{"id":90050,"date":"2026-08-19T15:12:41","date_gmt":"2026-08-19T08:12:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/19\/bi-prospek-ekonomi-global-2026-masih-lemah-ketidakpastian-pasar-keuangan-tinggi\/"},"modified":"2026-08-19T15:12:41","modified_gmt":"2026-08-19T08:12:41","slug":"bi-prospek-ekonomi-global-2026-masih-lemah-ketidakpastian-pasar-keuangan-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/19\/bi-prospek-ekonomi-global-2026-masih-lemah-ketidakpastian-pasar-keuangan-tinggi\/","title":{"rendered":"BI Prospek Ekonomi Global 2026 masih Lemah, Ketidakpastian Pasar Keuangan Tinggi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/19\/1787126527_c100f2ec2c2007dffc2f.jpg\" alt=\"BI: Prospek Ekonomi Global 2026 masih Lemah, Ketidakpastian Pasar Keuangan Tinggi\"\/><figcaption>Ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>BANK Indonesia (BI) menilai prospek perekonomian global pada 2026 masih menghadapi tekanan. Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan belum kuat, sementara ketidakpastian di pasar keuangan global masih berada pada level tinggi.<\/p>\n<p>Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti mengatakan kondisi tersebut antara lain dipengaruhi oleh eskalasi perang di Timur Tengah yang kembali mendorong kenaikan harga minyak dan sejumlah komoditas global.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cPertumbuhan ekonomi dunia 2026 belum kuat, yang diperkirakan sekitar 3%,\u201d kata Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Agustus 2026 di Jakarta, Rabu (19\/8).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/892167\/bri-sambut-positif-kenaikan-bi-rate-demi-stabilitas-ekonomi\" title=\"BRI Sambut Positif Kenaikan BI-Rate demi Stabilitas Ekonomi\" target=\"_blank\">BRI Sambut Positif Kenaikan BI-Rate demi Stabilitas Ekonomi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut Destry, tekanan inflasi global juga masih tinggi dan diproyeksikan mencapai sekitar 4,5% pada 2026. Kondisi itu berpotensi membuat bank sentral di berbagai negara mempertahankan atau memperketat kebijakan moneternya.<\/p>\n<p>Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS). BI memperkirakan suku bunga acuan AS atau <em>Fed Funds Rate<\/em> berpotensi meningkat pada triwulan IV 2026.<\/p>\n<p>Pada saat yang sama, imbal hasil atau <em>yield<\/em> US <em>Treasury<\/em> diperkirakan tetap tinggi. Pergerakan tersebut didorong oleh meningkatnya ekspektasi terhadap kenaikan <em>Fed Funds Rate <\/em>serta kondisi defisit anggaran AS yang masih lebar.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/697896\/ihsg-diprediksi-menguat-ke-level-8000-di-akhir-tahun-ini\" title=\"IHSG Diprediksi Menguat ke Level 8.000 di Akhir Tahun Ini\" target=\"_blank\">IHSG Diprediksi Menguat ke Level 8.000 di Akhir Tahun Ini<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Destry menjelaskan ketidakpastian pasar keuangan dunia yang berlanjut turut menahan minat investor global untuk menempatkan dana pada instrumen portofolio di negara-negara <em>emerging market<\/em>.<\/p>\n<p>Situasi tersebut juga membuat indeks dolar AS tetap kuat, baik terhadap mata uang negara maju yang tercermin dalam DXY maupun terhadap mata uang negara berkembang melalui indeks ADXY.<\/p>\n<p>Menghadapi kondisi eksternal tersebut, BI menilai diperlukan penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Sinergi tersebut penting untuk meningkatkan ketahanan eksternal, mempertahankan stabilitas ekonomi, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.<\/p>\n<h2>Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh<\/h2>\n<p>Di tengah tekanan ekonomi global, kinerja perekonomian domestik Indonesia dinilai masih terjaga. BI melihat momentum pertumbuhan perlu terus diperkuat agar ekspansi ekonomi nasional tetap berlanjut.<\/p>\n<p>Ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29% secara tahunan (<em>year on year<\/em>\/yoy). Angka tersebut melanjutkan pertumbuhan pada triwulan I 2026 yang mencapai 5,61% yoy.<\/p>\n<p>Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 terutama mendapat dukungan dari stimulus fiskal pemerintah. Kebijakan tersebut mendorong peningkatan konsumsi pemerintah dan investasi.<\/p>\n<p>Konsumsi pemerintah tercatat tetap tumbuh tinggi, antara lain ditopang peningkatan belanja pegawai, termasuk pembayaran gaji ke-13. Belanja barang dan jasa yang berkaitan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga turut memberikan kontribusi.<\/p>\n<p>Sementara itu, konsumsi rumah tangga masih menunjukkan kinerja positif. BI menilai komponen tersebut perlu terus diperkuat, terutama dengan memanfaatkan momentum stimulus fiskal pemerintah.<\/p>\n<p>Kinerja ekspor juga menjadi salah satu sektor yang perlu ditingkatkan. Penguatan ekspor dinilai penting untuk membuat struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin kokoh.<\/p>\n<p>\u201cKe depan, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan tetap baik ditopang oleh implementasi berbagai program stimulus pemerintah dan keyakinan pelaku ekonomi yang terjaga,\u201d kata Destry.<\/p>\n<p>BI menyatakan akan melanjutkan penguatan bauran kebijakan melalui instrumen moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Kebijakan tersebut akan terus disinergikan dengan langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p>\u201cBank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7%,\u201d kata Destry. (Ant\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/923524\/bi-prospek-ekonomi-global-2026-masih-lemah-ketidakpastian-pasar-keuangan-tinggi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Antara) BANK Indonesia (BI) menilai prospek perekonomian global pada 2026 masih menghadapi tekanan. Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan belum kuat, sementara ketidakpastian di pasar keuangan global masih berada pada level tinggi. Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti mengatakan kondisi tersebut antara lain dipengaruhi oleh eskalasi perang di Timur Tengah yang kembali mendorong kenaikan harga minyak dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":90051,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-90050","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90050","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90050"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90050\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90051"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90050"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90050"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90050"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}