{"id":87858,"date":"2026-08-15T02:56:44","date_gmt":"2026-08-14T19:56:44","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/15\/13-bahaya-terlalu-sering-makan-telur\/"},"modified":"2026-08-15T02:56:44","modified_gmt":"2026-08-14T19:56:44","slug":"13-bahaya-terlalu-sering-makan-telur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/15\/13-bahaya-terlalu-sering-makan-telur\/","title":{"rendered":"13 Bahaya Terlalu Sering Makan Telur"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/14\/1786711385_9860c06e1443daeecc2c.jpg\" alt=\"13 Bahaya Terlalu Sering Makan Telur\"\/><figcaption>Berikut Bahaya Terlalu Sering Makan Telur(magnifik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/telur\" title=\"Telur\">TELUR<\/a> adalah bahan pangan yang dihasilkan oleh unggas, terutama ayam, dan merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi. Telur mengandung berbagai zat gizi, seperti protein, lemak, vitamin, mineral, serta kolin yang mendukung berbagai fungsi tubuh.<\/p>\n<p>Mengonsumsinya terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan, terutama jika pola makan secara keseluruhan kurang seimbang, dapat menimbulkan beberapa hal yang perlu diperhatikan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3><strong>1. Asupan kolesterol menjadi lebih tinggi<\/strong><\/h3>\n<p>Kuning telur mengandung kolesterol. Konsumsi berlebihan dapat menjadi perhatian terutama bagi orang yang memiliki kadar kolesterol darah tinggi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/920018\/telur-retak-masih-aman-dikonsumsi-begini-penjelasan-pakar\" title=\"Telur Retak Masih Aman Dikonsumsi? Begini Penjelasan Pakar\" target=\"_blank\">Telur Retak Masih Aman Dikonsumsi? Begini Penjelasan Pakar<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>2. Asupan kalori berlebihan<\/strong><\/h3>\n<p>Telur memang bergizi, tetapi tambahan kalori dapat meningkat jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau diolah dengan banyak minyak.<\/p>\n<h3><strong>3. Risiko pola makan kurang beragam<\/strong><\/h3>\n<p>Terlalu sering mengandalkan telur sebagai sumber makanan dapat membuat asupan buah, sayuran, kacang-kacangan, dan sumber protein lain menjadi kurang beragam.<\/p>\n<h3><strong>4. Gangguan pencernaan pada sebagian orang<\/strong><\/h3>\n<p>Sebagian orang dapat mengalami kembung, mual, atau rasa tidak nyaman setelah mengonsumsi telur.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/919972\/studi-makan-5-telur-seminggu-turunkan-risiko-alzheimer-higgga-27-persen\" title=\"Studi: Makan 5 Telur Seminggu Turunkan Risiko Alzheimer higgga 27 Persen\" target=\"_blank\">Studi: Makan 5 Telur Seminggu Turunkan Risiko Alzheimer higgga 27 Persen<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>5. Reaksi alergi telur<\/strong><\/h3>\n<p>Telur dapat memicu alergi pada orang tertentu. Gejalanya dapat berupa gatal, ruam, muntah, atau gangguan pernapasan.<\/p>\n<h3><strong>6. Risiko infeksi jika telur kurang matang<\/strong><\/h3>\n<p>Telur mentah atau kurang matang dapat membawa bakteri penyebab penyakit, termasuk Salmonella.<\/p>\n<h3><strong>7. Asupan lemak dapat meningkat dari cara pengolahan<\/strong><\/h3>\n<p>Telur yang sering digoreng dengan banyak minyak atau disajikan bersama makanan tinggi lemak dapat meningkatkan asupan lemak dan kalori.<\/p>\n<h3><strong>8. Dapat memperburuk masalah kesehatan tertentu<\/strong><\/h3>\n<p>Orang dengan kondisi kesehatan tertentu mungkin perlu membatasi konsumsi telur berdasarkan anjuran dokter atau ahli gizi.<\/p>\n<h3><strong>9. Masalah kulit pada sebagian orang<\/strong><\/h3>\n<p>Pada individu tertentu, makanan tertentu dapat berkaitan dengan munculnya masalah kulit, meskipun hubungan telur dengan jerawat tidak berlaku pada semua orang.<\/p>\n<h3><strong>10. Rasa kenyang berlebihan<\/strong><\/h3>\n<p>Mengonsumsi telur dalam jumlah banyak dapat membuat seseorang terlalu kenyang sehingga asupan makanan bergizi lainnya berkurang.<\/p>\n<h3><strong>11. Risiko keracunan makanan akibat penyimpanan yang buruk<\/strong><\/h3>\n<p>Telur yang disimpan atau ditangani secara tidak tepat dapat terkontaminasi mikroorganisme.<\/p>\n<h3><strong>12. Asupan natrium dapat meningkat dari pelengkapnya<\/strong><\/h3>\n<p>Telur sebenarnya tidak terlalu tinggi natrium, tetapi konsumsi telur bersama garam, saus, daging olahan, atau makanan instan dapat meningkatkan asupan natrium.<\/p>\n<h3><strong>13. Tidak selalu cocok dengan kebutuhan setiap orang<\/strong><\/h3>\n<p>Kebutuhan makanan setiap orang berbeda. Jumlah telur yang sesuai bergantung pada keseluruhan pola makan, kondisi kesehatan, dan kebutuhan gizi.<\/p>\n<p>Makan telur secara rutin tidak otomatis berbahaya. Bagi kebanyakan orang sehat, telur dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang. Yang penting adalah porsi, cara pengolahan, keamanan makanan, dan variasi makanan secara keseluruhan. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>alodokter, hellosehat<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/921964\/13-bahaya-terlalu-sering-makan-telur\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut Bahaya Terlalu Sering Makan Telur(magnifik) TELUR adalah bahan pangan yang dihasilkan oleh unggas, terutama ayam, dan merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi. Telur mengandung berbagai zat gizi, seperti protein, lemak, vitamin, mineral, serta kolin yang mendukung berbagai fungsi tubuh. Mengonsumsinya terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan, terutama jika pola makan secara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":87859,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-87858","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87858","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=87858"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87858\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87859"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=87858"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=87858"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=87858"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}