{"id":91058,"date":"2026-08-21T14:35:42","date_gmt":"2026-08-21T07:35:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/21\/una-eterna-rilis-soundsystem-evangelist-rayakan-kekacauan-musik-lokal\/"},"modified":"2026-08-21T14:35:42","modified_gmt":"2026-08-21T07:35:42","slug":"una-eterna-rilis-soundsystem-evangelist-rayakan-kekacauan-musik-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/21\/una-eterna-rilis-soundsystem-evangelist-rayakan-kekacauan-musik-lokal\/","title":{"rendered":"Una Eterna Rilis SOUNDSYSTEM EVANGELIST, Rayakan Kekacauan Musik Lokal"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/21\/1787296884_9bdd13741c44cce38c1b.jpg\" alt=\"Una Eterna Rilis SOUNDSYSTEM EVANGELIST, Rayakan Kekacauan Musik Lokal\"\/><figcaption>Una Eterna(MI\/HO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>ADA sesuatu yang menarik ketika seorang musisi berhenti mengejar kesempurnaan dan mulai menerima kekacauan sebagai bahasa utamanya. Di titik itulah <strong><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/soundsystem-evangelist\" title=\"SOUNDSYSTEM EVANGELIST\">SOUNDSYSTEM EVANGELIST<\/a><\/strong> lahir, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/album\" title=\"Album\">album<\/a> terbaru dari <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/una-eterna\" title=\"Una Eterna\">Una Eterna<\/a>, seniman multidisiplin yang selama ini dikenal lewat berbagai medium, mulai dari ilustrasi, desain, penulisan, produksi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/musik\" title=\"musik\">musik<\/a>, hingga DJ set di bawah moniker <em>unETERNAlly<\/em>.<\/p>\n<p>Alih-alih melanjutkan formula yang dianggap berhasil melalui rilisan sebelumnya, Una justru mengambil langkah mundur. Bukan karena kehilangan arah, melainkan karena mempertanyakan seluruh proses kreatifnya sendiri.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Rasa tidak puas terhadap karya-karyanya menjadi titik awal pencarian baru: kembali mengunjungi musik-musik yang membentuk dirinya sejak kecil, lalu membiarkan semuanya bertabrakan tanpa perlu mencari pembenaran.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/924378\/perjalanan-visual-album-intonesia-diskoria-rampung-lewat-video-klip-dua-mimpi\" title=\"Perjalanan Visual Album INTONESIA Diskoria Rampung Lewat Video Klip Dua Mimpi\" target=\"_blank\">Perjalanan Visual Album INTONESIA Diskoria Rampung Lewat Video Klip Dua Mimpi<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Eksperimen Bunyi dan Nostalgia Lokal<\/h3>\n<p>Hasilnya adalah sebuah album yang menolak dikotomi antara yang dianggap &#8220;serius&#8221; dan &#8220;receh&#8221;. Di dalamnya, funkot, breakcore, reggae, dangdut, hardcore, hingga internet music saling berkelindan dalam satu ruang yang sama. Tidak ada upaya untuk merapikan benturan tersebut; justru dari kekacauan itulah identitas album ini terbentuk.<\/p>\n<p>Jika banyak rilisan elektronik hari ini sibuk mengejar estetika futuristik, <em>SOUNDSYSTEM EVANGELIST<\/em> justru menemukan masa depannya melalui nostalgia yang sangat lokal. Album ini menjadi pengingat bahwa musik dansa Indonesia tidak pernah membutuhkan validasi dari luar untuk terdengar radikal. Funkot, reggae, dan dangdut hadir bukan sebagai gimmick atau ironi, melainkan sebagai fondasi yang sejak awal memang layak dirayakan.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Detail Album<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Informasi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Judul Album<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">SOUNDSYSTEM EVANGELIST<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Artis<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Una Eterna (unETERNAlly)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Tanggal Rilis<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">24 Juli 2026<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Label<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Anti Trust Records<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Platform<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Bandcamp, Subvert.fm<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Genre\/Unsur<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Funkot, Breakcore, Reggae, Dangdut, Hardcore, Internet Music<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Pendekatan DIY dan Penghormatan Personal<\/h3>\n<p>Sebagian besar materi dalam album diproduksi dan direkam sendiri oleh Una Eterna di kamarnya. Meski dominan dikerjakan secara mandiri, sejumlah kolaborasi turut hadir melalui Cahya Nugraha pada salah satu komposisi, serta <em>emmcare<\/em> yang berkontribusi dalam proses produksi untuk lagu lainnya. Seluruh artwork juga dikerjakan langsung oleh Una, memperkuat pendekatan DIY (<em>Do It Yourself<\/em>) yang menjadi bagian penting dari praktik kreatifnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/924367\/riani-sovana-rilis-ep-the-halloween-live-sessions-dan-video-musik-terbaru\" title=\"Riani Sovana Rilis EP The Halloween Live Sessions dan Video Musik Terbaru\" target=\"_blank\">Riani Sovana Rilis EP The Halloween Live Sessions dan Video Musik Terbaru<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Di balik seluruh eksperimen tersebut, <em>SOUNDSYSTEM EVANGELIST<\/em> tetap terasa sangat personal. Album ini menjadi bentuk penghormatan kepada Mbah Surip, sosok yang disebut Una sebagai pintu masuk pertamanya terhadap musik sejak usia empat tahun.<\/p>\n<p>\u201cAlbum ini adalah penghormatan untuk Mbah Surip yang mengenalkan saya pada musik sejak usia empat tahun, sekaligus ucapan terima kasih untuk komunitas, teman-teman, para kolaborator, dan Anti Trust Records yang telah mendukung saya hingga album ini bisa terwujud,\u201d ujar Una Eterna.<\/p>\n<p>Lebih dari sekadar album elektronik, karya ini merupakan refleksi atas cara mendengar yang lahir dari pengalaman sehari-hari\u2014di mana musik lokal, kultur internet, dan berbagai pengaruh yang tampak bertolak belakang dapat hidup berdampingan tanpa harus kehilangan identitas masing-masing. Album ini menawarkan pandangan bahwa inspirasi tidak selalu datang dari sesuatu yang jauh, tetapi juga dari bunyi-bunyian yang telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/924389\/una-eterna-rilis-soundsystem-evangelist-rayakan-kekacauan-musik-lokal\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Una Eterna(MI\/HO) ADA sesuatu yang menarik ketika seorang musisi berhenti mengejar kesempurnaan dan mulai menerima kekacauan sebagai bahasa utamanya. Di titik itulah SOUNDSYSTEM EVANGELIST lahir, album terbaru dari Una Eterna, seniman multidisiplin yang selama ini dikenal lewat berbagai medium, mulai dari ilustrasi, desain, penulisan, produksi musik, hingga DJ set di bawah moniker unETERNAlly. Alih-alih melanjutkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":91059,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-91058","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91058","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=91058"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91058\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/91059"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=91058"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=91058"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=91058"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}