{"id":88888,"date":"2026-08-17T12:52:37","date_gmt":"2026-08-17T05:52:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/17\/pakar-ingatkan-sanksi-pidana-paksa-hewan-bawa-muatan-berlebih\/"},"modified":"2026-08-17T12:52:37","modified_gmt":"2026-08-17T05:52:37","slug":"pakar-ingatkan-sanksi-pidana-paksa-hewan-bawa-muatan-berlebih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/17\/pakar-ingatkan-sanksi-pidana-paksa-hewan-bawa-muatan-berlebih\/","title":{"rendered":"Pakar Ingatkan Sanksi Pidana Paksa Hewan Bawa Muatan Berlebih"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/17\/1786945333_9eeb52ece04082d4480d.jpg\" alt=\"Pakar Ingatkan Sanksi Pidana Paksa Hewan Bawa Muatan Berlebih\"\/><figcaption>Ilustrasi&#8211;Sebuah cikar ditarik dua ekor sapi, mengangkut ratusan batang bambu, melintasi Jl Raya Soekarno-Hatta, Kota Pasuruan, Jawa Timur,(MI\/Abdus Syukur)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DOSEN Sekolah Kedokteran <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hewan\" title=\"hewan\">Hewan<\/a> dan Biomedis (SKHB) IPB University, Prof drh Gunanti dan drh Bintang Nurul Iman, MSi, memberikan peringatan keras terkait perlakuan terhadap hewan ternak.<\/p>\n<p>Keduanya menegaskan bahwa memaksa hewan membawa muatan yang melebihi batas kemampuannya bukan sekadar masalah etika, melainkan tindakan yang berpotensi melanggar hukum dan dapat dikenai sanksi pidana.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Pernyataan ini muncul sebagai respons atas beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan seekor <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sapi\" title=\"sapi\">sapi<\/a> dipaksa berjalan dengan beban sangat berat dalam sebuah acara arak-arakan. Kejadian tersebut memicu keprihatinan mengenai implementasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesejahteraan-hewan\" title=\"Kesejahteraan hewan\">kesejahteraan hewan<\/a> di lapangan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/897959\/pawerful-voices-program-baru-untuk-kesejahteraan-hewan\" title=\"Pawerful Voices, Program Baru untuk Kesejahteraan Hewan\" target=\"_blank\">Pawerful Voices, Program Baru untuk Kesejahteraan Hewan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Landasan Hukum Kesejahteraan Hewan<\/h2>\n<p>Prof Gunanti menjelaskan bahwa Indonesia telah memiliki payung hukum yang kuat terkait hal ini, yakni Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang telah diperbarui melalui UU Nomor 41 Tahun 2014. Pasal 66 dalam aturan tersebut secara eksplisit mewajibkan setiap orang untuk memperlakukan hewan secara manusiawi, mulai dari penangkapan hingga pengangkutan.<\/p>\n<p>&#8220;Memaksa sapi berjalan jauh dengan muatan yang melebihi kapasitas fisiologisnya bertentangan dengan prinsip kesejahteraan hewan dan dapat dikategorikan sebagai bentuk penganiayaan,&#8221; tegas Prof Gunanti.<\/p>\n<p>Selain undang-undang, terdapat Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 yang mengadopsi prinsip <i>five freedoms<\/i> (lima kebebasan hewan) sebagai standar kesejahteraan global:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/834164\/fakta-tentang-animal-welfare-yang-perlu-kamu-tahu\" title=\"Fakta tentang Animal Welfare yang Perlu Kamu Tahu!\" target=\"_blank\">Fakta tentang Animal Welfare yang Perlu Kamu Tahu!<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Prinsip Kebebasan Hewan (Five Freedoms)<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">1. Bebas dari rasa lapar dan haus.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">2. Bebas dari rasa sakit, cedera, dan penyakit.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">3. Bebas dari ketidaknyamanan (pengungsian\/lingkungan buruk).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">4. Bebas dari rasa takut dan stres (penganiayaan).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">5. Bebas mengekspresikan perilaku alaminya.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h2>Ancaman Sanksi Pidana<\/h2>\n<p>Dari sisi hukum pidana, pelaku eksploitasi hewan secara berlebihan dapat dijerat dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Prof Gunanti merinci perbedaan aturan dalam KUHP lama dan KUHP Nasional yang akan berlaku efektif pada tahun 2026.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Regulasi<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Pasal Terkait<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Keterangan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">KUHP (Lama)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Pasal 302 &amp; 540<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Mengatur penganiayaan dan penggunaan hewan di luar kemampuan.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">KUHP Nasional (2026)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Pasal 336 &#8211; 338<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Tindak pidana terhadap hewan dengan ancaman denda lebih berat.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h2>Batas Wajar Penggunaan Tenaga Hewan<\/h2>\n<p>Meskipun penggunaan sapi, kerbau, atau kuda sebagai tenaga angkut adalah bagian dari tradisi pedesaan, Prof Gunanti menekankan pentingnya batas kemampuan biologis. Masalah utama muncul ketika intensitas kerja, durasi, dan bobot muatan menyebabkan kelelahan ekstrem, dehidrasi, hingga cedera serius.<\/p>\n<p>Untuk mencegah hal tersebut, ia menyarankan beberapa langkah praktis:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Membatasi bobot muatan sesuai kapasitas tubuh hewan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Menyediakan waktu istirahat dan akses air minum yang cukup.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Menggunakan perlengkapan angkut yang tidak melukai kulit atau tubuh hewan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Mengatur rute perjalanan agar tetap manusiawi.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Menutup penjelasan tersebut, drh Bintang Nurul Iman menyoroti pentingnya edukasi lintas sektor. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat desa memerlukan pendekatan praktis yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, organisasi profesi, hingga media massa.<\/p>\n<p>&#8220;Edukasi harus disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat agar prinsip kesejahteraan hewan benar-benar dapat diterapkan secara nyata di lapangan,&#8221; pungkas drh Bintang. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/922566\/pakar-ingatkan-sanksi-pidana-paksa-hewan-bawa-muatan-berlebih\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi&#8211;Sebuah cikar ditarik dua ekor sapi, mengangkut ratusan batang bambu, melintasi Jl Raya Soekarno-Hatta, Kota Pasuruan, Jawa Timur,(MI\/Abdus Syukur) DOSEN Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Prof drh Gunanti dan drh Bintang Nurul Iman, MSi, memberikan peringatan keras terkait perlakuan terhadap hewan ternak. Keduanya menegaskan bahwa memaksa hewan membawa muatan yang melebihi batas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":88889,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-88888","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88888","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88888"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88888\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/88889"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88888"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88888"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88888"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}