{"id":90286,"date":"2026-08-20T01:32:41","date_gmt":"2026-08-19T18:32:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/20\/berdayakan-masyarakat-dengan-gelar-edukasi-digital-ramah-anak-dan-digitalisasi-umkm\/"},"modified":"2026-08-20T01:32:41","modified_gmt":"2026-08-19T18:32:41","slug":"berdayakan-masyarakat-dengan-gelar-edukasi-digital-ramah-anak-dan-digitalisasi-umkm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/20\/berdayakan-masyarakat-dengan-gelar-edukasi-digital-ramah-anak-dan-digitalisasi-umkm\/","title":{"rendered":"Berdayakan Masyarakat dengan Gelar Edukasi Digital Ramah Anak dan Digitalisasi UMKM"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/19\/1787154165_2a83069636db0c68768e.jpg\" alt=\"Berdayakan Masyarakat dengan Gelar Edukasi Digital Ramah Anak dan Digitalisasi UMKM\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok T1 Kuningan dari Universitas Budi Luhur menghadirkan rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata di Desa Sumbakeling, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Program ini difokuskan pada dua sektor krusial, yakni pendidikan anak usia dini dan penguatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).<\/p>\n<p>Pelaksanaan program ini didukung penuh oleh CSR Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta pihak sekolah. Kolaborasi ini bertujuan agar pengabdian mahasiswa tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan manfaat berkelanjutan melalui edukasi, pendampingan, dan penyediaan sarana fisik.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Program utama Kelompok T1 di sektor pendidikan dilaksanakan di TK Islam Al-Hidayah Sumbakeling. Mahasiswa memberikan edukasi digital dengan pendekatan ramah anak, menekankan penggunaan teknologi secara bijak. Anak-anak diajak memahami dampak negatif penggunaan <i>game online<\/i> berlebihan dan pentingnya membatasi gawai agar tetap aktif berinteraksi dengan lingkungan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/921260\/jaga-daya-saing-perlindungan-umkm-diperkuat\" title=\"Jaga Daya Saing, Perlindungan UMKM Diperkuat\" target=\"_blank\">Jaga Daya Saing, Perlindungan UMKM Diperkuat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selain literasi digital, mahasiswa membangun kebiasaan hidup sehat melalui praktik mencuci tangan bersama yang dikemas dengan nyanyian interaktif. Kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas mewarnai dan bermain menggunakan Alat Peraga Edukatif (APE) untuk menstimulasi kreativitas siswa.<\/p>\n<h2>Penyaluran Bantuan Sarana Pendidikan<\/h2>\n<p>Sebagai bentuk dukungan nyata, CSR Yayasan Budi Luhur Cakti menyalurkan bantuan berupa 51 paket tas punggung berisi alat tulis, buku mewarnai, buku menggambar, dan krayon. Untuk menunjang fasilitas sekolah, diserahkan pula bantuan berupa:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Dua unit dispenser non-listrik dan dua unit tong keran cuci tangan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>100 bola plastik dan 10 buku cerita.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Dua set permainan tradisional congklak dan dua set balok kayu.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Lantai puzzle edukatif.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Di sektor ekonomi, Kelompok T1 menjalankan program &#8220;UMKM Cerdas Digital&#8221;. Berdasarkan survei yang dilakukan pada 10-11 Agustus 2026 di Dusun 3 Desa Sumbakeling, mahasiswa mengidentifikasi potensi besar pada produk makanan ringan tradisional seperti emping, rengginang, kerupuk pareredan, keripik pisang, hingga basreng.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/911211\/apindo-ion-solusi-percepat-digitalisasi-umkm\" title=\"APINDO: ION, Solusi Percepat Digitalisasi UMKM\" target=\"_blank\">APINDO: ION, Solusi Percepat Digitalisasi UMKM<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sebanyak enam UMKM, termasuk &#8220;Cemilan Bi Atin&#8221;, mendapatkan pendampingan langsung. Mahasiswa mendatangi rumah pelaku usaha untuk memberikan pelatihan praktis yang meliputi:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Teknik pengambilan foto produk yang menarik.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pembuatan akun dan pengelolaan katalog WhatsApp Business.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pengenalan website sebagai sarana promosi luas.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Ketua Kelompok T1, Nigella Sativa Amalia, menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah memperluas jangkauan pasar produk lokal. &#8220;Kami ingin membantu agar usaha para pelaku UMKM tersebut dapat menjadi rumah produksi yang lebih besar dan mampu menerima pesanan dari luar kota melalui pemasaran digital,&#8221; paparnya dalam keterangan tertulis, Rabu (19\/8).<\/p>\n<p>Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Taqwa Putra Budi Purnomo Sidi Hiram, mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, baik dalam peningkatan kualitas pendidikan anak maupun kemandirian ekonomi pelaku usaha lokal.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/923796\/berdayakan-masyarakat-dengan-gelar-edukasi-digital-ramah-anak-dan-digitalisasi-umkm\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok T1 Kuningan dari Universitas Budi Luhur menghadirkan rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata di Desa Sumbakeling, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Program ini difokuskan pada dua sektor krusial, yakni pendidikan anak usia dini dan penguatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pelaksanaan program ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":90287,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-90286","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90286","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90286"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90286\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90287"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90286"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90286"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90286"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}