{"id":89152,"date":"2026-08-17T23:55:38","date_gmt":"2026-08-17T16:55:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/17\/keharmonisan-keluarga-pengaruhi-kesehatan-mental-remaja-ini-dampak-jangka-panjangnya\/"},"modified":"2026-08-17T23:55:38","modified_gmt":"2026-08-17T16:55:38","slug":"keharmonisan-keluarga-pengaruhi-kesehatan-mental-remaja-ini-dampak-jangka-panjangnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/17\/keharmonisan-keluarga-pengaruhi-kesehatan-mental-remaja-ini-dampak-jangka-panjangnya\/","title":{"rendered":"Keharmonisan Keluarga Pengaruhi Kesehatan Mental Remaja, Ini Dampak Jangka Panjangnya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/17\/1786980896_76bdd9efbd18e4ce00be.jpeg\" alt=\"Keharmonisan Keluarga Pengaruhi Kesehatan Mental Remaja, Ini Dampak Jangka Panjangnya\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Dok. Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-mental\" title=\"kesehatan mental\">KESEHATAN mental<\/a> berperan penting dalam kesejahteraan hidup karena memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan bertindak. Kondisi mental yang sehat dapat membantu seseorang menjalani aktivitas, membangun hubungan, dan berkomunikasi dengan baik.<\/p>\n<p>Dalam kehidupan sehari-hari, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/keluarga\" title=\"keluarga\">keluarga<\/a> menjadi salah satu lingkungan penting yang dapat mendukung kesehatan mental, terutama melalui hubungan yang aman dan suportif.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Faktor Penentu Kesehatan Mental<\/h2>\n<p>Masa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/remaja\" title=\"remaja\">remaja<\/a> dapat diwarnai berbagai tekanan, mulai dari kesulitan dalam kehidupan, tuntutan untuk menyesuaikan diri dengan teman sebaya, hingga proses mencari dan membentuk identitas diri. Pengaruh media dan norma gender juga dapat memperlebar jarak antara kondisi yang dialami remaja dengan harapan mereka terhadap masa depan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/opini\/700423\/krisis-mental-remaja-tantangan-terlupakan\" title=\"Krisis Mental Remaja: Tantangan Terlupakan\" target=\"_blank\">Krisis Mental Remaja: Tantangan Terlupakan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selain itu, kualitas kehidupan di rumah dan hubungan dengan teman sebaya turut menjadi faktor penting yang berkaitan dengan kesehatan mental. Organisasi Kesehatan Dunia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/who\" title=\"WHO\">WHO<\/a>) menyebut pola pengasuhan yang keras serta masalah sosial dan ekonomi yang berat sebagai faktor risiko utama kesehatan mental remaja.<\/p>\n<p>Kekerasan psikologis, baik verbal maupun nonverbal yang membahayakan perkembangan anak\u2014seperti penghinaan, ejekan, ancaman, intimidasi, diskriminasi, penolakan, dan perlakuan bermusuhan lainnya\u2014juga memiliki kaitan erat dengan gangguan mental. Sebaliknya, hubungan orang tua dan anak yang hangat serta pola pengasuhan positif dapat mendukung kesehatan mental remaja secara signifikan.<\/p>\n<p>WHO menekankan bahwa lingkungan keluarga yang suportif dan hubungan pengasuh-anak yang baik adalah bagian krusial dalam menjaga stabilitas emosional. Di sisi lain, kemiskinan, tekanan ekonomi, diskriminasi, dan kurangnya dukungan sosial dapat menambah kerentanan terhadap masalah kesehatan mental.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kolom-pakar\/670492\/kesehatan-mental-remaja-isu-terpinggirkan\" title=\"Kesehatan Mental Remaja Isu Terpinggirkan\" target=\"_blank\">Kesehatan Mental Remaja Isu Terpinggirkan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Hubungan Keluarga dan Gejala Depresi<\/h2>\n<p>Menurut laporan <i>Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development<\/i> (NICHD), penelitian yang dilakukan oleh Ping Chen dan Kathleen Mullan Harris menemukan bahwa remaja dengan hubungan keluarga yang positif cenderung memiliki gejala depresi yang lebih rendah. Dampak positif ini tidak hanya dirasakan saat remaja, tetapi bertahan hingga usia paruh baya.<\/p>\n<p>Penelitian tersebut menganalisis data dari studi longitudinal nasional yang melibatkan lebih dari 20.000 remaja berusia 12 hingga 21 tahun di Amerika Serikat. Peneliti menilai aspek kohesi keluarga, termasuk apakah anggota keluarga sering menghabiskan waktu bersama, saling memahami, dan saling memperhatikan. Tingkat konflik antara orang tua dan anak juga menjadi variabel penting dalam studi ini.<\/p>\n<p>Hasilnya menunjukkan bahwa peserta dengan kohesi keluarga yang tinggi dan konflik keluarga yang rendah memiliki skor gejala depresi yang lebih rendah secara konsisten:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Pada perempuan: Skor gejala depresi rata-rata 1,26 poin lebih rendah pada usia 12 tahun dan tetap 0,78 poin lebih rendah saat mencapai usia 40 tahun.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pada laki-laki: Skor tersebut 0,72 poin lebih rendah pada usia 12 tahun dan 0,21 poin lebih rendah pada usia 37 tahun.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Temuan ini menegaskan bahwa hubungan keluarga yang positif pada masa remaja merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan mental seseorang hingga memasuki usia dewasa. Lingkungan keluarga yang saling mendukung menjadi fondasi utama dalam menjaga kesejahteraan psikologis lintas generasi.<\/p>\n<p>(WHO, NICHD, JAMA Pediatrics\/H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/922836\/keharmonisan-keluarga-pengaruhi-kesehatan-mental-remaja-ini-dampak-jangka-panjangnya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Dok. Magnific) KESEHATAN mental berperan penting dalam kesejahteraan hidup karena memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan bertindak. Kondisi mental yang sehat dapat membantu seseorang menjalani aktivitas, membangun hubungan, dan berkomunikasi dengan baik. Dalam kehidupan sehari-hari, keluarga menjadi salah satu lingkungan penting yang dapat mendukung kesehatan mental, terutama melalui hubungan yang aman dan suportif. Faktor Penentu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":89153,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-89152","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89152","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89152"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89152\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/89153"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}