{"id":89301,"date":"2026-08-18T06:10:38","date_gmt":"2026-08-17T23:10:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/18\/pdgki-program-makan-bergizi-gratis-ibu-hamil-efektif-cegah-stunting\/"},"modified":"2026-08-18T06:10:38","modified_gmt":"2026-08-17T23:10:38","slug":"pdgki-program-makan-bergizi-gratis-ibu-hamil-efektif-cegah-stunting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/18\/pdgki-program-makan-bergizi-gratis-ibu-hamil-efektif-cegah-stunting\/","title":{"rendered":"PDGKI Program Makan Bergizi Gratis Ibu Hamil Efektif Cegah Stunting"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/18\/1787008100_67f6e94bd6b0b47530c0.jpg\" alt=\"PDGKI: Program Makan Bergizi Gratis Ibu Hamil Efektif Cegah Stunting\"\/><figcaption>Ilustrasi(MI\/RAMDANI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KETUA Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), dr. Erwin Christianto, M.Gizi, Sp.GK, memberikan apresiasi terhadap program <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/makan-bergizi-gratis\" title=\"makan bergizi gratis\">Makan Bergizi Gratis<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mbg\" title=\"mbg\">MBG<\/a>) yang menyasar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ibu-hamil\" title=\"ibu hamil\">ibu hamil<\/a>. Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memutus rantai <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/stunting\" title=\"stunting\">stunting<\/a> sejak anak masih berada dalam kandungan.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut merespons pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (16\/8). Dalam pidatonya, Presiden menekankan pentingnya pemenuhan gizi nasional sebagai upaya mengatasi persoalan stunting di Indonesia.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menurut Erwin, intervensi gizi memang seharusnya dimulai jauh sebelum anak lahir, yakni pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Bahkan, ia menyarankan perhatian khusus diberikan sejak masa remaja putri, terutama bagi mereka yang mengalami kekurangan berat badan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/917026\/program-mbg-prioritaskan-daerah-stunting-tinggi\" title=\"Program MBG Prioritaskan Daerah Stunting Tinggi\" target=\"_blank\">Program MBG Prioritaskan Daerah Stunting Tinggi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;MBG untuk ibu hamil dapat menjadi salah satu intervensi penting dalam pencegahan stunting, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi,&#8221; ujar Erwin saat dihubungi ANTARA.<\/p>\n<h3>Kualitas Nutrisi dan Keamanan Pangan<\/h3>\n<p>Meski mendukung penuh, Erwin mengingatkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemberian makanan secara kuantitas. Ia menekankan pentingnya kualitas nutrisi yang mencakup kecukupan energi, protein, vitamin, dan mineral.<\/p>\n<p>Selain itu, aspek keamanan pangan dan penyesuaian menu dengan budaya lokal menjadi faktor krusial agar makanan tersebut dapat diterima dan dikonsumsi dengan baik oleh ibu hamil. Pemenuhan gizi yang tepat sangat menentukan lingkungan tumbuh kembang janin, terutama pada periode kritis minggu ketiga hingga kedelapan saat pembentukan organ terjadi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/916078\/badan-gizi-nasional-fokus-bangun-sppg-di-wilayah-stunting-tinggi\" title=\"Badan Gizi Nasional Fokus Bangun SPPG di Wilayah Stunting Tinggi\" target=\"_blank\">Badan Gizi Nasional Fokus Bangun SPPG di Wilayah Stunting Tinggi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Berikut adalah daftar zat gizi esensial yang harus diperhatikan dalam program MBG untuk ibu hamil menurut PDGKI:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Kategori Zat Gizi<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Komponen Utama<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Manfaat bagi Janin<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Makronutrien<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Energi &amp; Protein<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Pertumbuhan organ dan jaringan tubuh.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Mikronutrien Penting<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Zat Besi, Asam Folat, Yodium<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Perkembangan otak dan pencegahan cacat tabung saraf.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Mineral Pendukung<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Kalsium, Zinc, Vitamin D<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Pertumbuhan tulang dan sistem imun.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Prinsip Gizi Seimbang<\/h3>\n<p>Erwin menegaskan bahwa kekurangan gizi pada ibu hamil berisiko menyebabkan pertumbuhan janin terhambat dan berat badan lahir rendah (BBLR). Dalam jangka panjang, kondisi ini merupakan pemicu utama stunting pada anak.<\/p>\n<p>&#8220;Pemenuhan gizi ibu hamil bukan sekadar membuat ibu kenyang, tetapi merupakan syarat utama untuk pertumbuhan dan kualitas kesehatan anak sejak dalam kandungan,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Namun, ia juga mengingatkan bahwa stunting bersifat multifaktorial. Oleh karena itu, program MBG harus dibarengi dengan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan intervensi kesehatan lainnya. Ia menyarankan ibu hamil untuk tetap menerapkan pola makan yang beragam karena tidak ada satu jenis makanan pun yang secara mandiri dapat mencegah stunting.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi prinsipnya sederhana: cukup, beragam, seimbang, aman, dan sesuai kebutuhan,&#8221; pungkas Erwin. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/922892\/pdgki-program-makan-bergizi-gratis-ibu-hamil-efektif-cegah-stunting\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(MI\/RAMDANI) KETUA Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), dr. Erwin Christianto, M.Gizi, Sp.GK, memberikan apresiasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ibu hamil. Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memutus rantai stunting sejak anak masih berada dalam kandungan. Pernyataan tersebut merespons pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":89302,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-89301","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89301"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89301\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/89302"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}