{"id":91476,"date":"2026-08-22T10:19:37","date_gmt":"2026-08-22T03:19:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/22\/kapan-waktu-terbaik-berhenti-minum-kopi-agar-tidur-nyenyak-ini-kata-pakar\/"},"modified":"2026-08-22T10:19:37","modified_gmt":"2026-08-22T03:19:37","slug":"kapan-waktu-terbaik-berhenti-minum-kopi-agar-tidur-nyenyak-ini-kata-pakar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/22\/kapan-waktu-terbaik-berhenti-minum-kopi-agar-tidur-nyenyak-ini-kata-pakar\/","title":{"rendered":"Kapan Waktu Terbaik Berhenti Minum Kopi Agar Tidur Nyenyak Ini Kata Pakar"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/22\/1787332917_97870c80ab6eed1f85fe.png\" alt=\"Kapan Waktu Terbaik Berhenti Minum Kopi Agar Tidur Nyenyak? Ini Kata Pakar\"\/><figcaption>ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KONSUMSI minuman berkafein seperti <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kopi\" title=\"kopi\">kopi<\/a> ampuh menjaga tubuh tetap terjaga. Namun, jika dikonsumsi pada waktu yang kurang tepat, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kafein\" title=\"Kafein\">kafein<\/a> dapat mengganggu arsitektur dan kualitas tidur secara signifikan.<\/p>\n<p>Dokter spesialis kedokteran tidur sekaligus salah satu pendiri Theta Sleep, Tom Chambers, MBBS, mengungkapkan kafein yang diminum terlalu dekat dengan waktu tidur berisiko merusak pola istirahat malam.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Kafein dapat mengurangi kemampuan untuk tertidur, menurunkan kualitas tidur, dan mengganggu arsitektur tidur,&#8221; kata Chambers, dilansir Real Simple, Kamis (20\/8\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/923597\/apakah-kopi-menyebabkan-dehidrasi-yang-merusak-ginjal-cek-fakta-medisnya\" title=\"Apakah Kopi Menyebabkan Dehidrasi yang Merusak Ginjal? Cek Fakta Medisnya\" target=\"_blank\">Apakah Kopi Menyebabkan Dehidrasi yang Merusak Ginjal? Cek Fakta Medisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Chambers menekankan batas waktu penghentian konsumsi kafein harus disesuaikan dengan target jam tidur masing-masing individu, bukan batasan jam yang baku. Berdasarkan riset terbaru, kafein memiliki waktu paruh rata-rata 3 hingga 7 jam pada orang dewasa sehat, meski kecepatannya berbeda pada tiap orang.<\/p>\n<p>&#8220;Seharusnya kita mempertimbangkannya berdasarkan waktu tidur, daripada waktu yang ditentukan dalam sehari. Jika seseorang yang tidur pukul 21.00, tentu harus berhenti mengonsumsi kafein jauh lebih awal dibandingkan orang yang tidur tengah malam,&#8221; jelas Chambers.<\/p>\n<h2>Panduan Jeda Waktu Berdasarkan Dosis Kafein<\/h2>\n<p>Direktur Medis Sleep Cycle Center Andrew Valenzuela, MD, menyarankan aturan sederhana yaitu menghentikan konsumsi kafein 8 hingga 10 jam sebelum tidur. Penelitian dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menunjukkan asupan 400 miligram kafein (setara 4 cangkir kopi) mengurangi total waktu tidur lebih dari satu jam jika diminum enam jam sebelum tidur.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/923591\/apakah-kopi-instan-lebih-buruk-bagi-ginjal-cek-fakta-dan-risikonya\" title=\"Apakah Kopi Instan Lebih Buruk bagi Ginjal? Cek Fakta dan Risikonya\" target=\"_blank\">Apakah Kopi Instan Lebih Buruk bagi Ginjal? Cek Fakta dan Risikonya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Uji klinis terbaru dalam bidang kedokteran tidur menunjukkan bahwa dosis tinggi yang dikonsumsi dalam rentang 8 hingga 12 jam sebelum tidur secara signifikan meningkatkan fragmentasi tidur dan menunda waktu untuk tertidur,&#8221; papar Valenzuela.<\/p>\n<p>Uji acak silang membuktikan dosis tinggi (400 mg) masih mengganggu tidur meski diminum 12 jam sebelumnya. Sebaliknya, dosis kecil sekitar 100 mg tidak memberikan dampak signifikan terhadap tidur pada waktu uji yang sama.<\/p>\n<p>Berikut panduan jeda waktu minum kopi berdasarkan dosis dan target jam tidur:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Dosis Kecil (Sekitar 100 mg): Gunakan jeda minimal 8 jam sebelum tidur. Jika target tidur pukul 21.00, hentikan konsumsi paling lambat pukul 13.00.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Dosis Tinggi (Sekitar 400 mg): Gunakan jeda minimal 12 jam sebelum tidur. Jika target tidur pukul 21.00, hentikan konsumsi paling lambat pukul 09.00.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Bagi individu yang sensitif terhadap kafein atau sering mengalami gangguan tidur, jeda waktu tersebut perlu diperpanjang. Efek kafein juga dipengaruhi oleh variabel lain seperti volume, konsentrasi, kandungan gula, serta bahan aktif tambahan dalam minuman. (P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/924633\/kapan-waktu-terbaik-berhenti-minum-kopi-agar-tidur-nyenyak-ini-kata-pakar\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Magnific) KONSUMSI minuman berkafein seperti kopi ampuh menjaga tubuh tetap terjaga. Namun, jika dikonsumsi pada waktu yang kurang tepat, kafein dapat mengganggu arsitektur dan kualitas tidur secara signifikan. Dokter spesialis kedokteran tidur sekaligus salah satu pendiri Theta Sleep, Tom Chambers, MBBS, mengungkapkan kafein yang diminum terlalu dekat dengan waktu tidur berisiko merusak pola istirahat malam. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":91477,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-91476","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91476","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=91476"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91476\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/91477"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=91476"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=91476"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=91476"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}