{"id":91568,"date":"2026-08-22T15:44:39","date_gmt":"2026-08-22T08:44:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/22\/amrinita-raih-perunggu-kejuaraan-dunia-bwf-2026-momentum-kebangkitan-ganda-campuran\/"},"modified":"2026-08-22T15:44:39","modified_gmt":"2026-08-22T08:44:39","slug":"amrinita-raih-perunggu-kejuaraan-dunia-bwf-2026-momentum-kebangkitan-ganda-campuran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/22\/amrinita-raih-perunggu-kejuaraan-dunia-bwf-2026-momentum-kebangkitan-ganda-campuran\/","title":{"rendered":"AmriNita Raih Perunggu Kejuaraan Dunia BWF 2026, Momentum Kebangkitan Ganda Campuran"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/22\/1787387818_3c7a0675cdec0f7c9cd0.png\" alt=\"Amri\/Nita Raih Perunggu Kejuaraan Dunia BWF 2026, Momentum Kebangkitan Ganda Campuran\"\/><figcaption>Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi\/Nita Violina Marwah.(Dok. PBSI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PASANGAN <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ganda-campuran-indonesia\" title=\"Ganda Campuran Indonesia\">ganda campuran Indonesia<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/amri-syahnawinita-violina-marwah\" title=\"Amri Syahnawi\/Nita Violina Marwah\">Amri Syahnawi\/Nita Violina Marwah<\/a>, menegaskan tekad untuk menjadikan raihan medali perunggu di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kejuaraan-dunia-bwf-2026\" title=\"Kejuaraan Dunia BWF 2026\">Kejuaraan Dunia BWF 2026<\/a> sebagai batu loncatan penting. Pencapaian di New Delhi, India, tersebut diharapkan menjadi modal utama untuk membangun kembali daya saing sektor ganda campuran Indonesia di panggung dunia.<\/p>\n<p>Amri menilai keberhasilan menembus babak semifinal memberikan keyakinan bahwa mereka mampu bersaing dengan pasangan-pasangan terbaik dunia. Hal ini sekaligus menjadi suntikan motivasi bagi sektor ganda campuran Merah Putih yang saat ini tengah menjalani proses regenerasi dan pembinaan ulang.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Semoga hasil ini memotivasi tim ganda campuran yang mulai dari nol lagi. Ayo bareng-bareng teman-teman, para pelatih, adik-adik, kita kerja keras lagi, kita coba lagi semaksimal mungkin,&#8221; ujar Amri dalam keterangan resmi PBSI, Sabtu (22\/8).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/924745\/kejuaraan-dunia-bwf-2026-paceklik-emas-indonesia-berlanjut\" title=\"Kejuaraan Dunia BWF 2026: Paceklik Emas Indonesia Berlanjut\" target=\"_blank\">Kejuaraan Dunia BWF 2026: Paceklik Emas Indonesia Berlanjut<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Perlawanan Sengit Melawan Peringkat Satu Dunia<\/h2>\n<p>Langkah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/amrinita\" title=\"Amri\/Nita\">Amri\/Nita<\/a> di Kejuaraan Dunia 2026 terhenti di babak semifinal setelah memberikan perlawanan luar biasa melawan pasangan nomor satu dunia asal China, Feng Yan Zhe\/Huang Dong Ping. Dalam laga maraton berdurasi 97 menit tersebut, Amri\/Nita kalah tipis dengan skor 22-20, 14-21, dan 20-22.<\/p>\n<p>Meski kalah, pasangan Indonesia menunjukkan mentalitas baja dengan memaksa gim penentuan hingga kedudukan <i>setting<\/i> 20-20. Amri mengaku tampil lepas karena telah mempelajari pola permainan lawan secara mendalam sebelum laga dimulai.<\/p>\n<p>&#8220;Saya merasakan gairah yang lebih dari malam tadi, ingin sekali tampil maksimal di babak semifinal ini. Saya mempelajari benar permainan mereka dan itu mungkin yang membuat hari ini kami bisa main lepas,&#8221; ungkap Amri.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/924146\/kejuaraan-dunia-bwf-2026-kalahkan-juara-all-england-amrinita-makin-yakin-bersaing-di-level-elite\" title=\"Kejuaraan Dunia BWF 2026: Kalahkan Juara All England, Amri\/Nita Makin Yakin Bersaing di Level Elite\" target=\"_blank\">Kejuaraan Dunia BWF 2026: Kalahkan Juara All England, Amri\/Nita Makin Yakin Bersaing di Level Elite<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Ketenangan di Poin Kritis<\/h2>\n<p>Kepercayaan diri Amri\/Nita tumbuh berkat kemampuan mereka keluar dari tekanan. Pada gim pertama, mereka mampu membalikkan keadaan saat Feng\/Huang sudah mendekati kemenangan. Nita Violina Marwah menjelaskan bahwa kunci keberhasilan tersebut adalah fokus pada permainan dan tidak terpaku pada papan skor.<\/p>\n<p>&#8220;Kami coba mencari poin sebanyak mungkin dan fokus ke permainan. Sama-sama cari jalan keluar, harus bagaimana, harus main apa. Akhirnya bisa mengejar dan balik ambil keunggulan,&#8221; kata Nita.<\/p>\n<p>Namun, Nita mengakui bahwa pada fase kritis di gim ketiga, keberanian mengambil keputusan menjadi pembeda hasil akhir. &#8220;Kami terus komunikasi, belum selesai jadi masih ada kesempatan, tapi mungkin saat <i>setting<\/i> kami kalah nekat sama mereka,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<h2>Target Podium Lebih Tinggi<\/h2>\n<p>Bagi Amri, penampilan konsisten di New Delhi menjadi bukti bahwa mereka siap memburu prestasi yang lebih tinggi pada turnamen-turnamen berikutnya. Ia berkomitmen untuk meningkatkan porsi latihan demi mencapai podium tertinggi.<\/p>\n<p>Nita pun berharap medali perunggu ini menjadi jawaban atas kepercayaan yang diberikan oleh tim pelatih dan keluarga selama masa pembinaan. &#8220;Medali perunggu ini untuk Indonesia dan untuk semua yang sudah selalu percaya kalau kami masih bisa bersaing,&#8221; pungkas Nita. (Ant\/I-1)<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9;\"><strong>Statistik Pertandingan Semifinal:<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Durasi<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">97 Menit<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Skor Akhir<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">22-20, 14-21, 20-22<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Lawan<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Feng Yan Zhe\/Huang Dong Ping (CHN)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/924760\/amrinita-raih-perunggu-kejuaraan-dunia-bwf-2026-momentum-kebangkitan-ganda-campuran\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi\/Nita Violina Marwah.(Dok. PBSI) PASANGAN ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi\/Nita Violina Marwah, menegaskan tekad untuk menjadikan raihan medali perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2026 sebagai batu loncatan penting. Pencapaian di New Delhi, India, tersebut diharapkan menjadi modal utama untuk membangun kembali daya saing sektor ganda campuran Indonesia di panggung dunia. Amri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":91569,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-91568","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91568","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=91568"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91568\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/91569"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=91568"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=91568"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=91568"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}