{"id":90599,"date":"2026-08-20T17:42:36","date_gmt":"2026-08-20T10:42:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/20\/pengungsi-mandiri-nangahale-sikka-lansia-meninggal-di-tengah-keterbatasan-penanganan\/"},"modified":"2026-08-20T17:42:36","modified_gmt":"2026-08-20T10:42:36","slug":"pengungsi-mandiri-nangahale-sikka-lansia-meninggal-di-tengah-keterbatasan-penanganan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/20\/pengungsi-mandiri-nangahale-sikka-lansia-meninggal-di-tengah-keterbatasan-penanganan\/","title":{"rendered":"Pengungsi Mandiri Nangahale Sikka, Lansia Meninggal di Tengah Keterbatasan Penanganan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/20\/1787222039_75ec0b2e5fbf9ae0b681.jpg\" alt=\"Pengungsi Mandiri Nangahale Sikka, Lansia Meninggal di Tengah Keterbatasan Penanganan\"\/><figcaption>Warga terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo beraktivitas di tenda darurat yang disediakan BNPB di posko pengungsian utama Lapangan Gelora Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19\/8\/2026). Sebanyak 1.600 jiwa terpaksa meninggalkan rumah lan(MI\/Usman Iskandar)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KABAR duka kembali datang dari warga terdampak <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gempa-flores\" title=\"gempa Flores\">gempa Flores<\/a> yang bertahan di posko pengungsian mandiri di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/desa-nangahale\" title=\"Desa Nangahale\">Desa Nangahale<\/a>, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nusa-tenggara-timur\" title=\"Nusa Tenggara Timur\">Nusa Tenggara Timur<\/a> (NTT).\u00a0Seorang warga pengungsi mandiri bernama Usman, 67, meninggal dunia pada Kamis (20\/8) siang setelah mengalami sesak napas dan batuk-batuk di lokasi pengungsian.<\/p>\n<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, Usman sebelumnya memiliki riwayat sakit. Selama berada di lokasi pengungsian, ia hanya beristirahat dengan beralaskan terpal dan kain seadanya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Kondisi tempat pengungsian yang terbuka membuat warga harus bertahan dengan fasilitas yang sangat terbatas. Pada Kamis pagi, kondisi Usman memburuk hingga akhirnya terjatuh di lokasi pengungsian.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/923980\/gempa-flores-lansia-dievakuasi-dari-tenda-mandiri-ke-posko-kesehatan-pascagempa\" title=\"Gempa Flores, Lansia Dievakuasi dari Tenda Mandiri ke Posko Kesehatan Pascagempa\" target=\"_blank\">Gempa Flores, Lansia Dievakuasi dari Tenda Mandiri ke Posko Kesehatan Pascagempa<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Warga sempat membawa Usman ke Puskesmas Watubaing untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nyawanya tidak tertolong setelah mendapatkan penanganan.<\/p>\n<p>Kematian Usman menambah daftar panjang persoalan yang dihadapi warga yang memilih bertahan di pengungsian mandiri. Sebelumnya, seorang warga bernama Hasmida juga mengalami kejadian membahayakan akibat gigitan ular di sekitar lokasi pengungsian.<\/p>\n<p>Hasmida sempat ditangani di Puskesmas Watubaing. Akhirnya, ia dirujuk ke RSUD TC Hillers Maumere untuk perawatan lebih lanjut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/923957\/gubernur-bali-dan-ntb-antar-langsung-bantuan-untuk-korban-gempa-ntt\" title=\"Gubernur Bali dan NTB Antar Langsung Bantuan untuk Korban Gempa NTT\" target=\"_blank\">Gubernur Bali dan NTB Antar Langsung Bantuan untuk Korban Gempa NTT<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Ribuan Jiwa Bertahan di Tenda Darurat<\/h2>\n<p>Di Desa Nangahale, tercatat sebanyak 393 keluarga atau 1.551 jiwa masih bertahan di tiga titik posko pengungsian mandiri. Data pengungsi menunjukkan keberadaan kelompok rentan dalam jumlah besar, yang terdiri dari:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>179 lansia<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>27 ibu hamil<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>75 ibu menyusui<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>90 balita<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>603 anak-anak<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>19 penyandang disabilitas<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Keberadaan kelompok rentan ini membuat kebutuhan akan layanan kesehatan, perlindungan, makanan, air bersih, serta tempat tinggal yang layak menjadi semakin mendesak. Namun, hingga saat ini, para pengungsi mandiri di tiga posko tersebut mengaku belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.<\/p>\n<p>Meninggalnya Usman dan insiden gigitan ular yang dialami Hasmida memicu kekhawatiran mendalam terkait keselamatan warga di lokasi terbuka. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sikka segera melakukan pendataan dan penanganan langsung ke lokasi-lokasi terpencil.<\/p>\n<p>Mereka meminta pemerintah tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan di wilayah perkotaan atau pusat pemerintahan, tetapi juga menjangkau pengungsi mandiri yang kondisinya kian memprihatinkan di tengah keterbatasan fasilitas. (I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/924041\/pengungsi-mandiri-nangahale-sikka-lansia-meninggal-di-tengah-keterbatasan-penanganan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo beraktivitas di tenda darurat yang disediakan BNPB di posko pengungsian utama Lapangan Gelora Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19\/8\/2026). Sebanyak 1.600 jiwa terpaksa meninggalkan rumah lan(MI\/Usman Iskandar) KABAR duka kembali datang dari warga terdampak gempa Flores yang bertahan di posko pengungsian mandiri di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":90600,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-90599","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90599","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90599"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90599\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90600"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90599"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90599"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90599"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}