{"id":88271,"date":"2026-08-16T00:23:46","date_gmt":"2026-08-15T17:23:46","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/16\/protein-comp-bantu-sel-kanker-payudara-bertahan-dari-pengobatan\/"},"modified":"2026-08-16T00:23:46","modified_gmt":"2026-08-15T17:23:46","slug":"protein-comp-bantu-sel-kanker-payudara-bertahan-dari-pengobatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/16\/protein-comp-bantu-sel-kanker-payudara-bertahan-dari-pengobatan\/","title":{"rendered":"Protein COMP Bantu Sel Kanker Payudara Bertahan dari Pengobatan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/15\/1786804425_44ddf7d517fe5f118f1c.jpg\" alt=\"Protein COMP Bantu Sel Kanker Payudara Bertahan dari Pengobatan\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>RESISTANSI terhadap pengobatan masih menjadi salah satu tantangan besar dalam penanganan kanker payudara. Sel kanker yang awalnya merespons terapi dapat mengalami perubahan sehingga mampu bertahan ketika mendapatkan obat.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut mendorong peneliti untuk terus mencari mekanisme molekuler yang membuat sel kanker menjadi lebih sulit ditangani.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Salah satu temuan menarik datang dari penelitian yang dipublikasikan di Cell Death &amp; Disease pada 2024. Studi tersebut mengungkap peran cartilage oligomeric matrix protein (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/comp\" title=\"COMP\">COMP<\/a>) dalam meningkatkan kemampuan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sel-kanker-payudara\" title=\"sel kanker payudara\">sel kanker payudara<\/a> untuk bertahan terhadap berbagai jenis pengobatan.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/819655\/operasi-kanker-payudara-kini-bisa-dengan-robot-minim-luka-dan-lebih-akurat\" title=\"Operasi Kanker Payudara Kini Bisa dengan Robot: Minim Luka dan Lebih Akurat\" target=\"_blank\">Operasi Kanker Payudara Kini Bisa dengan Robot: Minim Luka dan Lebih Akurat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dalam penelitian tersebut, peningkatan ekspresi COMP dikaitkan dengan kemampuan sel kanker bertahan hidup dan berkurangnya proses apoptosis atau kematian sel terprogram ketika mendapatkan beberapa jenis terapi. Peneliti mengamati efek tersebut pada sejumlah lini sel kanker payudara.\u00a0<\/p>\n<p>Menariknya, pengaruh COMP terhadap resistansi tidak hanya ditemukan pada satu jenis terapi. Penelitian menunjukkan bahwa COMP dapat berhubungan dengan resistansi terhadap beberapa obat kemoterapi, terapi yang menargetkan HER2, hingga terapi hormonal. Temuan tersebut menunjukkan bahwa protein ini berpotensi memiliki peran yang lebih luas dalam mekanisme ketahanan sel kanker terhadap pengobatan.\u00a0<\/p>\n<p>Peneliti juga menemukan lokasi COMP di dalam retikulum endoplasma (ER) sel. Di bagian tersebut, COMP berinteraksi dengan calpain, yaitu kelompok enzim yang terlibat dalam sejumlah proses seluler, termasuk jalur yang berkaitan dengan kematian sel.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jelita\/802253\/berikut-penyebab-gejala-hingga-pengobatan-kanker-payudara\" title=\"Berikut Penyebab, Gejala, hingga Pengobatan Kanker Payudara\" target=\"_blank\">Berikut Penyebab, Gejala, hingga Pengobatan Kanker Payudara<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ketika COMP diekspresikan, aktivasi calpain menjadi lebih rendah. Kondisi tersebut kemudian berkaitan dengan berkurangnya aktivasi sejumlah caspase, termasuk caspase-9, caspase-7, dan caspase-3. Caspase merupakan protein penting dalam proses apoptosis. Dengan berkurangnya aktivitas jalur tersebut, sel kanker dapat memiliki kemampuan lebih besar untuk bertahan ketika mendapatkan terapi.\u00a0<\/p>\n<p>Penelitian tersebut juga menemukan peningkatan beberapa protein yang berkaitan dengan kemampuan sel bertahan hidup, termasuk phospho-Bcl2 dan survivin, pada sel yang mengekspresikan COMP selama mendapatkan kemoterapi. Sebaliknya, penggunaan aktivator calpain bersama kemoterapi membuat sel yang memiliki COMP menjadi lebih sensitif terhadap pengobatan.\u00a0<\/p>\n<p>Temuan lain yang tidak kalah penting berasal dari pengamatan terhadap pasien. Pasien yang menjalani kemoterapi atau terapi hormonal dan memiliki kadar COMP tinggi pada jaringan tumornya menunjukkan waktu kelangsungan hidup keseluruhan yang lebih pendek dibandingkan kelompok dengan kadar COMP lebih rendah. Namun, hasil tersebut masih merupakan bagian dari penelitian dan belum berarti pemeriksaan COMP dapat langsung digunakan sebagai penentu terapi bagi pasien.<\/p>\n<p>Penelitian mengenai COMP memberikan gambaran bahwa resistansi kanker bukan hanya berkaitan dengan perubahan genetik, tetapi juga melibatkan protein dan berbagai mekanisme di dalam sel. Pemahaman terhadap mekanisme tersebut dapat membantu ilmuwan mencari target baru untuk membuat sel kanker kembali sensitif terhadap pengobatan.<\/p>\n<p>Meski demikian, temuan ini masih perlu dikembangkan melalui penelitian lanjutan sebelum dapat diterapkan sebagai terapi baru pada pasien. Studi tersebut terutama memberikan dasar untuk memahami bagaimana COMP berkontribusi terhadap resistansi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pengobatan-kanker-payudara\" title=\"pengobatan kanker payudara\">pengobatan kanker payudara<\/a> dan membuka peluang untuk mengeksplorasi COMP maupun jalur calpain sebagai target penelitian berikutnya. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/922245\/protein-comp-bantu-sel-kanker-payudara-bertahan-dari-pengobatan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) RESISTANSI terhadap pengobatan masih menjadi salah satu tantangan besar dalam penanganan kanker payudara. Sel kanker yang awalnya merespons terapi dapat mengalami perubahan sehingga mampu bertahan ketika mendapatkan obat. Kondisi tersebut mendorong peneliti untuk terus mencari mekanisme molekuler yang membuat sel kanker menjadi lebih sulit ditangani. Salah satu temuan menarik datang dari penelitian yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":88272,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-88271","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88271","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88271"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88271\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/88272"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}