{"id":89854,"date":"2026-08-19T06:33:46","date_gmt":"2026-08-18T23:33:46","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/19\/205-sekolah-di-18-provinsi-dorong-siswa-ciptakan-lingkungan-belajar-yang-aman-dan-inklusif\/"},"modified":"2026-08-19T06:33:46","modified_gmt":"2026-08-18T23:33:46","slug":"205-sekolah-di-18-provinsi-dorong-siswa-ciptakan-lingkungan-belajar-yang-aman-dan-inklusif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/19\/205-sekolah-di-18-provinsi-dorong-siswa-ciptakan-lingkungan-belajar-yang-aman-dan-inklusif\/","title":{"rendered":"205 Sekolah di 18 Provinsi Dorong Siswa Ciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Inklusif"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/19\/1787095364_10c2ca63d8ccc47eb5f2.jpg\" alt=\"205 Sekolah di 18 Provinsi Dorong Siswa Ciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Inklusif\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MEWUJUDKAN <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sekolah-ramah-anak\" title=\"Sekolah Ramah Anak\">sekolah ramah anak<\/a> tidak selalu dimulai dari kebijakan besar. Rasa aman untuk berbicara, dihargai teman, dan memiliki ruang mencari bantuan menjadi fondasi penting bagi lingkungan belajar yang sehat dan suportif.<\/p>\n<p>Hal tersebut mendorong siswa di sejumlah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sekolah\" title=\"sekolah\">sekolah<\/a> ikut mencari solusi atas persoalan sehari-hari melalui Program Generasi Trakindo 2026 bertema Sekolah Ramah Anak dengan pendekatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/challenge-based-learning\" title=\"Challenge Based Learning\">Challenge Based Learning<\/a> (CBL).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Di SDN Pelambuan 4 Banjarmasin, siswa melihat kebiasaan mengejek nama orang tua, berkata kasar, dan saling menghina masih dianggap sebagai candaan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jelita\/667769\/kiat-memilih-sekolah-untuk-mengoptimalkan-potensi-si-kecil\" title=\"Kiat Memilih Sekolah untuk Mengoptimalkan Potensi si Kecil\" target=\"_blank\">Kiat Memilih Sekolah untuk Mengoptimalkan Potensi si Kecil<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kondisi tersebut kemudian mendorong mereka mengembangkan Papan Kompas (Kontrol Mulut Pastikan Sopan), media pembelajaran berbasis permainan edukatif untuk membantu siswa mengendalikan ucapan melalui sistem penghargaan dan konsekuensi.<\/p>\n<p>Terinspirasi dari papan perkalian, permainan tersebut dikembangkan dengan konsep petualangan agar lebih menarik dan mudah dipahami.<br \/>&#13;<br \/>\nNur Fazrian, perwakilan kelompok siswa SDN Pelambuan 4 Banjarmasin, mengatakan inovasi tersebut mulai membuat suasana kelas lebih nyaman.<br \/>&#13;<br \/>\n\u201cSuasana kelas menjadi lebih damai dan saling menghargai. Yang paling terasa bukan hanya berkurangnya kata-kata kasar, tetapi juga tumbuhnya sikap saling menghargai antarteman sekelas,\u201d kata Fazrian.<\/p>\n<p>Persoalan berbeda dihadapi siswa SMP Negeri 1 Lubuk Pakam. Sebagian siswa enggan datang ke ruang Bimbingan Konseling (BK) karena khawatir dicap sebagai siswa bermasalah. Mereka justru lebih nyaman berbicara dengan guru BK di tempat informal seperti taman atau sudut sekolah.<br \/>&#13;<br \/>\nKondisi tersebut mendorong siswa mengembangkan Perisai Pintar, aplikasi yang memungkinkan siswa menyampaikan cerita dan keluhan secara anonim kepada guru BK.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/549599\/tk-prestasi-global-raih-juara-1-lomba-sekolah-ramah-anak\" title=\"TK Prestasi Global Raih Juara 1 Lomba Sekolah Ramah Anak\" target=\"_blank\">TK Prestasi Global Raih Juara 1 Lomba Sekolah Ramah Anak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sebelumnya, sekolah telah menyediakan kotak curhat, tetapi penggunaannya belum efektif. Dalam observasi, sekitar 60% siswa mendukung pengembangan Perisai Pintar. Siswa juga mendapat kesempatan mempelajari pembuatan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan mengembangkan situs tersebut bersama tim.<\/p>\n<p>Angelika Patresia Gultom, perwakilan siswa SMP Negeri 1 Lubuk Pakam, mengatakan Perisai Pintar menjadi ruang yang lebih nyaman bagi siswa untuk menyampaikan persoalan yang sulit diceritakan secara langsung.<br \/>&#13;<br \/>\n\u201cKalau ada Perisai Pintar ini, kami punya tempat berkeluh kesah,\u201d ujar Angelika.<\/p>\n<p>Kedua inovasi tersebut menunjukkan persoalan sehari-hari di sekolah dapat menjadi sarana bagi siswa untuk belajar memecahkan masalah dan membangun kepedulian.<\/p>\n<p>Melalui Program Generasi, siswa didorong mengenali persoalan, merancang solusi, melakukan riset, hingga menerapkan inovasi bersama warga sekolah. Guru berperan sebagai pendamping yang membantu siswa mengembangkan gagasan berdasarkan persoalan nyata.<br \/>&#13;<br \/>\nAnugrah Mitria Sari, Guru Pendamping SDN Pelambuan 4 Banjarmasin, mengatakan proses tersebut membuat siswa lebih berani mengenali dan menyelesaikan masalah.<\/p>\n<p>\u201cYang paling membanggakan bukan hanya melihat hasil akhirnya, tetapi bagaimana siswa berani mengenali persoalan di sekitarnya dan mencari jalan keluarnya sendiri,\u201d ujar Anugrah.<\/p>\n<p>Sementara itu, Guru BK SMP Negeri 1 Lubuk Pakam Mennusuriani Saragih menilai pendekatan CBL membantu siswa belajar bekerja sama dan bergotong royong dalam mengembangkan inovasi.<\/p>\n<p>Hingga 2026, Program Generasi telah menjangkau 205 sekolah yang terdiri dari 30 SDN dan SMPN mitra serta 175 sekolah imbas di 18 provinsi. Sejak 2021, program itu mendorong lahirnya lebih dari 150 inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan lingkungan sekitar.<\/p>\n<p>Corporate Communication &amp; CSR Manager PT Trakindo Utama Candy Sihombing mengatakan pemberian ruang kepada siswa untuk memahami persoalan dan mencari solusi dapat menumbuhkan kepedulian serta kepercayaan diri.<\/p>\n<p>\u201cKetika siswa diberikan ruang untuk memahami persoalan di sekitarnya dan dipercaya mencari solusi, mereka belajar bahwa suara dan gagasan mereka dapat berdampak nyata bagi lingkungan sekolah,\u201d jelas Candy.<br \/>&#13;<br \/>\nUntuk mendukung proses tersebut, Trakindo memberikan pendampingan, fasilitas riset, pendanaan, pelatihan, serta dukungan material bagi sekolah dan siswa.<\/p>\n<p>Pengalaman kedua sekolah menunjukkan sekolah ramah anak bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga budaya interaksi dan keberanian siswa untuk bersuara. Ketika anak dipercaya mencari solusi dan dilibatkan dalam perubahan, lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan suportif dapat tumbuh dari dalam sekolah itu sendiri.(H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/923375\/205-sekolah-di-18-provinsi-dorong-siswa-ciptakan-lingkungan-belajar-yang-aman-dan-inklusif\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) MEWUJUDKAN sekolah ramah anak tidak selalu dimulai dari kebijakan besar. Rasa aman untuk berbicara, dihargai teman, dan memiliki ruang mencari bantuan menjadi fondasi penting bagi lingkungan belajar yang sehat dan suportif. Hal tersebut mendorong siswa di sejumlah sekolah ikut mencari solusi atas persoalan sehari-hari melalui Program Generasi Trakindo 2026 bertema Sekolah Ramah Anak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":89855,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-89854","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89854","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89854"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89854\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/89855"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89854"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89854"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89854"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}