekanan darah, sehingga dapat mengatasi dan mencegah hipertensi. Diet ini menyarankan \u00a0untuk mengonsumsi makanan rendah garam dan makanan yang mengandung nutrisi tertentu seperti kalium, kalsium, dan magnesium yang efektif menurunkan tekanan darah dan mengandung nutrisi seimbang,<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/913683\/sembilan-jenis-makanan-yang-harus-dihindari-penderita-hipertensi\" title=\"Sembilan Jenis Makanan yang Harus Dihindari Penderita Hipertensi\" target=\"_blank\">Sembilan Jenis Makanan yang Harus Dihindari Penderita Hipertensi<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>Apa yang Perlu di Konsumsi<\/strong><\/h3>\n<p>Dikutip dari WHO (World Health Organization), kalium ditemukan dalam berbagai makanan yang tidak diolah, termasuk kacang-kacangan dan polong-polongan, biji-bijian, sayuran seperti bayam, kubis, dan peterseli, serta buah-buahan seperti pisang, pepaya, dan kurma.<\/p>\n<p>Disarankan untuk memenuhi asupan kalium minimal 90 mmol atau 3.510 mg per hari untuk orang dewasa. Peningkatan asupan kalium dari makanan dapat membantu menurunkan tekanan darah serta risiko penyakit kardiovaskular dan stroke.<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>, <em>Alodokter, Halodok, WHO<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/925146\/3-kebiasaan-sehari-hari-yang-bisa-memicu-hipertensi-dari-kurang-tidur-hingga-jarang-bergerak\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnifik) Hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi ketika tekanan darah berada pada atau di atas 140\/90 mmHg secara menetap. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risikonya adalah pola makan tinggi garam.\u00a0 Selain itu, kebiasaan sehari-hari seperti kurang aktivitas fisik dan pola hidup yang tidak sehat juga dapat meningkatkan risiko hipertensi.\u00a0 Kebiasaan Sepele yang Bisa Berdampak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":92184,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-92183","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92183","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=92183"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92183\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92184"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=92183"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=92183"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=92183"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}