{"id":91818,"date":"2026-08-23T02:04:37","date_gmt":"2026-08-22T19:04:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/23\/forum-ulama-tolak-serangan-fajar-dalam-muktamar-ke-35-nu\/"},"modified":"2026-08-23T02:04:37","modified_gmt":"2026-08-22T19:04:37","slug":"forum-ulama-tolak-serangan-fajar-dalam-muktamar-ke-35-nu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/23\/forum-ulama-tolak-serangan-fajar-dalam-muktamar-ke-35-nu\/","title":{"rendered":"Forum Ulama Tolak Serangan Fajar dalam Muktamar ke-35 NU"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/22\/1787401888_6df68ced7bf457a8806d.jpg\" alt=\"Forum Ulama Tolak 'Serangan Fajar' dalam Muktamar ke-35 NU\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MENJELANG <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/muktamar-ke-35-nahdlatul-ulama\" title=\"Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama\">Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama<\/a> (NU), Forum Ulama Nahdliyyin (FUN) menggelar Halaqah Jam\u2019iyyah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nahdlatul-ulama\" title=\"Nahdlatul Ulama\">Nahdlatul Ulama<\/a> bertema \u201cMenyelamatkan Marwah Syuriyah dan Kemuliaan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA)\u201d di Jakarta, Jumat (21\/8\/2026).<\/p>\n<p>Ketua FUN KH Mujib Qulyubi menegaskan halaqah bertujuan untuk menyatukan komitmen bersama para pengurus syuriyah dan tanfidziyah, serta puluhan pengasuh pesantren agar Muktamar besok mengedepankan otoritas moral, keteladanan, serta komitmen untuk menolak risywah.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cTujuan utama sistem AHWA ini untuk menghindari politik uang, eh sekarang yang terjadi sebaliknya. PBNU sudah mengeluarkan Pedoman Penyampaian Usulan Nama Calon AHWA secara resmi ada lima (5) poin. Tapi dalam pelaksanaan ditengarahi banyak pelanggaran, baik prosedural maupun substansial. Indikasi \u201ctembak di tempat\u201d dan paket lengkap dari institusi luar adalah bukti penyimpangan nyata,\u201d ujar Kiai Mujib melalui keterangannya, Sabtu (22\/8\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/923616\/yenny-wahid-tekankan-rekonsiliasi-mutlak-usai-muktamar-ke-35-nu\" title=\"Yenny Wahid Tekankan Rekonsiliasi Mutlak usai Muktamar ke-35 NU\" target=\"_blank\">Yenny Wahid Tekankan Rekonsiliasi Mutlak usai Muktamar ke-35 NU<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ketua Tanfidziyah PWNU DKI KH Samsul Ma\u2019arif mengatakan, ishlah yang beberapa waktu lalu berlangsung antara Rais Aam Kiai Miftahul Ahyar dan Ketum PBNU Gus Yahya hanyalah lips service. \u201cIshlah itu hanya formalistik, di permukaan, sampai sekarang sejatinya tidak pernah ada ishlah antara keduanya. Bahkan dalam satu kesempatan bersama dengan Gus Yahya, DKI diminta mundur menjadi tuan rumah Muktamar, namun saya menolaknya,\u201d ujar KH Samsul.<\/p>\n<p>Sementara itu, KH Adnan Anwar menekankan agar calon Rais Aam dan Ketum PBNU memahami geopolitik kekinian. \u201cTidak seperti sekarang, ngurus Ba\u2019alawi saja tidak bisa, malah memihak. Indonesia itu dijadikan target setelah Iran. Islam di Indonesia dianggap sebagai gangguan ekonomi mereka, makanya pesantren mulai di-bully. Beda sekali dengan zaman Kiai Said Aqil Siradj, saat itu pengkaderan jalan, universitas tumbuh, dan seterusnya,\u201d ujar Adnan.<\/p>\n<p>Penasehat LBM PWNU DKI KH Mukti Ali Qusyairi mengatakan dalam kriteria AHWA, jika ada yang paling alim, maka didahulukan yang paling alim dan paling tertib pendidikannya. &#8220;Pilihannya hanya Kiai Said, beliau pernah mendampingi empat Rais Aam dan berjalan baik-baik saja, tidak ada persoalan maupun masalah penting seperti saat ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/921962\/hut-ke-81-ri-dan-muktamar-nu-ke-35-jadi-penguat-semangat-kebangsaan\" title=\"HUT ke-81 RI dan Muktamar NU ke-35 Jadi Penguat Semangat Kebangsaan\" target=\"_blank\">HUT ke-81 RI dan Muktamar NU ke-35 Jadi Penguat Semangat Kebangsaan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cSegenap pengurus PWNU dan PCNU wajib hukumnya melawan suap AHWA, wajib tanpa terkecuali. Menerima suap itu adalah kebobrokan moral tertinggi yang tidak seharusnya dinormalisasi oleh para muktamirin,\u201d ujar KH Abdul Manan Ghoni, tokoh NU yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang turut hadir dalam halaqah. \u00a0<\/p>\n<p>Menghadapi Muktamar ke-35, seluruh elemen NU, terutama para kiai sepuh, pengurus di berbagai tingkatan, dan warga nahdliyin secara umum, harus berani bersikap tegas menolak segala bentuk komersialisasi suara dan stempel organisasi.\u00a0<\/p>\n<p>Forum mendorong adanya kesadaran serta perbaikan agar segenap muktamirin kembali pada Niat Dasar (Tajdidun Niyat): mengingat kembali bahwa ber-NU adalah jalan pengabdian (khidmah), bukan jalan mencari keuntungan finansial sesaat. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/924825\/forum-ulama-tolak-serangan-fajar-dalam-muktamar-ke-35-nu\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) MENJELANG Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Forum Ulama Nahdliyyin (FUN) menggelar Halaqah Jam\u2019iyyah Nahdlatul Ulama bertema \u201cMenyelamatkan Marwah Syuriyah dan Kemuliaan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA)\u201d di Jakarta, Jumat (21\/8\/2026). Ketua FUN KH Mujib Qulyubi menegaskan halaqah bertujuan untuk menyatukan komitmen bersama para pengurus syuriyah dan tanfidziyah, serta puluhan pengasuh pesantren agar Muktamar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":91819,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-91818","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91818","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=91818"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91818\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/91819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=91818"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=91818"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=91818"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}