{"id":89807,"date":"2026-08-19T04:22:38","date_gmt":"2026-08-18T21:22:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/19\/waspada-gejala-ispa-di-musim-kemarau-dan-kelompok-rentan-menurut-ahli\/"},"modified":"2026-08-19T04:22:38","modified_gmt":"2026-08-18T21:22:38","slug":"waspada-gejala-ispa-di-musim-kemarau-dan-kelompok-rentan-menurut-ahli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/19\/waspada-gejala-ispa-di-musim-kemarau-dan-kelompok-rentan-menurut-ahli\/","title":{"rendered":"Waspada Gejala ISPA di Musim Kemarau dan Kelompok Rentan Menurut Ahli"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/19\/1787087732_54d8d8780be872a0db60.jpg\" alt=\"Waspada Gejala ISPA di Musim Kemarau dan Kelompok Rentan Menurut Ahli\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MUSIM <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemarau\" title=\"kemarau\">kemarau<\/a> dengan karakteristik udara panas, kering, dan rendahnya curah hujan memicu peningkatan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ispa\" title=\"ispa\">ISPA<\/a>). Kondisi ini menyebabkan debu dan polutan lebih mudah beterbangan di udara dan terhirup oleh manusia.<\/p>\n<p>Dokter spesialis <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/anak\" title=\"anak\">anak<\/a> subspesialis respirologi dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp.Resp, menjelaskan bahwa gejala awal ISPA umumnya menyerupai selesma atau <em>common cold<\/em>. Meski sering dianggap ringan, masyarakat diminta tetap waspada terhadap perkembangan gejala yang lebih serius.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>Gejala Ringan hingga Tanda Bahaya<\/h3>\n<p>Menurut Nastiti, manifestasi klinis ISPA yang paling ringan meliputi demam, batuk, dan pilek sederhana. Kondisi ini biasanya dapat sembuh dengan sendirinya seiring dengan meningkatnya kekebalan tubuh. Namun, kewaspadaan harus ditingkatkan jika muncul tanda-tanda kegawatan, terutama pada anak-anak.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/916521\/bmkg-peringatkan-risiko-heatstroke-dan-ispa-selama-musim-kemarau-2026\" title=\"BMKG Peringatkan Risiko Heatstroke dan ISPA Selama Musim Kemarau 2026\" target=\"_blank\">BMKG Peringatkan Risiko Heatstroke dan ISPA Selama Musim Kemarau 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Salah satu indikator utama yang harus diwaspadai adalah sesak napas, yang ditandai dengan peningkatan frekuensi napas (<em>respiration rate<\/em>). Anak yang mengalami sesak akan tampak &#8220;ngos-ngosan&#8221; seperti habis berlari, serta munculnya retraksi atau tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam saat bernapas.<\/p>\n<p>Berikut adalah rangkuman <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gejala-ispa\" title=\"gejala ISPA\">gejala ISPA<\/a> berdasarkan tingkat keparahannya:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; border: 1px solid #ddd; margin-bottom: 20px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Kategori Gejala<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Manifestasi Klinis<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Ringan (Selesma)<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Demam, batuk, pilek sederhana.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Tanda Bahaya (Segera ke Faskes)<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Sesak napas (napas cepat\/ngos-ngosan), retraksi dinding dada, kejang, kesadaran menurun.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Kondisi Darurat Lainnya<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Mulut kebiruan (sianosis), demam di atas 40\u00b0C, muntah berulang, hingga dehidrasi berat.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>\u201cKondisi ISPA yang berlanjut menjadi pneumonia atau radang paru merupakan kegawatan yang paling sering terjadi. Bahayanya adalah peradangan sudah sampai ke jaringan paru sehingga membuat tubuh kekurangan oksigen,\u201d ujar Nastiti, yang juga tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/914708\/dinkes-kotim-imbau-warga-pakai-masker-antisipasi-kabut-asap-karhutla\" title=\"Dinkes Kotim Imbau Warga Pakai Masker Antisipasi Kabut Asap Karhutla\" target=\"_blank\">Dinkes Kotim Imbau Warga Pakai Masker Antisipasi Kabut Asap Karhutla<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Kelompok Paling Rentan<\/h3>\n<p>Risiko ISPA tidak merata pada semua orang. Bayi dan balita menempati urutan pertama kelompok paling rentan karena sistem imunitas yang belum sempurna dan saluran napas yang masih sangat halus. Jika terjadi pembengkakan atau sumbatan pada saluran napas yang kecil tersebut, dampaknya akan jauh lebih fatal dibandingkan pada orang dewasa.<\/p>\n<p>Selain anak-anak, kelompok rentan lainnya meliputi:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lansia\" title=\"lansia\">Lansia<\/a>:<\/strong> Mengalami penurunan imunitas seiring bertambahnya usia.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Penderita Penyakit Kronis (Komorbid):<\/strong> Seperti asma, diabetes, dan penyakit jantung bawaan pada anak.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Pekerja Luar Ruangan:<\/strong> Orang yang terpapar langsung dengan asap, debu, atau polusi udara secara terus-menerus.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h3>Langkah Pencegahan<\/h3>\n<p>Untuk menekan risiko penularan dan keparahan ISPA di musim kemarau, dr. Nastiti menyarankan beberapa langkah preventif:<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li><strong>Membatasi Aktivitas Luar Ruang:<\/strong> Terutama saat udara sangat kering dan berdebu.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS):<\/strong> Rutin mencuci tangan dengan sabun dan menerapkan etiket batuk yang benar.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Menjaga Hidrasi:<\/strong> Memastikan asupan cairan yang cukup sangat penting untuk menjaga selaput lendir saluran napas tetap lembap. Selaput lendir yang lembap berfungsi efektif melawan partikel asing yang masuk ke sistem pernapasan. (Ant\/Z-1)<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/923349\/waspada-gejala-ispa-di-musim-kemarau-dan-kelompok-rentan-menurut-ahli\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) MUSIM kemarau dengan karakteristik udara panas, kering, dan rendahnya curah hujan memicu peningkatan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kondisi ini menyebabkan debu dan polutan lebih mudah beterbangan di udara dan terhirup oleh manusia. Dokter spesialis anak subspesialis respirologi dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp.Resp, menjelaskan bahwa gejala awal ISPA [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":89808,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-89807","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89807","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89807"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89807\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/89808"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89807"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89807"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89807"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}