{"id":92035,"date":"2026-08-23T16:47:36","date_gmt":"2026-08-23T09:47:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/23\/archipelagic-thinking-gagasan-baru-generasi-muda-untuk-indonesia-emas-2045\/"},"modified":"2026-08-23T16:47:36","modified_gmt":"2026-08-23T09:47:36","slug":"archipelagic-thinking-gagasan-baru-generasi-muda-untuk-indonesia-emas-2045","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/23\/archipelagic-thinking-gagasan-baru-generasi-muda-untuk-indonesia-emas-2045\/","title":{"rendered":"Archipelagic Thinking Gagasan Baru Generasi Muda untuk Indonesia Emas 2045"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/23\/1787477332_4dcdf6dd6109c58d1588.jpg\" alt=\"Archipelagic Thinking: Gagasan Baru Generasi Muda untuk Indonesia Emas 2045\"\/><figcaption>Aktivis mahasiswa Tiyo Ardianto (kiri) bersama pengamat kebijakan publik Dhana Baswara .(Ist)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SOSOK aktivis mahasiswa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tiyo-ardianto\" title=\"Tiyo Ardianto\">Tiyo Ardianto<\/a> bersama lulusan Universitas Sussex Inggris, Dhana Baswara, merumuskan gagasan strategis <em>archipelagic thinking<\/em> (berpikir kepulauan) untuk menyambut <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/indonesia-emas-2045\" title=\"indonesia emas 2045\">Indonesia Emas 2045<\/a>. Gagasan tersebut lahir usai keduanya menggelar diskusi mendalam di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (22\/8).<\/p>\n<p>Konsep <em>archipelagic thinking<\/em> berfokus pada kerangka berpikir yang mensyaratkan pemahaman menyeluruh terhadap karakter negara kepulauan yang majemuk.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Gagasan ini mendorong pemerintah untuk melahirkan kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi kekhasan daerah, ketimbang menerapkan pendekatan uniformitas (<em>one size fits all<\/em>).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/920586\/pentingnya-kedaulatan-ekonomi-menuju-indonesia-emas-2045\" title=\"Pentingnya Kedaulatan Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045\" target=\"_blank\">Pentingnya Kedaulatan Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Tiyo, mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, menilai Indonesia dapat memetik pelajaran dari Inggris yang juga bertipologi negara kepulauan dalam menjaga tradisi di tengah arus modernisasi. Guna mematangkan konsep tersebut, Tiyo dan Dhana merancang <em>roadshow<\/em> nasional menyasar kelompok milenial dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/generasi-z\" title=\"Generasi Z\">Generasi Z<\/a>.<\/p>\n<p>&#8220;Kita akan lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kita ingin mendalami pemikiran anak muda dari seluruh Indonesia mengenai masa depan daerah mereka,&#8221; ujar Tiyo, Minggu (23\/8).<\/p>\n<p>Senada dengan Tiyo, pengamat kebijakan publik Dhana Baswara\u00a0mengonfirmasi fokus utama gerakan penyerapan aspirasi generasi muda tersebut. &#8220;Kita ingin mendalami pemikiran anak muda dari seluruh Indonesia mengenai masa depan daerah mereka,&#8221; ucap Dhana.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/919025\/presiden-prabowo-temui-150-periset-brin-di-istana-bahas-hal-ini\" title=\"Presiden Prabowo Temui 150 Periset BRIN di Istana, Bahas Hal Ini!\" target=\"_blank\">Presiden Prabowo Temui 150 Periset BRIN di Istana, Bahas Hal Ini!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Format sosialisasi akan digarap melintasi berbagai media, mulai dari bincang terbuka, siniar (<em>podcast<\/em>), hingga dokumenter.\u00a0<\/p>\n<p>Di sisi lain, Tiyo menyoroti pentingnya pembenahan moralitas kepemimpinan nasional di tengah maraknya kasus korupsi. Menurutnya, penyiapan fondasi pola pikir generasi baru merupakan kunci utama mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.<\/p>\n<p>&#8220;Krisis ini sudah sangat akut, untuk menyelesaikannya harus dipotong satu generasi. Kita tidak bisa mengharapkan perubahan terjadi dari generasi sekarang, kita harus menyiapkan generasi masa depan,&#8221; tegas Tiyo.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa potensi ekonomi dari kekayaan alam dan modal sosial keberagaman budaya Indonesia hanya bisa dioptimalkan oleh kepemimpinan generasi muda yang berintegritas.<\/p>\n<p>&#8220;Di tangan generasi muda yang punya kesadaran moral dan budaya yang tinggi, potensi Indonesia Emas bisa terwujud,&#8221; pungkas Tiyo. (P-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/925009\/archipelagic-thinking-gagasan-baru-generasi-muda-untuk-indonesia-emas-2045\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aktivis mahasiswa Tiyo Ardianto (kiri) bersama pengamat kebijakan publik Dhana Baswara .(Ist) SOSOK aktivis mahasiswa Tiyo Ardianto bersama lulusan Universitas Sussex Inggris, Dhana Baswara, merumuskan gagasan strategis archipelagic thinking (berpikir kepulauan) untuk menyambut Indonesia Emas 2045. Gagasan tersebut lahir usai keduanya menggelar diskusi mendalam di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (22\/8). Konsep archipelagic thinking berfokus pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":92036,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-92035","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92035","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=92035"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92035\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92036"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=92035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=92035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=92035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}