{"id":88481,"date":"2026-08-16T14:41:37","date_gmt":"2026-08-16T07:41:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/16\/atasi-beban-psikologis-keluarga-odgj-dengan-bentuk-self-help-group\/"},"modified":"2026-08-16T14:41:37","modified_gmt":"2026-08-16T07:41:37","slug":"atasi-beban-psikologis-keluarga-odgj-dengan-bentuk-self-help-group","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/16\/atasi-beban-psikologis-keluarga-odgj-dengan-bentuk-self-help-group\/","title":{"rendered":"Atasi Beban Psikologis Keluarga ODGJ dengan Bentuk Self Help Group"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/16\/1786866024_29fe0632eea5d675cb79.jpg\" alt=\"Atasi Beban Psikologis Keluarga ODGJ dengan Bentuk Self Help Group\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KELUARGA sebagai unit terkecil masyarakat harus mampu menjadi garda terdepan berperan dalam menjaga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-jiwa\" title=\"Kesehatan jiwa\">kesehatan jiwa<\/a> anggota keluarganya untuk memberikan pertolongan pertama psikologis apabila tampak gejala yang mengarah pada masalah kesehatan jiwa.<\/p>\n<p>Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan terapi pada keluarga yang anggota keluargnya mengalami gangguan jiwa yang dikenal dengan kelompok swabantu (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/self-help-group\" title=\"self help group\">Self Help Group<\/a>\/SHG) yang di Indonesia sampai saat ini masih belum berkembang.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Melihat kondisi tersebut tim dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Cirebon, melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melakukan pembentukan kelompok SHG pada keluarga pasien gangguan jiwa yang dilaksanakan di Panti Gramesia (Graha Rehabilitasi Gangguan Jiwa), Kabupaten Cirebon.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/916395\/buntut-6-dokter-wafat-program-internship-diliburkan\" title=\"Buntut 6 Dokter Wafat, Program Internship Diliburkan\" target=\"_blank\">Buntut 6 Dokter Wafat, Program Internship Diliburkan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/poltekkes-kemenkes-tasikmalaya-cirebon\" title=\"Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Cirebon\">Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Cirebon<\/a>, Dr Dwi Putri Parendrawati, menjelaskan SHG merupakan satu pendekatan untuk mempertemukan kebutuhan keluarga dan sumber penting untuk keluarga dengan gangguan jiwa.<\/p>\n<p>SHG merupakan suatu kelompok dimana tiap anggota berbagi masalah baik fisik, emosional, atau isu tertentu dengan tujuan mengembangkan empati dengan cara sesama anggota kelompok saling memberikan penguatan untuk membentuk koping yang adaptif.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan berdasarkan hasil survei pendahuluan di Panti Gramesia Cirebon diperoleh data bahwa jumlah pasien sejak mulai di buka sampai tahun 2023 sebanyak 849 orang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/913540\/kpai-soroti-memburuknya-kesehatan-jiwa-anak-dalam-tiga-tahun-terakhir\" title=\"KPAI Soroti Memburuknya Kesehatan Jiwa Anak dalam Tiga Tahun Terakhir\" target=\"_blank\">KPAI Soroti Memburuknya Kesehatan Jiwa Anak dalam Tiga Tahun Terakhir<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kami melakukan wawancara pendahuluan pada tanggal 15 April 2024 terhadap 5 keluarga pasien, keluarga pasien mengatakan belum memahami tentang gangguan jiwa yang dialami oleh keluarganya dan cara melakukan perawatannya, merasa cobaan kehidupan yang dialami berat banget,&#8221; kata Dwi, Minggu (16\/8).<\/p>\n<p>Keluarga membutuhkan teman atau ada keluarga lain yang sama mengalami hal seperti ini untuk saling sering. Berdasarkan uraian di atas kami tertarik untuk melakukan pengabdian masyarakat tentang pembentukan kelompok SHG.<\/p>\n<p>Anggota tim PKM, Eyet hidayat, menyebut solusi yang ditawarkan yakni memberikan pemahaman pada keluarga tentang gangguan jiwa yang dialami oleh keluarganya dan cara melakukan perawatannya.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Kemudian membentuk kelompok SHG pada keluarga pasien di Panti Gramesia Cirebon,&#8221; ujar dia.<\/p>\n<p>Anggota Tim PKM lainnya, Syarif Zen Yahya, mengatakan target dari penelitian tersebut diharapkan dapat membantu keluarga ODGJ mengidentifikasi dan meurumuskan masalah dalam merawat ODGJ di rumah yang bersama-sama dibahas dalam kelompok SHG.<\/p>\n<p>&#8220;Kelompok SHG juga diharapkan bisa mencari alternatif pemecahan masalah berdasarkan pengalaman anggota kelompok, menetapkan cara dan melaksanakan pemecahan masalah,&#8221; pungkasnya.\u00a0<\/p>\n<p>Kegiatan PKM ini juga dibantu oleh mahasiswa keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Cirebon antara lain Reza Firdaus, Haora dan Dhea Suhendra. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/922370\/atasi-beban-psikologis-keluarga-odgj-dengan-bentuk-self-help-group\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) KELUARGA sebagai unit terkecil masyarakat harus mampu menjadi garda terdepan berperan dalam menjaga kesehatan jiwa anggota keluarganya untuk memberikan pertolongan pertama psikologis apabila tampak gejala yang mengarah pada masalah kesehatan jiwa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan terapi pada keluarga yang anggota keluargnya mengalami gangguan jiwa yang dikenal dengan kelompok swabantu (Self [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":88482,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-88481","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88481","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88481"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88481\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/88482"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88481"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88481"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88481"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}