{"id":8764,"date":"2024-07-11T12:07:03","date_gmt":"2024-07-11T12:07:03","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/11\/akurasi-data-terkait-rencana-pembatasan-bbm-subsidi-diragukan\/"},"modified":"2024-07-11T12:07:03","modified_gmt":"2024-07-11T12:07:03","slug":"akurasi-data-terkait-rencana-pembatasan-bbm-subsidi-diragukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/11\/akurasi-data-terkait-rencana-pembatasan-bbm-subsidi-diragukan\/","title":{"rendered":"Akurasi Data Terkait Rencana Pembatasan BBM Subsidi Diragukan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n<img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/800x467\/news\/2024\/07\/e7b9d04fc83ecd3d9a6162d8ad2c1950.jpg\" alt=\"Akurasi Data Terkait Rencana Pembatasan BBM Subsidi Diragukan\"\/><figcaption>Konsumen antre mengisi BBM di SPBU wilayah Serpong, Tangerang Selatan(MI\/AGUNG WIBOWO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PENGAMAT ekonomi Yanuar Rizky meragukan keakuratan data pemerintah terkait rencana pembangunan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bbm-subsidi\" title=\"BBM subsidi\" rel=\"dofollow\">BBM subsidi<\/a>. Sebab, dengan bobolnya <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pusat-data-nasional\" title=\"Pusat Data Nasional\" rel=\"dofollow\">Pusat Data Nasional<\/a> (PDN) sementara baru-baru ini telah membuat publik pesimis terhadap basis data yang dimiliki pemerintah.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, kalo nanya data, ya data aja nggak ada <em>back up<\/em>, ya menunjukan tidak pernah juga membangun basis datanya. Jadi, ini udah permainan di pinggir jurang,&#8221; ujar Yanuar kepada Media Indonesia, Kamis (11\/7).\n<\/p>\n<p>Untuk itu, kata dia, pembatasan BBM bersubsidi tidak serta merta membuat distribusinya akan tepat sasaran. Justru pembatasan itu hanya akan merugikan masyarakat miskin dan rentan. <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/681541\/pemerintah-tegaskan-harga-pertalite-dan-solar-tidak-berubah\" title=\"Pemerintah Tegaskan Harga Pertalite dan Solar tidak Berubah\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">Pemerintah Tegaskan Harga Pertalite dan Solar tidak Berubah<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>&#8220;Pembatasan subsidi, akan membuat kelas menengah pas-pasan terjepit, dan itu bisa membawa dampak ke penurunan daya beli konsumsi. Kalau tidak hati-hati ini bisa menyulut stabilitas sosial (politik),&#8221; imbuhnya.\n<\/p>\n<p>Terlepas dari hal itu, lanjutnya, pembatasan BBM bersubsidi telah mengkonfirmasi 3 tekanan terhadap kemampuan pemerintah. Pemerintah sulit mengendalikan stabilitas menghadapi tekanan, yaitu harga beras, harga BBM dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nilai-tukar-rupiah\" title=\"Nilai Tukar Rupiah\" rel=\"dofollow\">nilai tukar rupiah<\/a>, sehingga muncul wacana baru untuk menaikkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/rasio-utang\" title=\"rasio utang\" rel=\"dofollow\">rasio utang<\/a> dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/defisit-anggaran\" title=\"Defisit anggaran\" rel=\"dofollow\">defisit anggaran<\/a> di masa pemerintahan berikutnya.\n<\/p>\n<p>&#8220;Ini menyebabkan terjadinya fiscal cliff di APBN, maka muncul juga ide pemerintahan baru untuk menaikan batas defisit,&#8221; kata dia. (Van\/Z-7)\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/684374\/akurasi-data-terkait-rencana-pembatasan-bbm-subsidi-diragukan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konsumen antre mengisi BBM di SPBU wilayah Serpong, Tangerang Selatan(MI\/AGUNG WIBOWO) PENGAMAT ekonomi Yanuar Rizky meragukan keakuratan data pemerintah terkait rencana pembangunan BBM subsidi. Sebab, dengan bobolnya Pusat Data Nasional (PDN) sementara baru-baru ini telah membuat publik pesimis terhadap basis data yang dimiliki pemerintah. &#8220;Jadi, kalo nanya data, ya data aja nggak ada back up, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8765,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-8764","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8764","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8764"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8764\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8765"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8764"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8764"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8764"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}