{"id":91584,"date":"2026-08-22T16:25:36","date_gmt":"2026-08-22T09:25:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/22\/gempa-susulan-ntt-capai-5-246-kali-bmkg-aktivitas-mulai-meluruh\/"},"modified":"2026-08-22T16:25:36","modified_gmt":"2026-08-22T09:25:36","slug":"gempa-susulan-ntt-capai-5-246-kali-bmkg-aktivitas-mulai-meluruh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/22\/gempa-susulan-ntt-capai-5-246-kali-bmkg-aktivitas-mulai-meluruh\/","title":{"rendered":"Gempa Susulan NTT Capai 5.246 Kali, BMKG Aktivitas Mulai Meluruh"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/22\/1787390579_e194869f8dc1bb6f8d8a.jpg\" alt=\"Gempa Susulan NTT Capai 5.246 Kali, BMKG: Aktivitas Mulai Meluruh\"\/><figcaption>BMKG mencatat 5.246 gempa susulan di NTT hingga 22 Agustus 2026.(Dok. BMKG)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>AKTIVITAS gempa bumi susulan pascagempa utama magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 masih terus berlanjut. Hingga Sabtu (22\/8) pukul 14.00 WIB, Stasiun Geofisika Kupang mencatat sebanyak 5.246 kejadian gempa susulan.<\/p>\n<p>Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengungkapkan bahwa dari ribuan gempa tersebut, kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,2 dan terkecil magnitudo 1,1. Sebanyak 32 gempa tercatat memiliki magnitudo di atas 5, sementara 126 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Berdasarkan peta sebaran <i>aftershock<\/i>, aktivitas kegempaan terkonsentrasi di wilayah utara Pulau Flores. Pola sebaran ini memanjang mengikuti struktur <i><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/flores-back-arc-thrust\" title=\"Flores Back Arc Thrust\">Flores Back Arc Thrust<\/a><\/i>, dengan titik episenter paling padat berada di wilayah Flores bagian tengah hingga timur, serta beberapa titik di bagian selatan pulau.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/823748\/gempa-magnitudo-52-terasa-di-tiga-kecamatan-di-lembata\" title=\"Gempa Magnitudo 5,2 Terasa di Tiga Kecamatan di Lembata\" target=\"_blank\">Gempa Magnitudo 5,2 Terasa di Tiga Kecamatan di Lembata<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Meski jumlah gempa susulan tergolong tinggi, Arief menyebutkan bahwa grafik peluruhan aktivitas mulai menunjukkan tren penurunan. Hal ini menandakan kekuatan dan frekuensi gempa susulan secara bertahap mulai mereda dibandingkan hari-hari awal pascagempa utama.<\/p>\n<p>\u201cDari grafik peluruhan mulai nampak pola penurunan, sehingga gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu,\u201d ujar Arief dalam keterangannya, Sabtu (22\/8).<\/p>\n<p>BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi selama proses peluruhan berlangsung. Hingga saat ini, BMKG terus melakukan pemantauan ketat terhadap perkembangan aktivitas tektonik di wilayah Flores guna memberikan informasi terkini kepada publik. (Z_10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/924771\/gempa-susulan-ntt-capai-5246-kali-bmkg-aktivitas-mulai-meluruh\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BMKG mencatat 5.246 gempa susulan di NTT hingga 22 Agustus 2026.(Dok. BMKG) AKTIVITAS gempa bumi susulan pascagempa utama magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 masih terus berlanjut. Hingga Sabtu (22\/8) pukul 14.00 WIB, Stasiun Geofisika Kupang mencatat sebanyak 5.246 kejadian gempa susulan. Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":91585,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-91584","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91584","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=91584"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91584\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/91585"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=91584"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=91584"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=91584"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}