{"id":87572,"date":"2026-08-14T14:44:38","date_gmt":"2026-08-14T07:44:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/14\/diduga-terserang-virus-anak-gajah-yuna-mati-mendadak-di-plg-saree-aceh\/"},"modified":"2026-08-14T14:44:38","modified_gmt":"2026-08-14T07:44:38","slug":"diduga-terserang-virus-anak-gajah-yuna-mati-mendadak-di-plg-saree-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/14\/diduga-terserang-virus-anak-gajah-yuna-mati-mendadak-di-plg-saree-aceh\/","title":{"rendered":"Diduga Terserang Virus, Anak Gajah Yuna Mati Mendadak di PLG Saree Aceh"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/14\/1786693191_296518ad29cfe35089fc.jpg\" alt=\"Diduga Terserang Virus, Anak Gajah Yuna Mati Mendadak di PLG Saree Aceh\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Kemenhut)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEMENTERIAN Kehutanan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemenhut\" title=\"kemenhut\">Kemenhut<\/a>) melaporkan kematian seekor anak gajah sumatera (<em>Elephas maximus sumatranus<\/em>) bernama Yuna di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh, Selasa (11\/8\/2026) malam. Anak gajah betina berusia di bawah tiga tahun itu diduga mati akibat serangan Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV), jenis virus yang dikenal sangat rentan dan mematikan bagi anak gajah.<\/p>\n<p>Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengatakan kondisi kesehatan Yuna menurun secara drastis dalam hitungan jam sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir pada pukul 20.48 WIB.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Kondisi Yuna drop sangat cepat, yang berdasarkan diagnosa awal dipicu oleh serangan virus mematikan bagi anak gajah. Secara makroskopis, gejalanya terlihat dari pembengkakan wajah, mata merah, dan mukosa lidah kebiruan, serta perubahan mikroskopis berupa pendarahan pada organ pencernaan dalam,&#8221; ujar Ujang melalui keterangannya, Jumat (14\/8\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/921681\/kemenhut-percepat-respons-karhutla-akibat-el-nino-menguat\" title=\"Kemenhut Percepat Respons Karhutla, akibat El Nino Menguat\" target=\"_blank\">Kemenhut Percepat Respons Karhutla, akibat El Nino Menguat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sebelum kejadian, Yuna terpantau dalam kondisi sehat dan aktif beraktivitas pada Selasa pagi hingga siang hari. Berdasarkan pemeriksaan berkala terakhir pada Juni 2026, nilai Body Condition Index Score (BCIS) Yuna berada di angka 5,5 yang masuk dalam skala ideal gajah jinak.<\/p>\n<p>Namun, sekitar pukul 16.00 WIB, mahout (pawang gajah) mendapati Yuna dalam keadaan lemas dengan gejala pembengkakan di wajah dan mata merah. Tim dokter hewan BKSDA Aceh langsung memberikan tindakan medis darurat berupa pemberian cairan infus dan multivitamin. Kendati demikian, kondisi kesehatan Yuna terus merosot hingga akhirnya tidak tertolong.<\/p>\n<p>Tim medis selanjutnya melakukan prosedur nekropsi serta mengambil sampel organ untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti kematian. Rangkaian penanganan darurat hingga proses pemakaman selesai pada pukul 00.30 WIB dini hari.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/921160\/rentan-konflik-dengan-warga-dpr-minta-kemenhut-kendalikan-populasi-monyet-ekor-panjang\" title=\"Rentan Konflik dengan Warga, DPR Minta Kemenhut Kendalikan Populasi Monyet Ekor Panjang\" target=\"_blank\">Rentan Konflik dengan Warga, DPR Minta Kemenhut Kendalikan Populasi Monyet Ekor Panjang<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Peningkatan Kewaspadaan dan Pemeriksaan Gajah Lain<\/h2>\n<p>Menanggapi kejadian ini, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan komitmennya dalam perlindungan dan kesejahteraan gajah sumatera. BKSDA Aceh langsung meningkatkan kewaspadaan dengan menginstruksikan pemeriksaan menyeluruh terhadap gajah anakan lainnya.<\/p>\n<p>Langkah deteksi dini difokuskan pada gajah berusia di bawah 14 tahun yang berada di wilayah kerja BKSDA Aceh guna mengantisipasi penyebaran virus serupa.<\/p>\n<p>&#8220;Kami segera melakukan uji medis dan deteksi dini terhadap gajah anakan lain yang berusia di bawah 14 tahun, khususnya gajah Gerry, Yuyun, dan Dilan, guna mengantisipasi serta meminimalkan potensi penyebaran virus tersebut,&#8221; pungkas Ujang. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/921829\/diduga-terserang-virus-anak-gajah-yuna-mati-mendadak-di-plg-saree-aceh\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Kemenhut) KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) melaporkan kematian seekor anak gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) bernama Yuna di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh, Selasa (11\/8\/2026) malam. Anak gajah betina berusia di bawah tiga tahun itu diduga mati akibat serangan Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV), jenis virus yang dikenal sangat rentan dan mematikan bagi anak gajah. Kepala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":87573,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-87572","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87572","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=87572"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87572\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87573"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=87572"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=87572"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=87572"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}