{"id":89531,"date":"2026-08-18T16:33:49","date_gmt":"2026-08-18T09:33:49","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/18\/krisis-air-bersih-di-jawa-barat-meluas-25-daerah-terdampak-kekeringan\/"},"modified":"2026-08-18T16:33:49","modified_gmt":"2026-08-18T09:33:49","slug":"krisis-air-bersih-di-jawa-barat-meluas-25-daerah-terdampak-kekeringan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/18\/krisis-air-bersih-di-jawa-barat-meluas-25-daerah-terdampak-kekeringan\/","title":{"rendered":"Krisis Air Bersih di Jawa Barat Meluas, 25 Daerah Terdampak Kekeringan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/18\/1787043082_c60b5ec7aba42d02389a.jpg\" alt=\"Krisis Air Bersih di Jawa Barat Meluas, 25 Daerah Terdampak Kekeringan\"\/><figcaption>Warga antre mengisi air bersih dari tangki berkapasitas 5.000 liter yang dibeli warga secara swadaya di Kelurahan Sukamenak, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (11\/8\/2026).(ANTARA\/ADENG BUSTOMI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kekeringan\" title=\"kekeringan\">Kekeringan<\/a> dan krisis <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/air-bersih\" title=\"Air Bersih\">air bersih<\/a> di wilayah Jawa Barat dilaporkan terus meluas. Hingga saat ini, dari total 27 kabupaten dan kota di provinsi tersebut, sebanyak 25 daerah telah terdampak <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/krisis-air-bersih\" title=\"Krisis air bersih\">krisis air bersih<\/a> akibat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/musim-kemarau\" title=\"Musim Kemarau\">musim kemarau<\/a> yang panjang.<\/p>\n<p>Juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Hadi Rahmat, mengungkapkan bahwa pada pekan ini krisis air bersih telah menjangkau warga di 387 desa dan kelurahan yang tersebar di 175 kecamatan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Total warga terdampak krisis mencapai 160.862 kepala keluarga atau 519.687 jiwa,&#8221; papar Hadi Rahmat pada Selasa (18\/8\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/923091\/krisis-air-di-tasikmalaya-meluas-bpbd-pasok-437-ribu-liter-air-bersih\" title=\"Krisis Air di Tasikmalaya Meluas, BPBD Pasok 437 Ribu Liter Air Bersih\" target=\"_blank\">Krisis Air di Tasikmalaya Meluas, BPBD Pasok 437 Ribu Liter Air Bersih<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Distribusi Bantuan Air Bersih<\/h2>\n<p>Menanggapi kondisi tersebut, sejumlah instansi lintas sektor telah bergerak bersama untuk mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Hingga saat ini, total bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai 11.121.000 liter.<\/p>\n<p>Berikut adalah rincian kontribusi bantuan air bersih dari berbagai pihak:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>BPBD:<\/strong> 6,8 juta liter<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>PMI:<\/strong> 1,8 juta liter<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>PDAM:<\/strong> 1,7 juta liter<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Komunitas:<\/strong> 288 ribu liter<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Dunia Usaha:<\/strong> 217 ribu liter<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Baznas:<\/strong> 100 ribu liter<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>BBWS:<\/strong> 82 ribu liter<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kodim:<\/strong> 4.000 liter<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Wilayah Terdampak Paling Parah<\/h2>\n<p>Berdasarkan data BPBD, Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan dampak kekeringan paling parah. Di wilayah ini, lebih dari 180 ribu jiwa atau sekitar 55 ribu kepala keluarga mengalami kesulitan akses air bersih. Krisis tersebut melanda 123 desa di 30 kecamatan, dengan total distribusi air bantuan mencapai lebih dari 1,7 juta liter.<\/p>\n<p>Selain Kabupaten Bogor, wilayah lain yang juga mengalami dampak berat meliputi Kabupaten Bekasi, Kabupaten Purwakarta, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Bandung. Sebaliknya, hanya dua daerah yang hingga saat ini dilaporkan belum mengalami krisis air bersih, yakni Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan.<\/p>\n<p><strong>Imbauan Masyarakat:<\/strong> Mengingat musim kemarau yang diprediksi masih panjang, BPBD Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk terus berhemat dalam penggunaan air. Kebutuhan air bersih diperkirakan akan terus meningkat seiring berjalannya waktu.<\/p>\n<p>Hadi menegaskan bahwa koordinasi antarlembaga akan terus diperkuat guna memastikan pasokan air bersih tetap tersedia bagi warga di pelosok Jawa Barat yang terdampak kekeringan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/923094\/krisis-air-bersih-di-jawa-barat-meluas-25-daerah-terdampak-kekeringan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga antre mengisi air bersih dari tangki berkapasitas 5.000 liter yang dibeli warga secara swadaya di Kelurahan Sukamenak, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (11\/8\/2026).(ANTARA\/ADENG BUSTOMI) Kekeringan dan krisis air bersih di wilayah Jawa Barat dilaporkan terus meluas. Hingga saat ini, dari total 27 kabupaten dan kota di provinsi tersebut, sebanyak 25 daerah telah terdampak krisis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":89532,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-89531","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89531"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89531\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/89532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}