{"id":88932,"date":"2026-08-17T14:34:43","date_gmt":"2026-08-17T07:34:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/17\/disinformasi-nuklir-iran-kutipan-palsu-sesatkan-media-netanyahu-politisi\/"},"modified":"2026-08-17T14:34:43","modified_gmt":"2026-08-17T07:34:43","slug":"disinformasi-nuklir-iran-kutipan-palsu-sesatkan-media-netanyahu-politisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/17\/disinformasi-nuklir-iran-kutipan-palsu-sesatkan-media-netanyahu-politisi\/","title":{"rendered":"Disinformasi Nuklir Iran Kutipan Palsu Sesatkan Media, Netanyahu, Politisi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/17\/1786951485_ef57a8462178994bad82.jpg\" alt=\"Disinformasi Nuklir Iran: Kutipan Palsu Sesatkan Media, Netanyahu, Politisi\"\/><figcaption>Disinformasi nuklir Iran.(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SATU penyebaran disinformasi global yang terorganisasi\u00a0berhasil menyesatkan para pemimpin dunia dan organisasi berita internasional. Berawal dari unggahan anonim di media sosial, suatu\u00a0kutipan palsu yang diklaim berasal dari komandan Korps Garda Revolusi Islam (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/irgc\" title=\"IRGC\">IRGC<\/a>) Iran, Brigadir Jenderal <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ahmad-vahidi\" title=\"Ahmad Vahidi\">Ahmad Vahidi<\/a>, sempat memicu ketegangan diplomatik serius terkait ambisi nuklir Teheran.<\/p>\n<p>Kutipan tersebut mengeklaim bahwa Vahidi bersumpah Iran tidak akan pernah melepaskan ambisi senjata nuklirnya selama Israel dan Amerika Serikat masih memilikinya. Namun, penelusuran mendalam menunjukkan tidak ada bukti pernyataan tersebut pernah diucapkan\u00a0dan Iran secara konsisten menyatakan program nuklirnya bertujuan sipil.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Kronologi Penyebaran Hoaks<\/h2>\n<p>Disinformasi itu\u00a0pertama kali muncul pada pagi hari tanggal 5 Agustus melalui akun anonim di India melalui platform X. Akun tersebut, yang memiliki 175.000 pengikut, sebelumnya sering dikritik karena menyebarkan konten palsu dan Islamofobia. Unggahan itu disertai gambar Jenderal Vahidi dan ilustrasi awan jamur nuklir hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/920705\/mojtaba-khamenei-rombak-komando-militer-iran-siapkan-operasi-ofensif\" target=\"_blank\" title=\"Mojtaba Khamenei Rombak Komando Militer Iran, Siapkan Operasi Ofensif\">Mojtaba Khamenei Rombak Komando Militer Iran, Siapkan Operasi Ofensif<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Hanya dalam hitungan jam, narasi ini menyebar luas:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Akun Israel:<\/strong> Akun populer Mossad Commentary\u00a0(yang tidak memiliki hubungan resmi dengan intelijen Israel) menyebarkan klaim tersebut untuk mempertegas narasi bahwa Iran tidak bisa diajak bernegosiasi.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Media Massa:<\/strong> Channel 14 di Israel menyiarkan kutipan tersebut sebagai deklarasi publik pertama\u00a0Iran mengenai bom nuklir.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Pidato Kenegaraan:<\/strong> Perdana Menteri <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/benjamin-netanyahu\" title=\"Benjamin Netanyahu\">Benjamin Netanyahu<\/a> memasukkan kutipan palsu ini ke dalam pidatonya di pemakaman nasional Mount Herzl, Yerusalem.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Politisi AS:<\/strong> Di Amerika Serikat, Duta Besar PBB era Trump, Mike Waltz, dan Senator Rick Scott dari Florida turut membagikan ulang kutipan tersebut. Fox News bahkan sempat mengangkatnya dalam diskusi bersama mantan komandan militer.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Upaya Mengganggu Negosiasi Damai<\/h2>\n<p>Para ahli menyebut fenomena itu\u00a0sebagai <em>narrative laundering<\/em>\u00a0atau pencucian narasi. Darren L. Linvill dari Media Forensics Hub di Clemson University menjelaskan bahwa taktik ini bertujuan menyemai kebohongan melalui berbagai sumber hingga tampak autentik.<\/p>\n<p>&#8220;Kutipan ini jelas dirancang untuk memecah belah negosiasi perdamaian,&#8221; ujar Linvill. Momentum penyebaran hoaks ini terjadi hanya tiga hari setelah Presiden Trump menyatakan penghentian serangan terhadap Iran guna memberi kesempatan pada jalur diplomasi.<\/p>\n<h2>Respons Iran dan Klarifikasi<\/h2>\n<p>Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, membantah keras klaim tersebut dan menyebutnya sebagai banjir kebohongan\u00a0untuk membenarkan agresi militer. Jenderal Vahidi sendiri, yang menjabat sejak Maret, diketahui tidak pernah mengeluarkan pernyataan mengenai program nuklir dalam kapasitas resminya baru-baru ini.<\/p>\n<p>Meski Fox News akhirnya mengeluarkan klarifikasi bahwa kutipan tersebut tidak terverifikasi dan tidak akurat\u00a0serta Mike Waltz menghapus unggahannya, dampak dari disinformasi ini telanjur meluas. Hingga saat ini, ribuan unggahan yang memperlakukan kutipan palsu tersebut sebagai fakta masih beredar di internet, menunjukkan betapa rentannya debat publik mengenai perang dan damai terhadap manipulasi digital. (New York Times\/I-2)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/922612\/disinformasi-nuklir-iran-kutipan-palsu-sesatkan-media-netanyahu-politisi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Disinformasi nuklir Iran.(Dok Istimewa) SATU penyebaran disinformasi global yang terorganisasi\u00a0berhasil menyesatkan para pemimpin dunia dan organisasi berita internasional. Berawal dari unggahan anonim di media sosial, suatu\u00a0kutipan palsu yang diklaim berasal dari komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi, sempat memicu ketegangan diplomatik serius terkait ambisi nuklir Teheran. Kutipan tersebut mengeklaim bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":88933,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-88932","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88932","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88932"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88932\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/88933"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88932"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88932"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}