{"id":88549,"date":"2026-08-16T17:52:41","date_gmt":"2026-08-16T10:52:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/16\/bnpb-53-orang-meninggal-dunia-135-luka-luka-akibat-gempa-ntt\/"},"modified":"2026-08-16T17:52:41","modified_gmt":"2026-08-16T10:52:41","slug":"bnpb-53-orang-meninggal-dunia-135-luka-luka-akibat-gempa-ntt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/16\/bnpb-53-orang-meninggal-dunia-135-luka-luka-akibat-gempa-ntt\/","title":{"rendered":"BNPB 53 Orang Meninggal Dunia, 135 Luka-Luka Akibat Gempa NTT"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/16\/1786877244_aa2de79bc46eba21ae93.jpg\" alt=\"BNPB: 53 Orang Meninggal Dunia, 135 Luka-Luka Akibat Gempa NTT\u00a0\"\/><figcaption>DEPUTI Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, saat konferensi Pers, Minggu (16\/8) di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.(MI\/Marianus\u00a0 Images)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DEPUTI Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bnpb\" title=\"BNPB\">BNPB<\/a>) Abdul Muhari menyampaikan perkembangan terbaru penanganan gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ntt\" title=\"NTT\">NTT<\/a>).<\/p>\n<p>Dalam konferensi pers di Labuan Bajo, Minggu (16\/8), Abdul mengatakan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat terus mempercepat penanganan darurat di tujuh kabupaten\/kota terdampak <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gempa-ntt\" title=\"gempa ntt\">gempa NTT<\/a>.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cPemerintah bisa segera mengidentifikasi situasi dan kondisi di lapangan, melakukan pengecekan langsung apa-apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat,\u201d kata Abdul.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/922337\/update-gempa-ntt-korban-meninggal-47-orang-bnpb-kirim-275-ton-bantuan\" title=\"Update Gempa NTT: Korban Meninggal 47 Orang, BNPB Kirim 275 Ton Bantuan\" target=\"_blank\">Update Gempa NTT: Korban Meninggal 47 Orang, BNPB Kirim 275 Ton Bantuan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Abdul mengatakan, berdasarkan pemutakhiran data hingga Minggu (16\/8) sore, total korban meninggal dunia akibat gempa NTT mencapai 53 orang. Rinciannya, satu orang di Manggarai Barat, 20 orang di Manggarai Timur, 25 orang di Manggarai, satu orang di Nagekeo, empat orang di Sikka, dan dua orang di Ende. Sementara itu, korban luka yang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan mencapai 135 orang.<\/p>\n<p>Korban luka tersebut terdiri atas\u00a012 orang di Sikka, 17 luka berat dan 20 luka ringan di Manggarai, 21 luka berat dan 59 luka ringan di Manggarai Timur, serta enam luka berat di Manggarai Barat.<\/p>\n<p>Abdul menegaskan\u00a0 tidak ada laporan orang hilang yang masuk ke Basarnas dari tujuh kabupaten\/kota terdampak. Meski demikian, Basarnas tetap menyiagakan personel di Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan wilayah terdampak lainnya untuk mengantisipasi kebutuhan pencarian dan pertolongan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/922385\/korban-tewas-gempa-ntt-capai-51-orang-helikopter-disiagakan-untuk-medis\" title=\"Korban Tewas Gempa NTT Capai 51 Orang, Helikopter Disiagakan untuk Medis\" target=\"_blank\">Korban Tewas Gempa NTT Capai 51 Orang, Helikopter Disiagakan untuk Medis<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>995 Gempa Susulan<\/h3>\n<p>Abdul juga menyampaikan data BMKG terkait aktivitas gempa susulan. Hingga Minggu, 16 Agustus pukul 15.00 WIB, tercatat 995 kali gempa susulan, namun hanya 46 kali yang dirasakan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cTidak lebih dari 10 persen dari total gempa susulan yang dirasakan oleh masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Abdul, gempa susulan merupakan fenomena alam yang terjadi setelah gempa utama dan berkaitan dengan proses penyesuaian struktur patahan untuk kembali stabil.<\/p>\n<p>BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada dan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan sebelum kembali ke rumah.<\/p>\n<p>Warga diminta memperhatikan kerusakan seperti retakan pada tiang, sudut bangunan yang lepas, maupun dudukan kuda-kuda atap yang bergeser. Jika ditemukan kerusakan, warga diminta segera melapor kepada RT, RW, pemerintah desa, atau BPBD setempat.<\/p>\n<p>Hingga hari kedua penanganan, BNPB menerima data sementara 241 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 154 rumah rusak berat, 49 rumah rusak sedang, dan 38 rumah rusak ringan akibat gempa NTT. Abdul mengatakan data tersebut masih dinamis dan akan terus diverifikasi serta divalidasi.<\/p>\n<p>Pendataan rumah rusak dinilai penting untuk mempercepat proses pemulihan dan rekonstruksi, termasuk memastikan warga terdampak yang berhak mendapatkan bantuan perbaikan rumah dapat terdata secara by name by address.<\/p>\n<p>Di sektor infrastruktur, Abdul mengatakan ruas jalan kilometer 49 di Kecamatan Reo yang sebelumnya tertutup material longsor kini telah kembali dapat dilalui truk pengangkut BBM.<\/p>\n<p>Pembersihan dilakukan Kementerian PU setelah longsor akibat gempa menutup akses jalan. Sejumlah titik jalan lainnya yang terdampak longsor juga hampir seluruhnya telah dibersihkan. BNPB menargetkan akses yang masih terdampak dapat kembali dilalui paling lambat Senin (17\/8).<\/p>\n<p>Untuk sektor kelistrikan, sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami blackout juga telah kembali mendapatkan pasokan listrik.<\/p>\n<p>BNPB tetap meminta masyarakat melaporkan wilayah yang masih mengalami pemadaman melalui<em> call center <\/em>BNPB 117 agar dapat segera dikoordinasikan dengan PLN.<\/p>\n<p>BNPB juga telah membuka Posko Pendamping Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis Lapangan di Maumere. Sementara itu, Media Center penanganan bencana ditempatkan di Kantor Bupati Manggarai Barat, Labuan Bajo.<\/p>\n<p>Untuk dukungan logistik, BNPB mengaktifkan Posko Dukungan Logistik Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Posko Penerimaan Logistik Utama di Bandara Labuan Bajo, serta Posko Logistik Pendukung di Maumere.<\/p>\n<p>Masyarakat, organisasi, maupun berbagai entitas yang ingin memberikan bantuan dapat menyalurkan dukungan melalui posko-posko tersebut. Untuk mempercepat mobilisasi personel dan distribusi bantuan, pemerintah juga menyiagakan sejumlah armada udara. Di Labuan Bajo disiagakan satu unit helikopter Caracal TNI AU, satu unit Bell 412 TNI AD, satu helikopter BNPB, serta dua pesawat Caravan dari Kementerian Perhubungan dan BNPB.<\/p>\n<p>Sementara di Maumere disiapkan satu Bell 412 TNI AD, satu helikopter Panther TNI AL, dua helikopter Bell dari Kementerian Perhubungan, serta satu pesawat Caravan BNPB.<\/p>\n<p>\u201cIni semua kita siagakan dan kita siap untuk digunakan, baik itu untuk mobilisasi personel maupun distribusi logistik jika diperlukan,\u201d ujar Abdul Muhari. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/922409\/bnpb-53-orang-meninggal-dunia-135-luka-luka-akibat-gempa-ntt\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DEPUTI Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, saat konferensi Pers, Minggu (16\/8) di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.(MI\/Marianus\u00a0 Images) DEPUTI Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyampaikan perkembangan terbaru penanganan gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam konferensi pers di Labuan Bajo, Minggu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":88550,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-88549","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88549","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88549"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88549\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/88550"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88549"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88549"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88549"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}