{"id":8895,"date":"2024-07-11T18:38:44","date_gmt":"2024-07-11T18:38:44","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/11\/perkumpulan-warga-miskin-laporkan-carut-marut-ppdb-sma-depok-ke-jokowi\/"},"modified":"2024-07-11T18:38:44","modified_gmt":"2024-07-11T18:38:44","slug":"perkumpulan-warga-miskin-laporkan-carut-marut-ppdb-sma-depok-ke-jokowi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/11\/perkumpulan-warga-miskin-laporkan-carut-marut-ppdb-sma-depok-ke-jokowi\/","title":{"rendered":"Perkumpulan Warga Miskin Laporkan Carut Marut PPDB SMA Depok ke Jokowi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n<img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/800x467\/news\/2024\/07\/345628850ec63483d2207af66b606c03.jpeg\" alt=\"Perkumpulan Warga Miskin Laporkan Carut Marut PPDB SMA Depok ke Jokowi\"\/><figcaption>Perkumpulan Warga Miskin Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) melaporkan carut marut penerimaan peserta didik baru atau PPDB ke Presiden Jokowi(Mi \/ Kisar Rajaguguk)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PERKUMPULAN Warga Miskin Kota <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/depok\" title=\"Depok\" rel=\"dofollow\">Depok<\/a>, Jawa Barat (Jabar) melaporkan carut marut penerimaan peserta didik baru atau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ppdb\" title=\"PPDB\" rel=\"dofollow\">PPDB<\/a> Kota Depok Tahun 2024-2025 ke Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta pada Kamis, 11 Juli 2024.<\/p>\n<p>Saat melapor, mereka didampingi Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok. Mereka ke Istana setelah aksi mereka beberapa waktu lalu di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Kota Depok tidak mendapatkan tanggapan.\n<\/p>\n<p>Setelah ratusan massa melakukan aksi di depan istana, akhirnya beberapa orang tua dan siswa dari keluarga miskin didampingi relawan DKR diterima oleh Kantor Staf Presiden (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ksp\" title=\"KSP\" rel=\"dofollow\">KSP<\/a>) diwakili Johanes Joko Tenaga Ahli Utama KSP beserta tim. <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/682528\/belum-diakomodasi-puluhan-emak-emak-di-depok-kembali-gelar-aksi-tuntut-kepastian-ppdb\" title=\"Belum Diakomodasi, Puluhan Emak-Emak di Depok kembali Gelar Aksi Tuntut Kepastian PPDB\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">Belum Diakomodasi, Puluhan Emak-Emak di Depok kembali Gelar Aksi Tuntut Kepastian PPDB<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>Dihadapan perwakilan KSP, Ketua DKR, Roy Pangharapan menyampaikan tuntutannya, diantaranya agar dibuka kembali jalur optimalisasi. agar siswa miskin dapat diterima di sekolah Negeri SMA.\n<\/p>\n<p>Menurutnya kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang hanya menerima 32 siswa per kelas adalah kebijakan yang sangat merugikan siswa miskin.\n<\/p>\n<p>&#8220;Akibat kebijakan tersebut siswa-siswa dari keluarga miskin justru tidak bisa bersekolah. Jadi tetap saja kebijakan itu mengorbankan ribuan siswa miskin. Karena kelas dibatasi hanya boleh menerima 32 orang siswa perkelas,&#8221; jelasnya. <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/682045\/korupsi-jual-beli-nilai-rapor-demi-lulus-ppdb-diduga-terjadi-di-sd-negeri-kota-depok\" title=\"Korupsi Jual Beli Nilai Rapor Demi Lulus PPDB Diduga Terjadi di SD Negeri Kota Depok\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">Korupsi Jual Beli Nilai Rapor Demi Lulus PPDB Diduga Terjadi di SD Negeri Kota Depok<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>Menurut Roy Pangharapan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa saja batasi jumlah siswa dalam kelas sebanyak 32 orang per kelas kalau pemerintah telah membangun sekolah sesuai jumlah yang dibutuhkan.\n<\/p>\n<p>&#8220;Faktanya di kota Depok hanya ada 15 SMA Negeri dan 4 SMK Negeri. Ini tidak sebanding dengan jumlah penduduk kota Depok yang mencapai\n<\/p>\n<p>2 juta lebih. Tahun ini ada 15.000 lebih siswa pendaftar, sementara yang diterima hanya sekitar 25% lebih. Sehingga kebijakan 32 per rombongan belajar adalah mubazir ditengah kebutuhan siswa yang ingin bersekolah.&#8221; <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/680821\/diduga-curang-warga-depok-tuntut-transparansi-ppdb-2024\" title=\"Diduga Curang, Warga Depok Tuntut Transparansi PPDB 2024\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">Diduga Curang, Warga Depok Tuntut Transparansi PPDB 2024<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>&#8220;Nampaknya pemerintah salah melihat akar masalah, sehingga kebijakannya bukan menjadi jalan keluar malah jadi masalah baru,&#8221; ujar Roy Pangharapan.\n<\/p>\n<p>Di Hadapan Staf KSP para orang tua siswa miskin menyampaikan keinginan agar anaknya bisa sekolah. Perwakilan yang diterima dibatasi 5 orang tua, 5 siswa dan 3 relawan DKR.\n<\/p>\n<p>&#8220;Sambil terisak menangis para orang tua berharap agar Presiden <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jokowi\" title=\"Jokowi\" rel=\"dofollow\">Jokowi<\/a> melalui KSP dapat menolong agar anak mereka bisa tetap sekolah tahun ini,&#8221; jelas Roy.\n<\/p>\n<p>Staf KSP berjanji akan segera menindak lanjuti laporan para orang tua siswa dan DKR serta segera melaporkan pada Kepala Kantor Staf Presiden, Jenderal (Purn) Moeldoko dan Presiden Joko Widodo.\n<\/p>\n<p>Setelah menemui KSP perwakilan peserta aksi disambut oleh sekitar 200 relawan yang tetap bertahan dilokasi aksi setelah menyampaikan hasilnya, peserta aksi membubarkan ni dengan tertib (Z-8)\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/684440\/perkumpulan-warga-miskin-laporkan-carut-marut-ppdb-sma-depok-ke-jokowi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkumpulan Warga Miskin Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) melaporkan carut marut penerimaan peserta didik baru atau PPDB ke Presiden Jokowi(Mi \/ Kisar Rajaguguk) PERKUMPULAN Warga Miskin Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) melaporkan carut marut penerimaan peserta didik baru atau PPDB Kota Depok Tahun 2024-2025 ke Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta pada Kamis, 11 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8896,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-8895","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8895"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8895\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8896"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}