{"id":89955,"date":"2026-08-19T11:09:38","date_gmt":"2026-08-19T04:09:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/19\/benarkah-paha-besar-bikin-panjang-umur-ini-penjelasan-pakar\/"},"modified":"2026-08-19T11:09:38","modified_gmt":"2026-08-19T04:09:38","slug":"benarkah-paha-besar-bikin-panjang-umur-ini-penjelasan-pakar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/19\/benarkah-paha-besar-bikin-panjang-umur-ini-penjelasan-pakar\/","title":{"rendered":"Benarkah Paha Besar Bikin Panjang Umur Ini Penjelasan Pakar"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/19\/1787112166_040de4e49a5d01bdd28f.jpg\" alt=\"Benarkah Paha Besar Bikin Panjang Umur? Ini Penjelasan Pakar\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>ANGGAPAN bahwa memiliki <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/paha-besar\" title=\"paha besar\">paha besar<\/a> secara otomatis menjamin peluang hidup yang lebih panjang ternyata tidak sepenuhnya tepat. Hal tersebut ditegaskan oleh dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Yunita Aryani, MSi, MH.<\/p>\n<p>Menurut Yunita, meski sejumlah penelitian menunjukkan adanya kaitan antara <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lingkar-paha\" title=\"lingkar paha\">lingkar paha<\/a> dengan risiko <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan\" title=\"kesehatan\">kesehatan<\/a>, masyarakat perlu memahami konteksnya secara utuh.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa lingkar paha yang sangat kecil memang berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini yang lebih tinggi. Namun, hal itu bukan berarti semakin besar ukuran paha, maka semakin panjang pula usia seseorang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/905332\/waspada-gejala-kebocoran-katup-jantung-prof-yoga-yuniadi-jangan-anggap-enteng\" title=\"Waspada Gejala Kebocoran Katup Jantung, Prof Yoga Yuniadi: Jangan Anggap Enteng\" target=\"_blank\">Waspada Gejala Kebocoran Katup Jantung, Prof Yoga Yuniadi: Jangan Anggap Enteng<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Lingkar paha yang terlalu kecil merupakan salah satu penanda rendahnya <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/massa-otot\" title=\"massa otot\">massa otot<\/a>, status gizi yang kurang baik, atau kondisi kesehatan tertentu. Hal ini tentu berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit dan kematian,&#8221; ujar Yunita.<\/p>\n<h3>Efek Ambang Batas<\/h3>\n<p>Penelitian kohort yang diterbitkan dalam <i>British Medical Journal<\/i> (BMJ) memperkuat temuan bahwa lingkar paha kecil berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jantung\" title=\"jantung\">jantung<\/a> koroner dan kematian dini, baik pada laki-laki maupun perempuan. Namun, Yunita menggarisbawahi adanya &#8220;efek ambang batas&#8221; dalam temuan tersebut.<\/p>\n<p>Artinya, ukuran paha yang terus membesar melebihi batas tertentu tidak secara otomatis memberikan manfaat kesehatan tambahan atau memperpanjang usia. Berikut adalah perbandingan indikator kesehatan berdasarkan komposisi paha:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/890339\/tips-haji-sehat-pesan-dokter-untuk-jemaah-dengan-riwayat-penyakit-jantung\" title=\"Tips Haji Sehat: Pesan Dokter untuk Jemaah dengan Riwayat Penyakit Jantung\" target=\"_blank\">Tips Haji Sehat: Pesan Dokter untuk Jemaah dengan Riwayat Penyakit Jantung<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Kondisi Lingkar Paha<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Indikasi Kesehatan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Risiko<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Sangat Kecil<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Massa otot rendah, gizi kurang<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Penyakit jantung koroner, kematian dini<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Besar (Massa Otot)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Sensitivitas insulin baik, metabolisme glukosa lancar<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Risiko metabolik lebih rendah<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Besar (Dominan Lemak)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Potensi penumpukan lemak visceral<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Diabetes tipe 2, hipertensi, kolesterol<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Kualitas Otot Lebih Utama<\/h3>\n<p>Lebih lanjut, Yunita menjelaskan bahwa lingkar paha terdiri dari berbagai komponen, mulai dari tulang, massa otot, lemak subkutan, hingga cairan. Oleh karena itu, dua orang dengan ukuran lingkar paha yang sama bisa memiliki profil kesehatan yang sangat berbeda.<\/p>\n<p>&#8220;Menilai derajat kesehatan seseorang hanya dengan melihat jumlah massa otot saja tidak cukup. Kekuatan dan fungsi otot sering kali memberikan informasi yang lebih bermakna daripada ukuran semata,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Otot rangka pada paha memiliki peran vital dalam tubuh, di antaranya:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Penggunaan glukosa dan sensitivitas insulin.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pengendalian kadar gula darah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Menjaga mobilitas dan keseimbangan tubuh.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penyediaan cadangan protein saat tubuh mengalami stres metabolik atau sakit.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h3>Waspadai Lemak Visceral<\/h3>\n<p>Yunita juga mengingatkan perbedaan antara lemak di paha\/bokong dengan lemak visceral. Lemak visceral jauh lebih aktif secara metabolik dan berbahaya karena berkaitan langsung dengan resistensi insulin, perlemakan hati, diabetes tipe 2, hingga penyakit kardiovaskular.<\/p>\n<p>Sebagai penutup, ia menandaskan bahwa lingkar paha tidak bisa menjadi indikator kesehatan tunggal. Kesehatan menyeluruh tetap ditentukan oleh pola hidup sehat, aktivitas fisik, pola makan, kualitas tidur, kesehatan mental, serta pemeriksaan medis berkala.<\/p>\n<p><strong>Pesan Pakar:<\/strong> &#8220;Bukan sekadar seberapa besar pahanya, tetapi apa yang menyusun paha tersebut dan seberapa baik fungsinya. Ingat, bukan besarnya paha, namun massa otot yang terbentuk dari besarnya paha tersebut.&#8221;<\/p>\n<p>(Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/923443\/benarkah-paha-besar-bikin-panjang-umur-ini-penjelasan-pakar\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) ANGGAPAN bahwa memiliki paha besar secara otomatis menjamin peluang hidup yang lebih panjang ternyata tidak sepenuhnya tepat. Hal tersebut ditegaskan oleh dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Yunita Aryani, MSi, MH. Menurut Yunita, meski sejumlah penelitian menunjukkan adanya kaitan antara lingkar paha dengan risiko kesehatan, masyarakat perlu memahami konteksnya secara utuh. Ia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":89956,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-89955","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89955","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89955"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89955\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/89956"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89955"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89955"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89955"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}