{"id":87548,"date":"2026-08-14T13:43:54","date_gmt":"2026-08-14T06:43:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/14\/putusan-mk-soal-delik-penghinaan-presiden-menkum-supratman-hilangkan-multitafsir\/"},"modified":"2026-08-14T13:43:54","modified_gmt":"2026-08-14T06:43:54","slug":"putusan-mk-soal-delik-penghinaan-presiden-menkum-supratman-hilangkan-multitafsir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/14\/putusan-mk-soal-delik-penghinaan-presiden-menkum-supratman-hilangkan-multitafsir\/","title":{"rendered":"Putusan MK soal Delik Penghinaan Presiden, Menkum Supratman Hilangkan Multitafsir"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/14\/1786689267_13579155323bb274440e.jpg\" alt=\"Putusan MK soal Delik Penghinaan Presiden, Menkum Supratman: Hilangkan Multitafsir\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MENTERI Hukum Supratman Andi Agtas menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 275\/PUU-XXIII\/2025 terkait tindak pidana penghinaan atau penyerangan kehormatan presiden dan\/atau wakil presiden dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) hanya dapat dituntut atas dasar aduan langsung dari presiden atau wakil presiden sendiri.<\/p>\n<p>Supratman menilai penghinaan presiden dan wakil presiden telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terbaru. Ia mengatakan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/putusan-mk\" title=\"Putusan MK\">putusan MK<\/a> kemudian memberikan kepastian hukum yang jauh lebih kuat dan mengikat.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Undang-Undang KUHP kita sebenarnya maksudnya sudah sama. Cuma MK mempertegas bahwa hanya Presiden dan Wakil Presiden yang boleh melaporkan. Sebenarnya tidak jauh berbeda, hanya lebih mempertegas dari apa yang diatur di KUHP sebelumnya,&#8221; ujar Supratman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14\/8).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/921543\/yusril-penghinaan-presiden-jadi-delik-aduan-absolut-harus-lapor-sendiri\" title=\"Yusril: Penghinaan Presiden Jadi Delik Aduan Absolut, Harus Lapor Sendiri\" target=\"_blank\">Yusril: Penghinaan Presiden Jadi Delik Aduan Absolut, Harus Lapor Sendiri<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Supratman menekankan putusan MK ini sangat penting untuk mencegah terjadinya salah tafsir maupun aksi saling lapor di tengah masyarakat yang mengatasnamakan presiden atau wakil presiden.<\/p>\n<p>Dengan adanya putusan ini, aparat penegak hukum maupun publik memiliki batasan hukum yang jelas mengenai siapa pihak yang memiliki kedudukan hukum untuk memproses dugaan pelanggaran pasal tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Malah bagus, kita dukung. Jadi tidak ada tafsir-menafsir lagi bahwa kalau terkait dengan pasal penghinaan yang menyerang harkat dan martabat Presiden maupun Wakil Presiden, maka Presiden dan Wakil Presiden sendiri yang harus melaporkan. Saya rasa clear kok putusan MK-nya,&#8221; tegas Supratman. (E-4)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/921802\/putusan-mk-soal-delik-penghinaan-presiden-menkum-supratman-hilangkan-multitafsir\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Magnific) MENTERI Hukum Supratman Andi Agtas menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 275\/PUU-XXIII\/2025 terkait tindak pidana penghinaan atau penyerangan kehormatan presiden dan\/atau wakil presiden dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) hanya dapat dituntut atas dasar aduan langsung dari presiden atau wakil presiden sendiri. Supratman menilai penghinaan presiden dan wakil presiden telah diatur dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":87549,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-87548","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=87548"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87548\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87549"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=87548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=87548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=87548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}