{"id":87221,"date":"2026-08-13T23:41:37","date_gmt":"2026-08-13T16:41:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/13\/12-bahaya-sering-makan-makanan-bersantan\/"},"modified":"2026-08-13T23:41:37","modified_gmt":"2026-08-13T16:41:37","slug":"12-bahaya-sering-makan-makanan-bersantan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/13\/12-bahaya-sering-makan-makanan-bersantan\/","title":{"rendered":"12 Bahaya Sering Makan Makanan Bersantan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/13\/1786638389_d154979239dedcd449f8.jpg\" alt=\"12 Bahaya Sering Makan Makanan Bersantan\"\/><figcaption>Berikut Bahaya Sering Makan Makanan Bersantan(magnifik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/makanan-bersantan\" title=\"Makanan bersantan\">MAKANAN bersantan<\/a> adalah makanan yang dibuat atau dimasak menggunakan santan, yaitu cairan berwarna putih yang diperoleh dari parutan daging kelapa yang dicampur dengan air lalu diperas.<\/p>\n<p>Santan banyak digunakan dalam berbagai masakan untuk memberikan rasa gurih, tekstur lembut, dan aroma khas. Contohnya antara lain rendang, gulai, opor, sayur lodeh, dan kolak.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3><strong>1. Meningkatkan kadar kolesterol LDL<\/strong><\/h3>\n<p>Asupan lemak jenuh yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kuliner\/914617\/produsen-bahan-baku-perkuat-inovasi-seiring-pertumbuhan-industri-kuliner\" title=\"Produsen Bahan Baku Perkuat Inovasi Seiring Pertumbuhan Industri Kuliner\" target=\"_blank\">Produsen Bahan Baku Perkuat Inovasi Seiring Pertumbuhan Industri Kuliner<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>2. Meningkatkan risiko penyakit jantung<\/strong><\/h3>\n<p>Pola makan tinggi lemak jenuh dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.<\/p>\n<h3><strong>3. Berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan<\/strong><\/h3>\n<p>Makanan bersantan dapat memiliki kandungan kalori cukup tinggi, terutama jika dikombinasikan dengan bahan makanan berlemak lainnya.<\/p>\n<h3><strong>4. Meningkatkan asupan lemak jenuh<\/strong><\/h3>\n<p>Konsumsi santan yang terlalu sering dapat membuat asupan lemak jenuh harian menjadi berlebihan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/894485\/13-dampak-sering-konsumsi-makanan-bersantan-bagi-kesehatan\" title=\"13 Dampak Sering Konsumsi Makanan Bersantan bagi Kesehatan\" target=\"_blank\">13 Dampak Sering Konsumsi Makanan Bersantan bagi Kesehatan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>5. Dapat mengganggu pengaturan pola makan<\/strong><\/h3>\n<p>Makanan yang kaya lemak cenderung memiliki kepadatan kalori tinggi sehingga porsi perlu diperhatikan.<\/p>\n<h3><strong>6. Dapat memperburuk profil lemak darah<\/strong><\/h3>\n<p>Pada orang yang sudah memiliki kadar kolesterol tinggi, pola makan tinggi lemak jenuh dapat membuat pengelolaan kadar kolesterol menjadi lebih sulit.<\/p>\n<h3><strong>7. Berpotensi meningkatkan risiko gangguan metabolik<\/strong><\/h3>\n<p>Pola makan tinggi kalori dan lemak, terutama jika disertai kurang aktivitas fisik, dapat berkontribusi terhadap masalah metabolisme.<\/p>\n<h3><strong>8. Dapat menyebabkan rasa begah pada sebagian orang<\/strong><\/h3>\n<p>Makanan tinggi lemak dapat terasa lebih berat dan pada sebagian orang memicu rasa penuh atau tidak nyaman setelah makan.<\/p>\n<h3><strong>9. Berpotensi memperburuk keluhan pencernaan tertentu<\/strong><\/h3>\n<p>Orang yang sensitif terhadap makanan berlemak dapat mengalami keluhan seperti mual atau gangguan pencernaan setelah mengonsumsinya.<\/p>\n<h3><strong>10. Dapat meningkatkan asupan kalori tanpa disadari<\/strong><\/h3>\n<p>Santan menambah energi pada makanan, terutama jika digunakan dalam jumlah banyak.<\/p>\n<h3><strong>11. Kurang baik jika menggantikan makanan bergizi lainnya<\/strong><\/h3>\n<p>Terlalu sering memilih makanan bersantan dapat mengurangi variasi asupan sayur, buah, biji-bijian, dan sumber protein lainnya.<\/p>\n<h3><strong>12. Risikonya meningkat jika disertai pola makan tidak sehat<\/strong><\/h3>\n<p>Dampak konsumsi makanan bersantan menjadi lebih mengkhawatirkan jika bersamaan dengan makanan tinggi gula, garam, lemak jenuh, serta kurang aktivitas fisik.<\/p>\n<p>Makanan bersantan tidak harus dihindari sepenuhnya. Yang penting adalah memperhatikan frekuensi, porsi, dan keseluruhan pola makan. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>siloamhospitals, halodoc<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/921669\/12-bahaya-sering-makan-makanan-bersantan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut Bahaya Sering Makan Makanan Bersantan(magnifik) MAKANAN bersantan adalah makanan yang dibuat atau dimasak menggunakan santan, yaitu cairan berwarna putih yang diperoleh dari parutan daging kelapa yang dicampur dengan air lalu diperas. Santan banyak digunakan dalam berbagai masakan untuk memberikan rasa gurih, tekstur lembut, dan aroma khas. Contohnya antara lain rendang, gulai, opor, sayur lodeh, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":87222,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-87221","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=87221"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87221\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87222"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=87221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=87221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=87221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}