{"id":88439,"date":"2026-08-16T11:41:35","date_gmt":"2026-08-16T04:41:35","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/16\/studi-terbaru-lubang-hitam-supermasif-lepaskan-energi-setara-miliaran-supernova\/"},"modified":"2026-08-16T11:41:35","modified_gmt":"2026-08-16T04:41:35","slug":"studi-terbaru-lubang-hitam-supermasif-lepaskan-energi-setara-miliaran-supernova","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/16\/studi-terbaru-lubang-hitam-supermasif-lepaskan-energi-setara-miliaran-supernova\/","title":{"rendered":"Studi Terbaru Lubang Hitam Supermasif Lepaskan Energi Setara Miliaran Supernova"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/16\/1786854789_791ba9a9c8a23e36dfa0.jpg\" alt=\"Studi Terbaru: Lubang Hitam Supermasif Lepaskan Energi Setara Miliaran Supernova\"\/><figcaption>Gambar komposit ini menunjukkan sebuah quasar, yaitu kelas lubang hitam supermasif yang langka dan ekstrem, yang terletak sekitar 3,4 miliar tahun cahaya dari Bumi.(Sumber gambar: Sinar-X: NASA\/CXC\/Univ. of Nottingham\/H. Russell et al.; Radio: NSF\/NRAO\/VLA; Pengolahan Gambar: NASA\/CXC\/SAO\/N. Wolk)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SELAMA ini, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lubang-hitam\" title=\"lubang hitam\">lubang hitam<\/a> supermasif dikenal sebagai objek kosmik dengan gravitasi ekstrem yang mampu menarik segala materi, termasuk cahaya, ke dalam kegelapan abadi. Namun, temuan terbaru mematahkan persepsi tunggal tersebut. Raksasa kosmik ini ternyata juga berperan sebagai &#8220;mesin&#8221; energi raksasa yang mampu menyemburkan kekuatan luar biasa ke lingkungan sekitarnya.<\/p>\n<p>Sebuah studi yang dipimpin oleh Satoshi Yamada dari Universitas Tohoku, Jepang, mengungkapkan bahwa angin yang dihasilkan oleh lubang hitam supermasif aktif memiliki kekuatan sekitar 100 kali lebih besar dari perkiraan para ilmuwan sebelumnya. Energi yang dilepaskan melalui aliran gas ini diperkirakan setara dengan ledakan miliaran <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/supernova\" title=\"Supernova\">supernova<\/a> secara bersamaan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Lubang hitam sebagian besar dikenal karena menyedot materi, tetapi mereka juga mengeluarkan gas dalam bentuk angin yang sangat kuat,&#8221; ujar Yamada dalam pernyataan resminya. Dampak dari semburan ini menciptakan turbulensi pada gas panas yang menyebar hingga radius 300.000 tahun cahaya, sebuah jarak yang jauh melampaui batas galaksi induknya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/864848\/astronom-temukan-bintang-raksasa-woh-g64-berubah-menjadi-kuning-tanda-ledakan-supernova\" title=\"Astronom Temukan Bintang Raksasa WOH G64 Berubah Menjadi Kuning, Tanda Ledakan Supernova?\" target=\"_blank\">Astronom Temukan Bintang Raksasa WOH G64 Berubah Menjadi Kuning, Tanda Ledakan Supernova?<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Mengamati <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kuasar-h1821643\" title=\"kuasar H1821+643\">Kuasar H1821+643<\/a><\/h3>\n<p>Untuk membedah fenomena ini, tim peneliti memfokuskan pengamatan pada <strong>H1821+643<\/strong>, sebuah kuasar terang yang terletak di konstelasi Draco. Objek ini berjarak sekitar 3,4 miliar tahun cahaya dari Bumi dan berada di pusat gugus galaksi yang sangat padat.<\/p>\n<p>Berikut adalah profil teknis dari objek penelitian tersebut berdasarkan data yang dihimpun:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Parameter<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Detail Informasi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Nama Objek<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">H1821+643 (Kuasar)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Lokasi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Konstelasi Draco<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Jarak dari Bumi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">3,4 Miliar Tahun Cahaya<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Massa Lubang Hitam<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">3 hingga 4 Miliar kali massa Matahari<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Instrumen Pengamatan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Satelit XRISM (Jepang)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Jangkauan Pengaruh<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">300.000 Tahun Cahaya<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Jejak Atom Besi dan Turbulensi Kosmik<\/h3>\n<p>Pengamatan dilakukan selama satu pekan pada September 2024 menggunakan satelit sinar-X XRISM (X-Ray Imaging and Spectroscopy Mission) milik Jepang. Para peneliti melacak jejak atom besi terionisasi di dalam gas panas yang menyelimuti kuasar tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/917941\/intip-sistem-pencernaan-lubang-hitam-tak-semua-materi-bintang-ditelan-habis\" title=\"Intip 'Sistem Pencernaan' Lubang Hitam, Tak Semua Materi Bintang Ditelan Habis\" target=\"_blank\">Intip &#8216;Sistem Pencernaan&#8217; Lubang Hitam, Tak Semua Materi Bintang Ditelan Habis<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Melalui analisis perubahan karakteristik cahaya yang dipancarkan oleh ion besi, tim peneliti berhasil memperkirakan kecepatan pergerakan gas dan tingkat turbulensi yang terjadi. Hasilnya mengonfirmasi adanya gelombang kejut masif yang didorong oleh energi dari pusat lubang hitam.<\/p>\n<p>Temuan ini membuktikan bahwa pengaruh lubang hitam tidak terbatas pada wilayah pusat galaksi saja, melainkan mampu menjangkau lingkungan kosmik yang jauh lebih luas. Hal ini sekaligus memperkuat teori bahwa lubang hitam adalah salah satu penggerak utama dinamika gas di alam semesta.<\/p>\n<h3>Misteri Rotasi yang Lambat<\/h3>\n<p>Selain kekuatannya yang dahsyat, H1821+643 menyimpan keunikan lain. Data dari Observatorium Sinar-X Chandra milik NASA pada 2022 menunjukkan bahwa lubang hitam ini berputar jauh lebih lambat dibandingkan lubang hitam yang berukuran lebih kecil.<\/p>\n<p>Para ilmuwan menduga pertumbuhan raksasa ini terjadi melalui serangkaian penggabungan (merger) dengan lubang hitam lain dari berbagai arah yang tidak teratur. Proses ini berbeda dengan pertumbuhan melalui cakram akresi yang stabil, yang biasanya justru mempercepat putaran rotasi.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk pertama kalinya, kami telah menunjukkan bahwa lubang hitam memengaruhi lingkungan kosmik yang lebih luas melalui gelombang kejut dengan kekuatan yang menakjubkan,&#8221; pungkas Yamada. Penelitian mendalam mengenai fenomena ini telah resmi diterbitkan dalam jurnal <em>Nature Astronomy<\/em> pada 28 Juli 2026. (space\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/922344\/studi-terbaru-lubang-hitam-supermasif-lepaskan-energi-setara-miliaran-supernova\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gambar komposit ini menunjukkan sebuah quasar, yaitu kelas lubang hitam supermasif yang langka dan ekstrem, yang terletak sekitar 3,4 miliar tahun cahaya dari Bumi.(Sumber gambar: Sinar-X: NASA\/CXC\/Univ. of Nottingham\/H. Russell et al.; Radio: NSF\/NRAO\/VLA; Pengolahan Gambar: NASA\/CXC\/SAO\/N. Wolk) SELAMA ini, lubang hitam supermasif dikenal sebagai objek kosmik dengan gravitasi ekstrem yang mampu menarik segala materi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":88440,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-88439","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88439","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88439"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88439\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/88440"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}