{"id":87866,"date":"2026-08-15T03:17:38","date_gmt":"2026-08-14T20:17:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/15\/tantangan-ekonomi-2026-transformasi-manufaktur-dan-literasi-finansial-jadi-kunci-pertumbuhan\/"},"modified":"2026-08-15T03:17:38","modified_gmt":"2026-08-14T20:17:38","slug":"tantangan-ekonomi-2026-transformasi-manufaktur-dan-literasi-finansial-jadi-kunci-pertumbuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/15\/tantangan-ekonomi-2026-transformasi-manufaktur-dan-literasi-finansial-jadi-kunci-pertumbuhan\/","title":{"rendered":"Tantangan Ekonomi 2026 Transformasi Manufaktur dan Literasi Finansial Jadi Kunci Pertumbuhan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/14\/1786709590_9c2e12da9bc627728d5f.jpeg\" alt=\"Tantangan Ekonomi 2026: Transformasi Manufaktur dan Literasi Finansial Jadi Kunci Pertumbuhan\"\/><figcaption>Kiri-kanan: ASEAN Economist UOB Enrico Tanuwidjaja, Director and Commercial Solutions Lead Visa Indonesia Gede Widhi, dan Head of Consumer Banking UOB Indonesia Herman Soesetyo.(MI\/Putri Anisa Yuliani)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DI tengah dinamika ekonomi global, Indonesia menghadapi tantangan krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan. Sektor perbankan dan ekonomi kini dituntut melakukan reformasi struktural, mulai dari penguatan sektor manufaktur hingga adopsi teknologi yang berpusat pada nasabah (<em>client-centric<\/em>).<\/p>\n<p>ASEAN Economist <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/uob\" title=\"UOB\">UOB<\/a>, Enrico Tanuwidjaja, menyoroti urgensi pembenahan sektor manufaktur sebagai tumpuan ekonomi jangka panjang. Menurutnya, ketergantungan pada sektor jasa yang fluktuatif perlu diimbangi dengan stabilitas lapangan kerja di sektor manufaktur.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cKita harus melakukan reformasi manufaktur. Alirkan insentif dukungan ke manufaktur, berikan pendampingan agar bisa melawan perang teknologi, dan pastikan fiskal dialirkan ke pintu yang tepat untuk menciptakan <em>confidence<\/em> (kepercayaan),\u201d ujar Enrico dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (12\/8).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/840586\/pemerintah-optimistis-ekonomi-2025-tembus-52-sesuai-target\" title=\"Pemerintah Optimistis Ekonomi 2025 Tembus 5,2%, Sesuai Target\" target=\"_blank\">Pemerintah Optimistis Ekonomi 2025 Tembus 5,2%, Sesuai Target<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Enrico menambahkan, peningkatan kepercayaan investor juga menjadi faktor vital untuk menekan defisit pendapatan primer. Selama ini, arus modal asing cenderung keluar, yang menghambat reinvestasi di dalam negeri. Dengan stabilitas nilai tukar Rupiah dan peningkatan kemudahan berinvestasi, ia optimistis ekonomi Indonesia mampu bertahan meski di bawah tekanan global.<\/p>\n<p>Di sisi lain, perbankan dituntut beradaptasi dengan perubahan perilaku kelas menengah yang semakin kompleks. Head of Consumer Banking UOB Indonesia, Herman Soesetyo, menekankan pergeseran paradigma dari <em>product-centric<\/em> menjadi<em> client-centric<\/em>.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cEkspektasi nasabah berubah sangat cepat. Kita dipacu untuk menjadi <em>trusted financial advisor<\/em> (penasihat keuangan terpercaya) melalui dukungan teknologi dan data yang mumpuni untuk melayani kebutuhan nasabah yang lebih spesifik,\u201d jelas Herman.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/917971\/pengamat-sebut-penguatan-pertumbuhan-ekonomi-semester-ii-terlalu-optimistis\" title=\"Pengamat Sebut Penguatan Pertumbuhan Ekonomi Semester II Terlalu Optimistis\" target=\"_blank\">Pengamat Sebut Penguatan Pertumbuhan Ekonomi Semester II Terlalu Optimistis<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Senada dengan hal tersebut, Director and Commercial Solutions Lead Visa Indonesia, Gede Widhi, menyoroti tren pergeseran gaya hidup generasi muda yang beralih dari kepemilikan barang (<em>have more<\/em>) menjadi pengalaman (<em>experience more<\/em>). Perubahan perilaku ini menuntut sektor keuangan untuk menyajikan layanan yang lebih efisien.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKunci menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang adalah memahami teknologi dan memetakan nasabah. Pembayaran harus seamless (mulus), sesuai segmen yang dituju, dan <em>future proof<\/em>,\u201d ungkap Gede.<\/p>\n<p>Ketiga pakar sepakat bahwa fondasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pertumbuhan-ekonomi\" title=\"pertumbuhan ekonomi\">pertumbuhan ekonomi<\/a> Indonesia ke depan bergantung pada eksekusi kebijakan yang tepat. Dengan menyinergikan inovasi digital, stabilitas investasi, dan penguatan sektor riil, Indonesia diharapkan mampu menjawab tantangan ekonomi dengan lebih tangguh. (e-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/921955\/tantangan-ekonomi-2026-transformasi-manufaktur-dan-literasi-finansial-jadi-kunci-pertumbuhan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kiri-kanan: ASEAN Economist UOB Enrico Tanuwidjaja, Director and Commercial Solutions Lead Visa Indonesia Gede Widhi, dan Head of Consumer Banking UOB Indonesia Herman Soesetyo.(MI\/Putri Anisa Yuliani) DI tengah dinamika ekonomi global, Indonesia menghadapi tantangan krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan. Sektor perbankan dan ekonomi kini dituntut melakukan reformasi struktural, mulai dari penguatan sektor manufaktur hingga adopsi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":87867,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-87866","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87866","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=87866"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87866\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87867"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=87866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=87866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=87866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}