{"id":91776,"date":"2026-08-23T00:18:36","date_gmt":"2026-08-22T17:18:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/23\/gus-yahya-tegaskan-komitmen-transformasi-tata-kelola-pbnu-berbasis-digital\/"},"modified":"2026-08-23T00:18:36","modified_gmt":"2026-08-22T17:18:36","slug":"gus-yahya-tegaskan-komitmen-transformasi-tata-kelola-pbnu-berbasis-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/23\/gus-yahya-tegaskan-komitmen-transformasi-tata-kelola-pbnu-berbasis-digital\/","title":{"rendered":"Gus Yahya Tegaskan Komitmen Transformasi Tata Kelola PBNU Berbasis Digital"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/22\/1787407786_0e275af8ad823049ce28.jpg\" alt=\"Gus Yahya Tegaskan Komitmen Transformasi Tata Kelola PBNU Berbasis Digital\"\/><figcaption>Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) .(Antara-HO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MEMASUKI abad kedua perjalanannya, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nahdlatul-ulama\" title=\"Nahdlatul Ulama\">Nahdlatul Ulama<\/a> (NU) berkomitmen memperkuat transformasi organisasi berbasis digital tanpa melepaskan tradisi keulamaan.\u00a0<\/p>\n<p>Langkah strategis ini diambil guna menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks, mulai dari disrupsi kecerdasan artifisial (AI), perubahan iklim, hingga pergeseran demografi generasi muda.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pbnu\" title=\"PBNU\">PBNU<\/a>) <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kh-yahya-cholil-staquf\" title=\"KH Yahya Cholil Staquf\">KH Yahya Cholil Staquf<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gus-yahya\" title=\"gus yahya\">Gus Yahya<\/a>), menegaskan bahwa kebesaran ukuran jam\u2019iyah, yang kini mencakup 38 PWNU, 523 PCNU, 33 PCINU, 7.000 MWC, dan 61.000 Pengurus Ranting, harus diimbangi dengan kapasitas kelembagaan yang modern dan transparan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/834587\/pbnu-benarkan-pemecatan-gus-yahya-sebagai-ketum-terkait-aliran-dana-rp100-miliar\" target=\"_blank\" title=\"PBNU Benarkan Pemecatan Gus Yahya Sebagai Ketum Terkait Aliran Dana Rp100 Miliar\">PBNU Benarkan Pemecatan Gus Yahya Sebagai Ketum Terkait Aliran Dana Rp100 Miliar<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cKebesaran ukuran organisasi harus diperkuat dengan adaptasi administrasi modern. Digitalisasi dan standarisasi tata kelola adalah jalur mutlak agar NU tetap berdaya guna dan relevan melayani umat di tingkat akar rumput,\u201d ujar Gus Yahya di Jakarta, Sabtu (22\/8).<\/p>\n<p><strong>MEMBANGUN SISTEM<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nDalam kurun lima tahun terakhir, PBNU memodernisasi tata kelola melalui platform digital Digdaya NU dan integrasi AI WhatsApp Chatbot untuk membantu administrasi hingga tingkat ranting.\u00a0<\/p>\n<p>Transformasi ini turut ditopang oleh kaderisasi berjenjang melalui PD-PKPNU dan PMKNU yang telah meluluskan lebih dari 133.000 kader.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/924501\/persiapan-muktamar-ke-35-nu-di-tambakberas-jombang-capai-85-persen\" target=\"_blank\" title=\"Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang Capai 85 Persen\">Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang Capai 85 Persen<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Meski melakukan modernisasi, akar spiritualitas tetap dijaga ketat melalui program Nasrus Sanad di Pesantren Tebuireng. Di kancah internasional, PBNU juga aktif memperluas diplomasi melalui Religion of Twenty (R20), ISORA, dan aksi kemanusiaan global via LAZISNU.<\/p>\n<p>\u201cTidak bisa kita berpikir tentang NU, kecuali pada saat yang sama kita berpikir dan bertindak tentang Indonesia,\u201d tandas Gus Yahya.<\/p>\n<p><strong>MUKTAMAR KE-35<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nMenyongsong Visi NU 2050, Muktamar ke-35 bertema Menjaga Muruah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa, dirancang untuk mematangkan arah pembangunan organisasi. PBNU menargetkan penyusunan dua dokumen strategis, yaitu:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>\u00a0 \u00a0 Roadmap 25 Tahun NU: Peta jalan integratif seluruh lembaga dan badan otonom.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>\u00a0 \u00a0 Piagam Nilai Keulamaan: Panduan otoritas keilmuan dan dakwah masyarakat di era digital.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Selain itu, kemandirian ekonomi turut disokong melalui unit usaha NUNOMIC serta perluasan integrasi teknologi hingga tingkat desa.<\/p>\n<p>\u201cTujuan akhir dari transformasi ini adalah menciptakan sistem tata kelola dan kemandirian ekonomi yang bekerja secara otomatis. Dengan begitu, manfaat kehadiran NU sebagai institusi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke tingkat Ranting di desa-desa,\u201d pukas Gus Yahya. (P-2)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/924866\/gus-yahya-tegaskan-komitmen-transformasi-tata-kelola-pbnu-berbasis-digital\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) .(Antara-HO) MEMASUKI abad kedua perjalanannya, Nahdlatul Ulama (NU) berkomitmen memperkuat transformasi organisasi berbasis digital tanpa melepaskan tradisi keulamaan.\u00a0 Langkah strategis ini diambil guna menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks, mulai dari disrupsi kecerdasan artifisial (AI), perubahan iklim, hingga pergeseran demografi generasi muda. Ketua Umum Pengurus Besar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":91777,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-91776","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91776","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=91776"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91776\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/91777"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=91776"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=91776"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=91776"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}