{"id":88277,"date":"2026-08-16T00:39:38","date_gmt":"2026-08-15T17:39:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/16\/great-institute-pertumbuhan-6-persen-harus-ditopang-produktivitas-dan-kualitas-belanja\/"},"modified":"2026-08-16T00:39:38","modified_gmt":"2026-08-15T17:39:38","slug":"great-institute-pertumbuhan-6-persen-harus-ditopang-produktivitas-dan-kualitas-belanja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/16\/great-institute-pertumbuhan-6-persen-harus-ditopang-produktivitas-dan-kualitas-belanja\/","title":{"rendered":"GREAT Institute Pertumbuhan 6 Persen Harus Ditopang Produktivitas dan Kualitas Belanja"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/15\/1786812656_c9565b3a62dc8b808941.jpeg\" alt=\"GREAT Institute: Pertumbuhan 6 Persen Harus Ditopang Produktivitas dan Kualitas Belanja\"\/><figcaption>Presiden Prabowo Subianto mengungkap delapan agenda utama pemerintah, mulai dari target ekonomi 6%, efisiensi Rp360 triliun, swasembada pangan, hingga 121 kebijakan transformatif.(MI\/Usman Iskandar)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-end=\"651\" data-start=\"326\">RANCANGAN Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dinilai membawa ambisi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pertumbuhan-ekonomi\" title=\"pertumbuhan ekonomi\">pertumbuhan ekonomi<\/a> 6% dengan defisit yang lebih terkendali. Namun, target tersebut dinilai akan sangat bergantung pada peningkatan produktivitas, kualitas belanja, dan kemampuan pemerintah mengeksekusi reformasi struktural.<\/p>\n<p>Peneliti Ekonomi GREAT Institute, Adrian Nalendra Perwira, mengatakan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/rapbn-2027\" title=\"RAPBN 2027\">RAPBN 2027<\/a> menunjukkan perubahan pendekatan dalam menempatkan APBN, bukan hanya sebagai instrumen pembiayaan negara, tetapi juga sebagai alat untuk memperkuat kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi belanja, dan mendorong pertumbuhan yang lebih dirasakan masyarakat.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-end=\"1344\" data-start=\"994\">\u201cPidato <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nota-keuangan\" title=\"Nota Keuangan\">Nota Keuangan<\/a> Presiden Prabowo menunjukkan paradigma yang konsisten. Negara harus kuat, tetapi bukan berarti pasar dimatikan. Justru pasar yang sehat membutuhkan negara yang mampu menyediakan data yang baik, aturan yang jelas, pengadaan yang efisien, infrastruktur dasar, pasar modal yang kredibel, dan perlindungan bagi rakyat,\u201d ujar Adrian dalam keterangannya, Sabtu (15\/8).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/921997\/pemerintah-matangkan-insentif-1-juta-motor-listrik-produksi-dalam-negeri\" target=\"_blank\" title=\"Pemerintah Matangkan Insentif 1 Juta Motor Listrik Produksi Dalam Negeri\">Pemerintah Matangkan Insentif 1 Juta Motor Listrik Produksi Dalam Negeri<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-end=\"1572\" data-start=\"1346\">Pernyataan tersebut merespons Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan yang disampaikan Presiden <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/prabowo-subianto\" title=\"Prabowo Subianto\">Prabowo Subianto<\/a> di Gedung DPR\/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14\/8).<\/p>\n<p data-end=\"1884\" data-start=\"1574\">Dalam RAPBN 2027, pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.426 triliun dan belanja negara Rp4.097,2 triliun. Pembiayaan ditargetkan Rp671,2 triliun dengan defisit anggaran sebesar 2,40% terhadap produk domestik bruto (PDB), lebih rendah dibandingkan defisit APBN 2026 sebesar 2,68% PDB.<\/p>\n<p data-end=\"2051\" data-start=\"1886\">Menurut Adrian, kombinasi antara target pertumbuhan yang lebih tinggi, belanja yang tetap ekspansif, dan defisit yang lebih rendah menjadi karakter utama RAPBN 2027.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/921977\/cadangan-devisa-juli-2026-tembus-us1453-miliar-airlangga-bantalan-eksternal-aman\" target=\"_blank\" title=\"Cadangan Devisa Juli 2026 Tembus US$145,3 Miliar, Airlangga: Bantalan Eksternal Aman\">Cadangan Devisa Juli 2026 Tembus US$145,3 Miliar, Airlangga: Bantalan Eksternal Aman<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-end=\"2507\" data-start=\"2053\">\u201cSecara nominal belanja memang naik, tetapi pemerintah tidak sedang mencoba mendanai pertumbuhan 6% dengan defisit yang lebih besar. Dengan asumsi PDB 2027 sekitar Rp27.987 triliun, belanja negara setara sekitar 14,6% PDB, sedikit lebih rendah dari 14,94% dalam APBN 2026. Jadi taruhan sesungguhnya adalah <em data-end=\"2403\" data-start=\"2377\">higher bang for the buck<\/em>: kualitas belanja, produktivitas investasi, dan kemampuan negara mengungkit modal swasta,\u201d kata Adrian.<\/p>\n<h2 data-end=\"2533\" data-section-id=\"1m1qmxg\" data-start=\"2509\"><strong>Pertumbuhan 6 Persen<\/strong><\/h2>\n<p data-end=\"2954\" data-start=\"2535\">Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6%, lebih tinggi dibandingkan target APBN 2026 sebesar 5,4%. Selain itu, pemerintah menetapkan sasaran inflasi 2,5%, tingkat suku bunga SBN 10 tahun 6,9%, nilai tukar Rp17.500 per dolar AS, harga minyak mentah Indonesia US$75 per barel, <em>lifting <\/em>minyak 610.000 barel per hari, serta <em>lifting <\/em>gas 954.000 barel setara minyak per hari.<\/p>\n<p data-end=\"3355\" data-start=\"3110\">Adrian menilai target pertumbuhan 6% masih dapat dicapai, tetapi tidak melalui skenario <em data-end=\"3223\" data-start=\"3204\">business as usual<\/em>. Ia mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61% pada kuartal I 2026 dan melambat menjadi sekitar 5,29% pada kuartal II.<\/p>\n<p data-end=\"3985\" data-start=\"3357\">\u201cKalau ICOR tetap tinggi, pertumbuhan 6% akan sangat mahal karena kita membutuhkan semakin banyak modal untuk menghasilkan tambahan <em data-end=\"3503\" data-start=\"3495\">output<\/em> yang sama. Karena itu, agenda <em data-end=\"3551\" data-start=\"3534\">debottlenecking<\/em> investasi harus diperluas menjadi reformasi struktural yang nyata: perizinan yang lebih sederhana, kepastian lahan, logistik yang lebih murah, energi yang andal, aturan pusat-daerah yang sinkron, dan penyelesaian hambatan investasi secara cepat. Pokja atau satgas <em data-end=\"3833\" data-start=\"3816\">debottlenecking<\/em> tidak boleh hanya memadamkan kasus per kasus, tetapi harus menurunkan hambatan sistemik yang membuat investasi mahal dan <em data-end=\"3963\" data-start=\"3955\">output<\/em> rendah,\u201d kata Adrian.<\/p>\n<p data-end=\"4279\" data-start=\"3987\">Menurut dia, peningkatan produktivitas juga harus tercermin dalam pasar kerja. Investasi, kata Adrian, perlu diarahkan bukan hanya untuk menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menghasilkan pekerjaan yang formal, produktif, memberikan keterampilan, dan membuka peluang peningkatan pendapatan.<\/p>\n<p data-end=\"4603\" data-start=\"4281\">\u201cDengan mayoritas pekerja masih berada di sektor informal, pertumbuhan 6% akan kehilangan banyak makna kalau tidak mempercepat transformasi kualitas pekerjaan. Investasi harus tersambung dengan vokasi, pelatihan berbasis kebutuhan industri, formalisasi UMKM, dan peningkatan produktivitas tenaga kerja,\u201d ujar Adrian.<\/p>\n<h2 data-end=\"4638\" data-section-id=\"1u91oxs\" data-start=\"4605\"><strong>Pertumbuhan dan Kesejahteraan<\/strong><\/h2>\n<p data-end=\"4910\" data-start=\"4640\">GREAT Institute juga menyoroti sasaran pembangunan dalam RAPBN 2027. Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan turun menjadi 6,0-6,5%, tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,30-4,87%, rasio gini menjadi 0,362-0,367, serta indeks modal manusia mencapai 0,575.<\/p>\n<p data-end=\"5040\" data-start=\"4912\">Adrian mengatakan indikator tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan RAPBN tidak cukup diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p data-end=\"5377\" data-start=\"5042\">\u201cPertumbuhan yang baik harus terlihat di pasar kerja. Ukurannya bukan hanya investasi masuk, tetapi apakah investasi menciptakan <em data-end=\"5182\" data-start=\"5171\">good jobs<\/em>, yakni pekerjaan formal, produktif, berupah layak, dan terlindungi. Kalau pertumbuhan naik tetapi kualitas pekerjaan tidak membaik, maka manfaat pembangunan tidak akan terasa luas,\u201d jelas Adrian.<\/p>\n<h2 data-end=\"5402\" data-section-id=\"1o5o87f\" data-start=\"5379\"><strong>Reformasi Pengadaan<\/strong><\/h2>\n<p data-end=\"5688\" data-start=\"5404\">Salah satu agenda yang dinilai penting oleh GREAT Institute adalah reformasi pengadaan pemerintah. Presiden Prabowo menyampaikan rencana konsolidasi pengadaan barang dan jasa serta penguatan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang\/Jasa Pemerintah (LKPP) menjadi badan pengadaan pemerintah.<\/p>\n<p data-end=\"5839\" data-start=\"5690\">Menurut Adrian, konsolidasi pengadaan dapat meningkatkan daya tawar pemerintah sebagai pembeli sekaligus menciptakan efisiensi melalui skala ekonomi.<\/p>\n<p data-end=\"6383\" data-start=\"5841\">\u201cPendekatan tersebut memiliki dasar ekonomi yang kuat. Konsolidasi dapat menghasilkan <em data-end=\"5947\" data-start=\"5927\">economies of scale<\/em>, memperkuat <em data-end=\"5984\" data-start=\"5960\">buyer bargaining power<\/em>, menekan variasi harga untuk spesifikasi serupa, serta mempermudah transparansi dan pengawasan. Tetapi penghematan harus dihitung dari transaksi yang benar-benar sebanding dalam spesifikasi, kualitas dan pelayanan. Sentralisasi juga jangan sampai mengurangi kompetisi, mematikan pemasok yang efisien di daerah, atau sekadar memindahkan <em data-end=\"6333\" data-start=\"6321\">bottleneck<\/em> dari banyak tempat ke satu tempat,\u201d tegas Adrian.<\/p>\n<h2 data-end=\"6404\" data-section-id=\"1jbqk70\" data-start=\"6385\"><strong>Bursa Komoditas<\/strong><\/h2>\n<p data-end=\"6575\" data-start=\"6406\">GREAT Institute juga menilai rencana pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis dapat memperkuat transparansi harga dan mengurangi potensi kebocoran nilai ekspor.<\/p>\n<p data-end=\"6719\" data-start=\"6577\">Presiden menyebut bursa tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027 dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).<\/p>\n<p data-end=\"6991\" data-start=\"6721\">\u201cBursa komoditas dapat menjadi instrumen untuk membuat harga lebih transparan, data lebih terang, dan ruang <em data-end=\"6846\" data-start=\"6829\">under-invoicing<\/em> lebih sempit. Namun, tentunya bursa harus dibangun sebagai pasar yang kredibel, bukan hanya menjadi instrumen administrasi harga,\u201d jelas Adrian.<\/p>\n<p data-end=\"7253\" data-start=\"6993\">Secara keseluruhan, GREAT Institute menilai RAPBN 2027 memiliki arah positif karena menggabungkan target pertumbuhan, disiplin fiskal, reformasi kelembagaan, dan sasaran kesejahteraan. Namun, keberhasilannya akan ditentukan oleh kualitas pelaksanaan kebijakan.<\/p>\n<p data-end=\"7650\" data-start=\"7255\">\u201cPidato Nota Keuangan nantinya harus dibuktikan melalui eksekusi yang rapi dengan belanja yang efisien, investasi yang menciptakan pekerjaan, data yang akurat, pengadaan yang transparan, energi yang lebih mandiri, pasar komoditas yang kredibel, dan layanan dasar yang benar-benar membaik. Pertumbuhan 6% harus punya isi, dan isi itu adalah kesejahteraan rakyat yang terukur,\u201d tutup Adrian. (B-3)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/922292\/great-institute-pertumbuhan-6-persen-harus-ditopang-produktivitas-dan-kualitas-belanja\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Prabowo Subianto mengungkap delapan agenda utama pemerintah, mulai dari target ekonomi 6%, efisiensi Rp360 triliun, swasembada pangan, hingga 121 kebijakan transformatif.(MI\/Usman Iskandar) RANCANGAN Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dinilai membawa ambisi pertumbuhan ekonomi 6% dengan defisit yang lebih terkendali. Namun, target tersebut dinilai akan sangat bergantung pada peningkatan produktivitas, kualitas belanja, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":88278,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-88277","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88277","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88277"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88277\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/88278"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}