{"id":89186,"date":"2026-08-18T01:22:52","date_gmt":"2026-08-17T18:22:52","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/18\/pertumbuhan-anak-stunting-masih-bisa-dioptimalkan-dengan-penanganan-dini\/"},"modified":"2026-08-18T01:22:52","modified_gmt":"2026-08-17T18:22:52","slug":"pertumbuhan-anak-stunting-masih-bisa-dioptimalkan-dengan-penanganan-dini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/18\/pertumbuhan-anak-stunting-masih-bisa-dioptimalkan-dengan-penanganan-dini\/","title":{"rendered":"Pertumbuhan Anak Stunting Masih Bisa Dioptimalkan dengan Penanganan Dini"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/17\/1786976037_8c1cbc15848f896189f8.jpg\" alt=\"Pertumbuhan Anak Stunting Masih Bisa Dioptimalkan dengan Penanganan Dini\"\/><figcaption>Ilustrasi&#8211;Petugas mengukur lingkar kepala anak balita di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Palu, Sulawesi Tengah, Senin (10\/8\/2026).(ANTARA\/Muhammad Rifki Hasan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KETUA Pengurus Pusat Perhimpunan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dokter-gizi\" title=\"dokter gizi\">Dokter Gizi<\/a> Klinik Indonesia (PDGKI), dr. Erwin Christianto, M.Gizi, Sp.GK, menegaskan bahwa kondisi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/stunting\" title=\"stunting\">stunting<\/a> pada anak bukanlah akhir dari segalanya. Pertumbuhan dan perkembangan anak yang mengalami stunting masih dapat dioptimalkan asalkan kondisi tersebut ditemukan dan ditangani sedini mungkin.<\/p>\n<p>Pernyataan ini muncul sebagai respons atas perhatian besar Presiden Prabowo Subianto terhadap persoalan stunting dan pentingnya pemenuhan gizi nasional. Hal tersebut sebelumnya disampaikan Presiden dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14\/8).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Stunting bukan berarti pertumbuhan anak sudah tidak bisa diperbaiki. Dengan terapi yang tepat, pertumbuhan dan perkembangan anak masih dapat dioptimalkan, terutama bila ditemukan dan ditangani sedini mungkin,&#8221; ujar Erwin, dikutip Senin (17\/8\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/913430\/stunting-di-bandung-barat-salah-kaprah-kental-manis-jadi-pemicu-utama\" title=\"Stunting di Bandung Barat: Salah Kaprah Kental Manis Jadi Pemicu Utama\" target=\"_blank\">Stunting di Bandung Barat: Salah Kaprah Kental Manis Jadi Pemicu Utama<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Kunci Penanganan: Deteksi Dini dan Pemantauan Rutin<\/h2>\n<p>Menurut Erwin, orangtua tidak boleh hanya mengandalkan pengamatan visual atau membandingkan tinggi badan anak dengan teman sebayanya untuk menentukan status stunting. Indikator utama stunting adalah panjang atau tinggi badan anak menurut usia yang berada di bawah standar pertumbuhan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).<\/p>\n<p>Ia menekankan pentingnya memantau kurva pertumbuhan secara rutin di Posyandu atau fasilitas kesehatan.<\/p>\n<p>&#8220;Yang perlu diwaspadai adalah pertumbuhan tinggi badan yang tidak mengikuti kurva atau pertambahannya melambat,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/848028\/kesehatan-pencernaan-anak-kunci-kejar-target-penurunan-stunting-2029\" title=\"Kesehatan Pencernaan Anak Kunci Kejar Target Penurunan Stunting 2029\" target=\"_blank\">Kesehatan Pencernaan Anak Kunci Kejar Target Penurunan Stunting 2029<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Berikut adalah poin-poin utama dalam penanganan stunting secara komprehensif menurut PDGKI:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Aspek Penanganan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Tindakan yang Diperlukan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Nutrisi<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Perbaikan kualitas makanan, kecukupan energi, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/protein\" title=\"protein\">protein<\/a> (terutama hewani), dan mikronutrien.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Pemantauan<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Observasi kurva pertumbuhan secara berkala di fasilitas kesehatan\/Posyandu.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Kesehatan Medis<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Pencegahan serta tata laksana infeksi yang tepat.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Stimulasi<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Pemberian stimulasi untuk mendukung perkembangan fungsional anak.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h2>Pola Makan Seimbang dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mpasi\" title=\"MPASI\">MPASI<\/a> Adekuat<\/h2>\n<p>Dalam hal pemenuhan gizi, Erwin menjelaskan bahwa tidak ada satu jenis makanan &#8220;ajaib&#8221; yang secara tunggal dapat mencegah stunting. Anak membutuhkan pola makan yang beragam untuk memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral.<\/p>\n<p>Bagi anak di atas usia enam bulan, pemberian Air Susu Ibu (ASI) harus tetap dilanjutkan dan didampingi dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang adekuat. MPASI yang baik haruslah beragam, padat zat gizi, dan sangat disarankan untuk mengutamakan sumber protein hewani.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi prinsipnya sederhana: cukup, beragam, seimbang, aman, dan sesuai kebutuhan usia,&#8221; pungkas Erwin. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/922805\/pertumbuhan-anak-stunting-masih-bisa-dioptimalkan-dengan-penanganan-dini\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi&#8211;Petugas mengukur lingkar kepala anak balita di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Palu, Sulawesi Tengah, Senin (10\/8\/2026).(ANTARA\/Muhammad Rifki Hasan) KETUA Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), dr. Erwin Christianto, M.Gizi, Sp.GK, menegaskan bahwa kondisi stunting pada anak bukanlah akhir dari segalanya. Pertumbuhan dan perkembangan anak yang mengalami stunting masih dapat dioptimalkan asalkan kondisi tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":89187,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-89186","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89186","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89186"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89186\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/89187"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89186"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89186"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89186"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}